Kultivator Jalan Surgawi

Kultivator Jalan Surgawi
CH-168 Sekumpulan Giok


__ADS_3

3 hari berlalu, Tang Qin secara resmi telah diangkat menjadi seorang guru tingkat bawah di akademi Huang. Dia ditugaskan untuk menjadi seorang guru kelas F, yang mana merupakan tingkat paling rendah di bagian kelas terbawah.


Tang Qin secara suka rela bersedia mengajar kelas tersebut, padahal sendirinya pun telah direkomendasikan untuk mengajar di kelas tingkat atas.


Di hari pertama mengajar, kepala sekolah memperkenalkan Tang Qin kepada para murid di kelas F tingkat terbawah sebagai guru berikutnya kelas tersebut.


“Guru Xiao yang akan mengajar kalian mulai hari ini lebih istimewa dibanding para guru yang mengajar kalian sebelumnya. Dia telah mendapatkan rekomendasi untuk mengajar di kelas tingkat atas, jadi pengajaran yang dia berikan tidak akan abal-abal. Kuharap semuanya dapat memanfaatkan kesempatan spesial ini agar dapat segera dipromosikan.” Jelas kepala sekolah, dia kemudian pamit kepada Tang Qin dan langsung pergi dari kelas tersebut.


Tang Qin memerhatikan seluruh muridnya satu-persatu dengan kemampuan spesial matanya.


Ternyata semua murid di kelas ini memiliki bakat terpendam yang mengerikan, jadi ini maksud sistem menyarankanku untuk mengajar di kelas ini.

__ADS_1


Para murid menatap Tang Qin sebagai orang aneh, karena sedari tadi hanya menatap mereka sambil senyum-senyum sendiri.


Li Yuan melemparkan penanya ke arah Tang Qin yang menatapinya jauh lebih lama daripada murid lain, pikirnya Tang Qin sedang memikirkan hal yang tidak senonoh saat terus menatapnya.


Sebelum pena itu mendarat di muka Tang Qin, pena itu tiba-tiba berbalik dan melayang ke arah Li Yuan hingga mengenai jidatnya.


Li Yuan dan para murid lain terkejut dengan apa yang terjadi, mereka tak menyangka bahwa guru baru mereka benar-benar hebat seperti yang dirumorkan.


“Li Yuan, bisakah kamu menjelaskan apa yang baru saja kamu lakukan dengan melemparkan pena ke arahku?” Tanya Tang Qin dengan sorot mata yang tajam.


Karena tak dapat memberikan penjelasan satu kata pun, Li Yuan pada akhirnya dihukum berdiri dengan satu kaki di depan kelas sambil memegang kedua telinganya hingga pembelajaran berakhir.

__ADS_1


Meski berdiri dengan satu kaki dan tidak bisa sepenuhnya fokus dengan pembelajaran yang diberikan oleh Tang Qin, Li Yuan merasa kagum dan merasa Tang Qin benar-benar seorang guru yang hebat.


Para murid yang bermasalah bertanya beberapa hal tentang dirinya, Tang Qin menjawab semua pertanyaan tersebut dengan penuh kesabaran.


Setelah pembelajaran berakhir, Li Yuan meminta maaf dan memohon agar Tang Qin memberikan pelajaran tambahan kepadanya. Tang Qin sangat menerima permohonan tersebut, karena sejak awal dia memang berniat mengasahnya lebih daripada yang lain.


Di halaman kediaman pribadi, Tang Qin dan Li Yuan terlihat sedang berbincang-bincang sambil menikmati teh hitam.


“Jadi naga es yang guru maksud selama ini menghambat perkembanganku?” Tanya Li Yuan memastikan.


Tang Qin mengangguk, “akan tetapi setelah naga tersebut terbangun, dia mungkin akan menjadi senjata andalanmu suatu hari nanti.”

__ADS_1


“Untung saja aku bertemu guru dan memberitahuku hal ini. Jika tidak, mungkin tak lama lagi aku akan kehilangan niat untuk berlatih lebih giat hingga naga es ku ini tidak akan pernah bangun.” Ujarnya berterus terang.


Li Yuan tak berani menatap Tang Qin lama-lama, saat bertatapan dengan Tang Qin dia langsung memalingkan wajahnya. Setelah Li Yuan pergi, Tang Qin mencari cermin dan mencari tahu apakah ada yang salah dengan wajahnya.


__ADS_2