Kultivator Jalan Surgawi

Kultivator Jalan Surgawi
CH-150 Tak Ingin Membunuh


__ADS_3

Tang Qin menyentilkan jarinya ke udara hingga Wei Qi dan Da Zhi terpental sejauh belasan meter. Kemudian tangannya terlihat seperti sedang meremukkan sesuatu di udara, dan hasilnya kedua monster bayangan yang sedang menyandera Lin Mei tiba-tiba lenyap.


“Bagaimana mungkin? Monsterku lenyap seketika.” Tangan Yu Lan gemetar, kaki dan seluruh kujur tubuhnya pun ikut gemetar dan terus mundur menjauhi Tang Qin.


Saat Tang Qin menatapnya, dia merasa bahwa kegelapan yang sangat pekat dan mengerikan di dalam tubuh Tang Qin.


Hawa membunuhnya sudah sepekat ini. Sebenarnya seberapa banyak orang yang telah dia bunuh?


Wei Rong merasakan seluruh tubuhnya merasa dingin, apalagi saat bertatapan langsung dengan Tang Qin dia tak dapat bergerak sama sekali.


Wei Qi dan Da Zhi hendak kembali untuk membantu Wei Rong dan Yu Lan, tapi karena hawa mengerikan yang dikeluarkan Tang Qin membuat mereka berdua tak berani untuk mendekat.

__ADS_1


“Kakak, mereka sebaiknya diapakan ya?” Tang Qin berbalik dan tersenyum manis ke arah Lin Mei.


Lin Mei yang sudah mulai memahami situasi mendekat dan memukul kepala Tang Qin, “kenapa kamu tidak serius bertarung sejak awal?”


Tang Qin mengusap kepalanya yang sakit, “aku cuma ingin sedikit bermain, tak menyangka mereka malah memanfaatkan kakak untuk dijadikan sandera.”


Tang Qin tertawa kecil, kemudian dipukul sekali lagi oleh Lin Mei dan diceramahi panjang lebar. Wei Rong dan yang lain memanfaatkan waktu tersebut untuk melarikan diri, meninggalkan Po Mu si gendut yang sudah tak bisa ditolong lagi.


Wei Rong mengambil jalur yang berbeda dengan Yu Lan, dia takut bahwa tetesan darahnya diikuti Tang Qin hingga tak memiliki kesempatan untuk melarikan diri lagi.


Dengan kemampuan mata spesialnya, Tang Qin melihat semua pergerakan itu dengan jelas. Karena merasa jijik akan tingkah laku Wei Rong yang tidak setia, sebuah jarum perak ditembakkan ke pergelangan kakinya hingga harus melarikan diri mati-matian dengan satu kaki sambil menahan sakit.

__ADS_1


Kedua kaki Wei Rong masih utuh, hanya saja fungsi dari kaki kanannya telah mati. Setidaknya bisa dibilang lebih baik daripada Yu Lan yang kehilangan salah satu bagian tubuh.


Wei Qi yang mengetahui adiknya terluka parah dan ketinggalan, meresikokan diri untuk menolong agar tidak ditangkap oleh Tang Qin.


Wei Qi merangkul Wei Rong dan kembali melarikan diri bersama yang lain, Wei Rong pun merasa sedikit menyesal karena hendak meninggalkan Yu Lan.


Yu Lan pun tidak mempermasalahkan hal tersebut, lagi pula dia tahu jelas prinsip pembunuh yang diajarkan kepala sekte yaitu asal diri sendiri selamat, rekan terdekat menjadi korban pun tak apa.


Tang Qin cukup salut dengan Wei Qi yang masih memedulikan saudaranya, dia pun diam-diam mengirimkan surat ke saku Wei Qi dan berharap surat itu terbaca.


Setelah membiarkan orang-orang itu pergi, Tang Qin kembali bersama dengan Lin Mei. Sebelum pindah ke tempat lain dia memberikan sebuah pil penyembuh untuk Po Mu, karena sedang tak ingin membunuh di malam spesial itu.

__ADS_1


Lin Mei mengatakan bahwa dirinya bukanlah lagi kakak dari Tang Qin karena mereka berdua tak lagi menggunakan marga palsu ‘Xiao’, akan tetapi Lin Mei masih ingin berhubungan dengan lebih dekat lagi dengan hubungan yang lain.


__ADS_2