
Di sebuah ruangan khusus, guru Wang dan beberapa orang murid telah hadir untuk menyaksikan Xiao Qin dalam ujian refiner.
Guru Wang berharap beberapa murid itu terpacu untuk belajar lebih giat lagi dan mendapatkan beberapa pengalaman baru dari Xiao Qin.
“Xiao Qin, tolong kerahkan semua yang kamu bisa hari ini. Hal itu akan berpengaruh dengan level refiner yang akan kau miliki.” Jelasnya.
Xiao Qin mengangguk, tapi dia tidak benar-benar akan mengerahkan semua kemampuannya.
Refining yang bagus tidak bisa diciptakan dalam waktu satu hari, lagi pula aku melakukan hal ini karena kewajibanku sebagai murid.
Xiao Qin mulai menyalakan tungku, memilah bahan yang akan ia pakai, serta memprakirakan ukuran serta bentuk pedang yang akan dibuatnya.
Xiao Qin kali ini tampak lebih santai. Dia menempa berbagai logam sekaligus dengan kecepatan yang begitu rendah, sehingga membuat beberapa murid yang melihat ujian tersebut kecewa.
“Dia memang memiliki bakat, tapi sepertinya guru Wang terlalu berlebihan mengatakan bahwa kemampuannya jauh lebih baik daripada kita semua.” Ujar pria berambut cokelat.
__ADS_1
“Bagaimana pun dia hanya anak kecil, tidak mungkin mengalahkan kita yang sudah belajar refining selama bertahun-tahun.” Timpal pria lain yang memiliki tubuh kekar seperti Jing Gao, hanya saja dia mewarnai rambutnya dengan warna merah.
Xiao Qin melirik ke arah 2 senior yang meledeknya itu, “pasang mata kalian baik-baik.” Ujarnya dengan tatapan sinis.
Kedua senior itu pun ditegur keras oleh guru Wang, mereka kemudian terdiam dan menyaksikan refining Xiao Qin dengan seksama.
Xiao Qin menarik nafas dalam-dalam, terdiam beberapa saat sebelum langit tiba-tiba berubah menjadi gelap.
“Teknik guntur ilahi, palu pencipta!”
Sambaran petir itu menarik banyak perhatian, bahkan orang-orang di kota lain sampai bisa melihatnya.
Guru Wang dan yang lain hanya bisa bertiarap saat petir emas itu menyambar, mereka semuanya begitu ketakutan sampai-sampai mengucapkan beberapa perkataan dengan spontan.
“Ibu, tolong aku! Aku berjanji tidak akan mencuri uangmu lagi untuk membeli bahan refining!” Ucap si lelaki berambut cokelat.
__ADS_1
“Dewa, tolong beri aku umur yang panjang dan terbebas dari bencana ini. Aku berjanji akan berdo’a padamu 100 kali dalam sehari.” Lanjut senior berambut merah.
“Dewa, aku sudah tua tapi anakku masih kecil. Biarkan aku membesarkannya setidaknya sampai dia menikah.” Guru Wang merapatkan kedua tangannya di atas kepala.
“Ayah, tolong aku! Aku takut.” Xian Lie Lie meneteskan air mata.
“Semoga saja mayatku tidak hangus terbakar supaya mereka masih bisa mengenaliku dan tidak salah menuliskan nama dalam batu nisanku.” Jing Gao memejamkan matanya dan tiarap dengan pasrah.
Beberapa saat berlalu, sambaran petir tadi telah hilang. Guru Wang dan yang lain merasa begitu lega dan kembali berdiri. Semuanya terkejut, melihat palu yang dipegang oleh Xiao Qin memancarkan petir berwarna emas yang sama persis dengan yang tadi menyambar dari langit.
“Apakah petir tadi ulahmu?” Tanya Xian Lie Lie.
Xiao Qin mengangguk, “ini adalah teknik khusus refining yang dinamakan guntur ilahi.”
Xiao Qin melirik ke arah senior berambut cokelat dan merah, keduanya tampak begitu ketakutan saat Xiao Qin mengarahkan palunya ke arah mereka. Keduanya langsung bersujud sambil meminta ampunan kepada Xiao Qin.
__ADS_1