Kultivator Jalan Surgawi

Kultivator Jalan Surgawi
CH-81 Tak Berharga


__ADS_3

Pada akhirnya Xiao Qin menerima permintaan dari guru Wang untuk mengikuti turnamen refiner, karena hadiah-hadiah yang diberikan kepada pemenang terlihat menjanjikan. Selain itu, Xiao Qin juga ingin mengenal kota lain yang memiliki peradaban refining lebih tinggi dari kota Humminaria. Oleh karena itu, para kultivator tidak pernah datang ke kota Humminaria meskipun salah satu kota refiner.


Xian Lie Lie bersikeras ingin ikut turnamen refiner, walau pun dia tahu bahwa kemampuannya sudah pasti takkan bisa menandingi Xiao Qin.


Wu Jian Li masih tampak arogan saat memasuki ruangan turnamen, dia kelihatan yakin bisa memenangkan turnamen antar akademi dengan mudah.


Seolah ingin memamerkan pedang 4 mata anginnya, si Wu Jian Li itu menggerakkan pinggulnya dengan kedua telapak tangan di pinggang. Xiao Qin malah menatapnya malas, baginya itu hanya sebuah kecacatan yang tak layak sama sekali untuk disombongkan.


Tanpa menunggu lama lagi, pertandingan pun dimulai. Semuanya mulai memanaskan perapian dengan manual, kecuali Xiao Qin. Setelah bosan melihati orang lain bersusah payah dia malah menyalakan api rubahnya untuk membakar logam-logam yang disediakan. Hal itu membuat terkejut banyak orang, hanya murid-murid dari akademi Jinchuan lah yang tidak terlalu terkejut karena sudah mengetahui trik ini.

__ADS_1


Sialan, dia menggunakan ilmu ghaib! Gerutu Wu Jian Li yang sudah pegal karena tangannya masih harus mengatur pompa perapian.


Dalam 10 menit, semua orang baru saja mendapatkan suhu yang maksimal untuk menempa sementara Xiao Qin sudah membereskan tempaan lagi dan memberikan hasilnya pada juri.


Awalnya Wu Jian Li meremehkannya, akan tetapi setelah juri itu memuji-muji pedang buatan Xiao Qin itu Wu Jian Li tak bisa menerimanya.


“Dia curang! Dia pasti menggunakan ilusi untuk menciptakan api terbang, kemudian menyiapkan pedang yang sudah selesai ditempa oleh refiner asli!”


Sebuah bola api biru melesat ke arah Wu Jian Li, membuatnya berguling-guling dan memohon ampun pada Xiao Qin.

__ADS_1


“Maafkan aku, maafkan aku!”


Xiao Qin menjentikkan jarinya dan api yang mengerumuni Wu Jian Li akhirnya padam, namun pakaiannya telah compang-camping hingga dirinya tampak seperti orang gila. Banyak orang menertawakannya, membuat dirinya merasa malu dan langsung pergi dari tempat turnamen dengan perasaan kesal.


Aku pasti akan membunuhmu!


“Kalau sudah tidak ada lagi yang harus kulakukan, aku akan pergi dari tempat ini. Terimakasih semuanya!” Xiao Qin membungkuk hormat dan langsung balik kanan pergi dari tempat turnamen.


Guru Wang berulang kali meminta Xiao Qin kembali karena penilaian belum berakhir, dan perilakunya yang buruk dapat berdampak negatif pada nilainya. Akan tetapi Xiao Qin sama sekali tak peduli, sudah tak ada yang bisa dia anggap berharga lagi di kota ini selain makanan dari restoran Xiefeng.

__ADS_1


Karena telah mengikuti turnamen yang seharusnya berlangsung selama 3 hari, Xiao Qin bisa pergi ke luar kota untuk mengeksplorasi dan mencari hal-hal menarik lain. Xiao Qin berharap dirinya bisa menemukan sesuatu yang sangat berharga seperti bebatuan meteor atau tumbuh-tumbuhan spesial. Kali ini dia pergi seorang diri karena berniat untuk menghabiskan malam di tengah hutan. Eksplorasi kali ini berjalan dengan lancar, Xiao Qin pun mendapatkan beberapa tumbuhan obat yang kualitasnya bisa dibilang kelas atas dan dapat digunakan sebagai penyokong kultivasinya nanti.


__ADS_2