
Di hari kedua latihan, Xiao Mei, Liefeng dan Wanzhou tampak buntu dengan teknik pedang hujan gerakan pertama.
Hari ketiga, Xiao Qin tidak lagi mengajari teknik pertama pedang hujan. Dia menyuruh ketiganya untuk berlatih tanding seperti biasa, dia juga membuatkan ramuan pembangkit bakat untuk Liefeng dan Wanzhou.
“Kenapa kak Xiao Mei tidak meminumnya?” Wanzhou penasaran.
“Ada alasan tertentu sehingga kakak ku tidak boleh meminum ramuan ini.” Jelasnya. Kemarin malam dia sudah menjelaskan pada Xiao Mei, jika ramuan pembangkit bakat diminumnya saat ini. Maka itu akan memicu lautan jiwa mengeluarkan potensinya. Karena lautan jiwa Xiao Mei sudah rusak, maka jika dia meminumnya saat ini akan membuat lautan jiwanya semakin rusak dan merasakan sakit yang luar biasa selama beberapa jam.
__ADS_1
Perkembangan latihan Wanzhou dan Liefeng lebih pesat dibanding Xiao Mei, karena keduanya selalu meminum ramuan buatan Xiao Qin setiap hari.
Tak terasa waktu pun terus berlalu, telah seminggu sejak hari pertama latihan. Wanzhou dan Liefeng tampak jauh lebih kuat, tinggi mereka bahkan sudah melampaui Xiao Qin. Padahal asalnya mereka sedikit lebih pendek dari nya. Xiao Mei pun tampak lebih bugar, luka nya sudah hampir sepenuhnya pulih. Xiao Qin juga terlihat lebih fit dari sebelumnya, walaupun luka dalamnya belum pulih 40% lagi.
Xiao Qin berniat pergi ke ibukota dengan Wanzhou, dia merasa Wanzhou memiliki potensi yang sangat bagus menjadi kultivator.
Pagi itu tabib Luan datang ke kediaman Ginbei, mereka berangkat dari sana dengan kereta kuda. Pakaian tabib Luan tampak lebih elegan dan mewah hari ini, dia membuat Wanzhou memandanginya sepanjang jalan.
__ADS_1
Sebelum Xiao Qin meninggalkan desa Chi, dia memberikan sebuah gulungan yang berisi 8 teknik pedang hujan. Liefeng sangat gembira akan hal itu dan berjanji bahwa dia akan berusaha semaksimal mungkin.
Perjalanan menuju kota Fu cukup jauh, membutuhkan waktu setengah hari untuk sampai disana. Di tengah jalan, rombongan Xiao Qin dihadang oleh sekumpulan bandit. Xiao Qin menghela nafas, dia keluar sendirian dan menyuruh yang lainnya diam di dalam kereta.
“Hei bocah kecil, apa yang kau lakukan di tempat seperti ini? Seharusnya kau sedang meminum susu ibumu!” Para bandit itu kemudian tertawa. Namun setelah beberapa saat orang yang mengatai Xiao Qin kehilangan kedua lengannya. Bandit itu berteriak kencang, namun sesaat setelah itu Xiao Qin tanpa ragu menebas kepalanya.
Sekumpulan bandit yang jumlahnya belasan itu berlari kocar-kacir karena seorang anak kecil, orang-orang tanpa martabat itu diburu oleh Xiao Qin sampai tak tersisa. Sebelum kembali ke kereta kudanya, Xiao Qin membersihkan darah yang ada di pedangnya. sementara itu pakaiannya masih sangat bersih, tak ada setetes pun yang jatuh pada pakaiannya.
__ADS_1
Untuk pertama kali nya, Wanzhou melihat orang terbunuh. Apalagi Xiao Qin membunuhnya dengan sangat kejam dan tanpa ampun, membuat mimik wajahnya menjadi sangat pucat. Kondisi tabib Luan tak jauh berbeda, dia memang pernah beberapa kali melihat orang meninggal dengan tragis. Akan tetapi dia tak pernah melihat pertumpahan darah secara langsung sebelumnya, apalagi cara yang dilakukan oleh Xiao Qin membuatnya semakin merinding.