Kultivator Jalan Surgawi

Kultivator Jalan Surgawi
CH-90 Naga Surgawi Tingkat Terbawah


__ADS_3

Saat membuka matanya, pangeran Zhao merasa sumringah karena sekarang bakat terpendamnya sudah terbangun. Aliran chi dalam tubuhnya terasa jauh lebih lancar, ke-12 meridiannya pun menjadi lebih kuat dari sebelumnya.


Setelah Xiao Qin mencabut semua jarum perak yang tertancap, pangeran Zhao lagi-lagi merasakan sensasi yang luar biasa dalam tubuhnya. Sekarang lautan jiwanya menjadi jauh lebih kuat, dan chi meluap-luap melewati 12 meridian ke seluruh bagian tubuh.


Pangeran Zhao langsung bersujud pada Xiao Qin, “aku atas nama pangeran ke-9 istana naga berterimakasih kepada tuan Xiao Qin. Di masa depan, di kala tuan Xiao membutuhkan bantuanku aku berjanji akan membalas budi dan melakukan yang terbaik untuk membantu anda.”


“Baik, aku pegang kata-katamu. Sekarang seraplah energi chi supaya kamu bisa menerobos ke tahap pembentukan roh.” Jelas Xiao Qin.

__ADS_1


“Apa!? Sebelumnya aku berada di tahap jiwa spiritual puncak, bukankah harusnya aku menerobos ke tahap pengumpulan jiwa spiritual tual dulu?” Pangeran Zhao terheran.


“Dulu energi chi mu tertahan di sebuah tempat dalam lautan jiwa dan bakatmu itu juga mengonsumsi sebagian besar chi yang masuk ke dalam tubuh. Setelah bakatmu itu bangkit, otomatis kekuatan tempurmu menjadi berlipat ganda dan seluruh chi yang diserap oleh makhluk di dalam tubuhmu itu dikembalikan karena sudah tidak memerlukannya lagi.”


“Ha!? Makhluk apa?” Pangeran Zhao terkejut karena baru tahu bahwa bakat terpendam di dalam tubuhnya adalah makhluk hidup.


“Naga surgawi tingkat terbawah.” Jawab Xiao Qin singkat, dia sudah malas untuk lebih banyak lagi berbincang karena ingin segera menyempurnakan kembali alat refining otomatis.

__ADS_1


Setelah puas bertanya-tanya, pangeran Zhao akhirnya pamit karena dia tahu bahwa Xiao Qin sudah menahan emosinya dan tak mau membuatnya benar-benar marah. Guru Wang pun ikut pamit karena urusannya juga sudah beres.


Semalaman, Xiao Qin terus mengotak-ngatik alat refining otomatisnya dan kini sudah berada di level yang berbeda dari sebelumnya.


Saat Xiao Qin menguap dan ingin sekali tidur, Xian Lie Lie dan guru Wang datang mengunjunginya. Mereka berdua hanya mengingatkan Xiao Qin untuk menghadiri kompetisi refiner di kediaman walikota. Awalnya mereka berdua ingin mengajak Xiao Qin untuk berangkat bersama, tapi melihat bocah kecil itu begitu kantuk dan kelihatan belum mandi, jadi mengurungkannya.


“Kalau begitu kami pergi duluan saja ya, jangan sampai lupa!”

__ADS_1


Xiao Qin mengangguk, setelah itu dia langsung tidur karena sudah tak tahan lagi menahan kantuknya. Jika dalam keadaan biasa mungkin saja dia bisa bertahan selama 3 hari tanpa tertidur, tapi karena pikirannya begitu berat membuat dirinya lebih cepat lelah dan kantuk. Sebenarnya bisa saja ia meminum pil untuk mengurangi rasa kantuknya, tapi dia tidak ingin bergantung pada obat seperti itu yang memiliki efek samping negatif.


Jika terlalu sering mengonsumsi pil penahan rasa kantuk, akan membuat si pengguna tidak terbiasa tidur lebih awal dan kesulitan jika orang tersebut belum benar-benar mengantuk. Daripada dia kehilangan kenikmatan untuk tidur nyenyak, lebih baik tidak bergantung pada obat-obatan kalau memang belum benar-benar terpaksa. Tapi, karena itu juga Xiao Qin hampir melupakan kompetisi refiner dan akan ketinggalan jika tidak dibangunkan oleh Jing Gao.


__ADS_2