
Rombongan Xiao Qin kini telah berada di depan pintu masuk Paviliun Wanjian, namun kini mereka di temani juga oleh Jia Mingyue yang memaksa untuk ikut. Xiao Qin menunjukkan token emasnya pada salah seorang penjaga dan menyuruh penjaga tersebut untuk memanggilkan Ketua Paviliun.
Setelah mengetahui Xiao Qin datang, Xiang Xiaolian langsung bergegas untuk menyambut kedatangannya.
“Tuan Xiao, maaf telah membuatmu menunggu lama.” Xiang Xiaolian menunduk hormat.
Xiao Qin meneguk segelas teh hitam yang baru saja di tuangkan oleh seorang pelayan, “tak apa-apa, lebih baik kita langsung ke intinya saja.”
Xiang Xiaolian kemudian duduk berhadapan dengan Xiao Qin, “silakan langsung katakan saja!”
“Beberapa waktu lalu, aku menjual resep pil kecantikan tingkat-4 pada nona Xiang. Saat ini aku sudah bisa membuat pil tersebut dan memiliki token alkemis, hingga pil tersebut bisa di lelang dan pendapatannya kita bagi 2.” Xiao Qin meneguk teh hitamnya lagi.
Xiang Xiaolian terbelalak, begitu pula dengan Xiao Mei dan juga Jia Mingyue.
__ADS_1
“Bagaimana mungkin, kau tidak sedang bercanda kan?” Jia Mingyue tak percaya akan kata-kata Xiao Qin. Meskipun bakatnya sangat luar biasa, tetapi umurnya baru mencapai 6 tahun. Meskipun dia cukup terkejut Xiao Qin bisa menyelesaikan ujian alkemis dan mendapatkan tokennya, tapi pil tingkat keempat sudah beda lagi. Bahkan alkemis tingkat kedua pun cukup kesulitan dan banyak yang gagal. Apalagi Xiao Qin yang baru mendapatkan token alkemis tingkat pertama.
Sementara itu, Wanzhou hanya bisa melihat-lihat situasi tersebut.
Sepertinya Xiao Qin akan melakukan sesuatu yang luar biasa lagi, gumamnya dalam hati.
“Asalkan dibantu oleh nona Xiang dan nona Jia, aku bisa menyelesaikan pil tersebut.”
“Kenapa aku harus ikut membantu mu juga, lagi pula aku tidak terlalu paham tentang alkemis.” Jia Mingyue merasa tidak diuntungkan sama sekali.
Xiao Qin membalasnya hanya dengan tersenyum, hal itu membuat Jia Ming Yue semakin tidak ingin membantunya.
“Mungkin aku akan berpikir untuk mampir ke sekte bukit awan jika nona Jia membantuku saat ini.”
__ADS_1
Mendengar hal itu, Jia Ming Yue pun tersenyum kecil dan berpura-pura untuk tidak terlalu tertarik dengan perkataan Xiao Qin barusan.
“Tuan Xiao, bahan-bahannya sudah saya persiapkan semuanya.” Ungkap Xiang Xiaolian.
Xiao Qin melangkah ke depan tungku, dia mulai memasukkan bahan-bahan ke dalamnya sambil menggunakan api rubah. Selama beberapa waktu, Yuno terus menggunakan api rubahnya untuk memanaskan isi tungku tersebut dan menetralisir berbagai racun dan serupanya supaya berpotensi menciptakan pil yang sesuai harapan.
Setelah hampir setengah jam, Xiao Qin mulai kelelahan dan meminta bantuan Jia Ming Yue dan juga Xiang Xiaolian untuk menggantikannya memanaskan tungku.
“Nona Xiang, apinya jangan terlalu besar!”
“Nona Jia, api mu terlalu melebar. Tolong fokuskan ke bagian dalam tungku!”
“Apakah aku boleh ikut membantu mereka Xiao Qin?” Tanya Xiao Mei yang sedari tadi hanya memperhatikan. Ia juga ingin mengembangkan potensinya dibidang alkimia, oleh karena itu latihan dan percobaan secara langsung merupakan pembelajaran terbaik baginya.
__ADS_1