
Xiang Xiaolian menjadi jauh lebih ceria dari sebelumnya, walaupun telah menjadi ketua asosiasi tidak menutupi bahwa dirinya masih gadis yang berusia 16 tahun. Dia memiliki menjadi ketua asosiasi karena status keluarganya cukup tinggi di kekaisaran Yin. Dia datang jauh-jauh kesini hanya untuk membuktikan bahwa dirinya tidak akan kalah dengan kakak-kakaknya.
Sebelum pergi, Xiao Qin diberi sebuah token berwarna emas. Itu membuktikan bahwa kedudukannya di asosiasi tidak lebih rendah dari Xiang Xiaolian.
“Aku sangat berterimakasih untuk hal ini, mungkin aku akan mengangkatmu sebagai asistenku jika kamu berkenan.”
“Dengan senang hati aku akan selalu melayani nona.”
Xiao Qin membeli beberapa bahan untuk meracik ramuan, setelah itu ia bergegas pergi ke serikat refiner dan membeli beberapa jarum perak.
Setelah itu dia kembali ke paviliun alkemis untuk menemui tabib Luan.
“Kalian sudah kembali, apakah ingin makan siang terlebih dahulu?”
Tabib Luan kemudian mengajak Xiao Qin dan yang lainnya untuk pergi ke sebuah restoran terkenal di kota itu.
__ADS_1
Orang-orang yang makan di tempat itu berasal dari kaum bangsawan, beberapa orang memperhatikan Xiao Qin yang berpakaian biasa.
“Apakah ini tidak apa-apa, sepertinya mereka memperhatikan kita sejak tadi.” Ujar Wanzhou.
“Kita tidak akan digigit hanya karena kita makan siang di sini.” Xiao Qin tersenyum.
Tabib Luan juga merasa sedikit bersalah, pikirnya ia seharusnya membelikan Xiao Qin dan yang lainnya beberapa pakaian baru.
Melihat tabib Luan seperti itu, Xiao Qin mengatakan bahwa dia mempunyai uang untuk memenuhi keperluannya.
Setelah melihat cincin penyimpanan Xiao Qin, tabib Luan akhirnya percaya akan kata-katanya. Akan tetapi hal itu tidak menutupi rasa bersalah pada dirinya.
Xiao Mei juga melihat Xiao Qin dengan tatapan sebal, dia juga ingin cepat-cepat mendapatkan pakaian baru. Dia kesal pada Xiao Qin karena kebutuhannya tidak dimasukkan dalam daftar prioritasnya.
Xiao Qin kemudian menyadari tatapan sebal kakaknya, dia menjanjikan pada perempuan tersebut bahwa dia boleh membeli pakaian sepuasnya.
__ADS_1
Xiao Mei sangat senang mendengar itu, dia kemudian mencubit pipi manis adiknya itu.
Disisi lain, Wanzhou merasa hanya membebankan mereka saja. Dia merasa ragu saat melihat daftar menu dihadapannya, ditambah harga yang tertulis membuatnya tak bisa memilih makanan.
Xiao Qin kemudian memesankan beberapa makanan untuknya, dia sudah tahu bahwa Wanzhou takkan bisa memesan makanannya sendiri. Dia hanya menunduk setiap saat.
Seorang pria mendatangi meja Xiao Qin dengan tatapan sombong, “nona, lebih baik anda makan bersama kami daripada se meja dengan kotoran ini.”
“Kau, apa kau tidak tahu aku dari paviliun alkemis?” Tabib Luan menunjuk ke arah pria itu.
“Oh, ternyata nona berasal dari sana. Asalkan nona tahu, aku berasal dari asosiasi dagang Wanjian dan aku memiliki jabatan yang cukup tinggi disana. Nona juga pasti tahu, bahwa semua pil dan ramuan yang di jual paviliun alkemis di distribusikan oleh asosiasi dagang Wanjian. Tanpa asosiasi dagang, kalian takkan bisa menjual pil dan ramuan apapun di kota ini.” Pria itu sekali lagi mengulurkan tangannya.
Tabib Luan merasa geram, akan tetapi setelah melihat token perak pria itu dia tak bisa berbuat apa-apa.
Xiao Mei dan Wanzhou ingin bertindak, tapi mereka tak ingin membuat situasi nya lebih rumit.
__ADS_1