
Tepuk tangan diberikan sekali lagi oleh Lin Fei, “luar biasa, hebat sekali kau bisa mengetahui teknik itu, padahal teknik itu sudah menghiilang ribuan tahun lalu. Bahkan yang mengetahui teknik itu bisa dihitung dengan jari satu tangan, akan tetapi kini kau membocorkannya sehingga tidak menjadi rahasia lagi.”
Lin Fei mendekat ke arah Tang Qin dengan aura membunuh yang cukup pekat, bahkan Lin Mei sampai terduduk gemetaran saking takutnya.
Namun sepertinya Tang Qin tak terpengaruh sama sekali, Lin Fei mulai kesal kepadanya. Seluruh bawahan Lin Fei selalu terlihat ketakutan, sedangkan Tang Qin malah menatapnya penuh percaya diri, tidak terlihat takut sama sekali. Dia hendak mencekik Tang Qin, tetapi sesaat sebelum mencapai lehernya, tiba-tiba Tang Qin lenyap dari hadapannya bersama Lin Mei.
“Arrrrgh!” Lin Fei menggeram keras. Dia mengayunkan cambuknya secara membabi buta, bahkan kelima jari menjaga jarak darinya.
“Cari mereka sampai dapat, mereka tidak mungkin bisa meninggalkan tempat ini dengan cepat!”
“Baik!” Ucap kelima jari serentak, mereka dengan segera pergi dari tempat tersebut.
Disisi lain Lin Fei merasa dipermainkan, “Arrrgh!” sekali lagi Lin Fei mengayunkan cambuknya dengan membabi buta.
__ADS_1
Mata nya kini terlihat sangat merah, wajah Lin Fei kini memperlihatkan urat yang sebelumnya tak terlihat. “Bocah brengsek, aku pasti akan mencincangmu!”
***
Seorang anak kecil sedang berjalan-jalan dihutan sambil mengumpulkan kayu bakar, dia bersiul sepanjang jalan.
Dibawah pohon beringin, dia melihat seekor ayam hutan sedang mematuki anak kecil seusianya dan seorang wanita dengan pakaian serba hitam. Anak kecil itu menghampiri mereka, dia segera mengusir ayam hutan itu dan memeriksa kondisi keduanya.
Dia melihat sekeliling, tak ada orang disekitarnya. Ia kebingungan, karena jika ia kembali ke desa untuk meminta bantuan, dia khawatir sesuatu yang tak diinginkan terjadi pada mereka, sedangkan dia tidak bisa membopong mereka berdua seorang diri. Akhirnya dia pun memutuskan untuk menjaga mereka hingga bangun.
“Terimakasih!” Ujar Tang Qin.
“Ah, akhirnya kau bangun. Ayam bakarnya sudah matang!” Anak itu kemudian memberikan sebotol air dan ayam panggangan nya kepada Tang Qin. Tang Qin pun berusaha untuk memakan ayam tersebut, walaupun usus nya terasa seperti tertusuk jarum setiap kali ia menelan ayamnya.
__ADS_1
“Aku sangat berterimakasih atas bantuanmu, ngomong-ngomong siapa nama mu?” Tang Qin kemudian melirik Lin Mei yang masih tak sadarkan diri.
“Namaku Wanzhou, lalu siapa namamu?” Tanyanya balik.
“Aku...,” Tang Qin berpikir sejenak, “namaku Xiao Qin, dan kakak ku ini namanya Xiao Mei. Kami berkelana dari tempat yang sangat jauh, kebetulan di jalan kami bertemu bandit dan membegal kami. Kami pun kabur dari bandit-bandit itu, hingga akhirnya sampai di tempat ini.” Jelasnya.
Tak lama kemudian, Lin Mei terbangun.
“Ah..., badan ku sakit semua.” Lin Mei memegang perutnya. Dia terlihat sangat kesakitan hingga menangis.
“Kak Mei, tolong tahan sebentar. Wanzhou, aku masih kesulitan bergerak. Bisakah kau mencarikan beberapa beri ungu?”
“Eh, tapi bukankah buah itu beracun?”
__ADS_1
“Tolong ambil beberapa, buah itu bisa digunakan untuk meredam rasa sakit. Tolong ambil beberapa daunnya juga, daunnya memiliki khasiat untuk menetralkan racun.” Jelas Tang Qin.
Walau pun merasa ragu, dia akhirnya menuruti permintaan Tang Qin dan bergegas untuk mencari buah beri yang dimaksud.