Kultivator Jalan Surgawi

Kultivator Jalan Surgawi
CH-37 Terlalu Dingin


__ADS_3

Dalam tahap ujian kedua, para peserta disuruh untuk membuat ramuan penyejuk tingkat pertama. Semua bahan telah disediakan diatas meja masing-masing.


“Guru, ujian ini tampak merendahkan tuan Xiao. Andai guru tahu, dia bisa membuat ramuan tingkat keempat dengan kualitas 200%.” Bisik Nona Luan.


Guo Zi tersedak mendengar hal itu, dia melotot ke arah Xiao Qin karena tak percaya dengan perkataannya.


“Sudahlah guru, mari kita mulai ujian kedua nya!”


Saat ujian di mulai, seperti biasa Xiao Qin tidak melakukan pergerakan apa-apa. Kakaknya kemudian menegur Xiao Qin, “jangan memperhatikanku terus seperti itu. Aku jadi tidak bisa berkonsentrasi!”


Xiao Mei memang kesal, karena dalam ujian pertama Xiao Qin bisa memenangkan posisi pertama dengan mudah.

__ADS_1


Kali ini Xiao Qin terlihat lebih serius. Dia memurnikan kembali bahan-bahan yang disediakan, karena menurutnya bahan-bahan itu kurang steril. Setelah itu, Xiao Qin menyalakan tungku dengan suhu rendah dan memasukkan semua bahan sekaligus ke dalamnya.


Membuat ramuan memang tidak membutuhkan blood line, karena bisa diganti dengan api biasa. Tapi jika menggunakan blood line, hasilnya pasti akan lebih memuaskan.


Guo Zi memperhatikan cara Xiao Qin dengan seksama. Meskipun beda dari resep yang ada, dia yakin bahwa resep yang digunakan oleh Xiao Qin pasti lebih baik.


Selesai pembakaran, Xiao Qin langsung memindahkannya ke dalam mangkuk dan menumbuknya secepat kilat. Aroma dari tumbukan itu menyebar ke segala arah, dan memberikan rasa sejuk saat menghirupnya. Xiao Qin memasukkan hasil tumbukannya ke dalam botol kecil dan mencampurnya dengan air putih. Botol ramuan itu dikocok beberapa kali sebelum dimasukkan ke dalam tungku, Guo Zi yang melihat itu ingin menghentikannya namun terlambat.


“Tenang saja guru, tuan Xiao pasti memiliki alasan tentang hal itu.” Nona Luan menggerakkan kipasnya dengan tenang.


Guo Zi menghela nafas panjang, dia kembali memperhatikan Xiao Qin. Namun, setelah ia melihat Xiao Qin yang malah memperbesar api nya membuat Guo Zi tak tahan lagi. Dia langsung menghampiri Xiao Qin dan menegurnya, nona Luan berusaha untuk menahannya tapi itu tak berhasil.

__ADS_1


“Xiao Qin, kenapa kamu membakar ramuannya? Hentikan!” Guo Zi menarik lengan Xiao Qin, dia kemudian mengambil botol ramuan yang ada di dalam tungku. Meskipun panas dia tak peduli, Guo Zi lebih memperdulikan kondisi ramuan di dalamnya.


“Ah, sayang sekali!” Xiao Qin berusaha melepaskan genggaman Guo Zi.


Guo Zi membuka tutup botol ramuan tersebut, dia tercengang saat aroma sejuk yang dikeluarkan oleh ramuan itu menjadi lebih kuat.


“Padahal kamu membakarnya, bagaimana bisa?”


Seisi ruangan menjadi lebih sejuk, bahkan nona Luan memasukkan kembali kipasnya ke dalam cincin penyimpanan. Para peserta yang tadinya berkeringat karena tegang, menjadi lebih rileks dan tenang.


“Saat ini, ramuan itu bisa membekukan orang jika diminum. Aku sengaja memanaskannya supaya efek dinginnya tidak terlalu kuat sehingga bisa dikonsumsi. Minum saja setetes, aku yakin lidahmu akan berubah menjadi es.”

__ADS_1


Guo Zi merasa tak percaya dengan apa yang diucapkan Xiao Qin dan mencoba meneteskan ramuan tersebut ke atas lantai. Dan benar saja, setetes ramuan itu membuat lantai yang dipijaknya berubah menjadi es. Guo Zi segera menjauh karena tak ingin kakinya juga ikut membeku.


__ADS_2