Kultivator Jalan Surgawi

Kultivator Jalan Surgawi
CH-141 Konflik Keluarga


__ADS_3

Tian Ying membaca surat yang dibawa jendral Ming Wei dengan atas nama Xiao Qin, dia begitu terkejut saat tahu alasan jendral Lao Kang dan seribu prajuritnya mengundurkan diri.


“Ayah, kenapa kau malah bertindak seperti ini?”


Tian Ying menangis seharian, bahkan sampai matahari terbit kembali pun dia masih mendekam di dalam kamarnya dengan isak tangis yang tersisa.


Tian Zhao dan Tian Ling yang mendengar kabar tersebut pun datang menjenguk, mereka berusaha menenangkan adiknya itu dan menanyakan alasan dirinya menangis.


“Ayah memang sudah kelewatan, aku akan pergi menemuinya!” Tian Ling tersulut, tanpa basa-basi dia langsung pergi meninggalkan ruangan.


Tian Zhao mengejarnya, dia menghentikan tingkah adik pertamanya yang terlalu ceroboh.


“Ayah memiliki alasan untuk itu, lagi pula kau tak dapat menyalahkannya hanya demi orang luar.” Jelas Tian Zhao.

__ADS_1


“Orang luar apanya? Kak, bukankah kamu tahu bahwa Xiao Qin adalah orang yang disukai oleh Ying? Seharusnya Ying akan lebih mudah mendapatkan hati orang itu jika membuatnya naik tahta. Ayah tinggal memberi syarat untuk menikahi Ying jika Xiao Qin ingin naik tahta, apa susahnya coba?”


“Mungkin Ying tidak mengatakan bahwa dirinya menyukai Xiao Qin kepada ayah, jadi tidak memikirkan hasil seperti itu.”


“Makanya aku ingin pergi untuk mengatakannya, sebelum semuanya terlambat.” Tian Ling melewati kakaknya dan terus berlari dengan sangat cepat. Tian Zhao pun sudah kehabisan kata untuk dikatakan kepada adik pertamanya yang cukup keras kepala.


Tian Zhao memutuskan untuk menemani Tian Ying lagi, dia mengelus-ngelus rambut adiknya itu dan membiarkannya terus menangis hingga benar-benar tenang.


Di ruang tahta, Tian Ling sedang memarahi ayahnya. Dia mengatakan bahwa ayahnya itu tidak berpendirian, tidak bisa menepati janji, tak bisa berpikir lebih jauh, dan lain-lain.


Tian Ling semakin kecewa dengan ayahnya dan menyerang balik, hingga keduanya berselisih dengan adu pedang selama beberapa waktu.


Tian Ling bukanlah tandingan ayahnya sama sekali yang sudah menembus ranah surgawi gerbang kedua.

__ADS_1


Tian Zhi tak sengaja melancarkan serangan yang terlalu kuat karena emosinya yang meledak-ledak. Tian Ling mendapatkan luka yang cukup parah sampai-sampai dirinya saat ini tak sanggup untuk berdiri.


Kaisar segera memanggil tabib untuk mengobati luka anaknya, tapi Tian Ling menolak karena tidak mau dibantu oleh ayahnya.


Tak lama berlalu, Tian Zhao dan Tian Ying tiba. Mereka segera menyuruh tabib yang sedari berdiri di depan Tian Ling untuk mengobatinya.


Kali ini Tian Ling tak menghalangi tabib itu untuk mengobatinya, dia hanya menatap ayahnya dengan tajam dan mengepalkan tangannya.


Tabib menegur Tian Ling karena menggunakan tenaga saat diobati, sehingga lukanya kini semakin terbuka.


Tian Zhao tidak tahu bahwa ayahnya bisa semarah ini pada Tian Ling, dia juga tak tahu apa saja yang dilakukan adik pertamanya yang keras kepala tersebut.


Tian Ying juga tampaknya membenci Tian Zhi, dari tatapannya saja pun terlihat jelas bahwa dirinya malas untuk melihat sosok ayahnya.

__ADS_1


Hanya Tian Zhao yang bisa menjadi penengah diantara adik dan ayahnya, dia berusaha mencairkan suasana walaupun pada akhirnya tetap tak berhasil.


Tian Ying memapah Tian Ling keluar dari ruang tahta, Tian Zhao menatapi ayahnya yang sedari tadi terdiam seribu bahasa. Karena salah satu pihak telah pergi, Tian Zhao bisa lebih leluasa untuk memulai percakapan dan mengajak ayahnya minum teh.


__ADS_2