Kultivator Jalan Surgawi

Kultivator Jalan Surgawi
CH-156 Dari Belakang


__ADS_3

Di dalam ruang pertemuan sekte bulan sabit, puluhan kultivator tahap surgawi telah berkumpul. Semuanya berbincang-bincang keuntungan yang bisa mereka dapatkan setelah peperangan berakhir, dan tak sedikit pun ada yang membahas tentang rencana perangnya.


Mereka sangat yakin bisa mengalahkan pasukan Tang Qin dan kerajaan Luxia dengan mudah, hanya Lin Fei saja yang sedikit khawatir dan telah menyiapkan rencana untuk dilaksanakan.


Para kultivator itu malah bertaruh satu sama lain, untuk menentukan siapa orang yang paling banyak membunuh musuh kali ini. Mereka mempertaruhkan emas, pil, dan sumber daya lainnya yang jumlahnya tidak sedikit.


Lin Fei membiarkan itu semua, daripada harus mengatur sedemikian rupa yang belum tentu ucapannya akan didengarkan.


3 hari berlalu, persiapan kedua pihak telah siap. Keduanya telah berada di medan tempur, yang jaraknya tak jauh dari markas sekte bulan sabit.


Orang-orang dari pihak sekte bulan sabit menyerang terlebih dahulu, puluhan orang di ranah surgawi langsung melesat dan mengacak-ngacak formasi pasukan Tang Qin.

__ADS_1


Bala bantuan dari kerajaan Luxia tinggal tersisa 20% setelah dihantam oleh sekumpulan pendekar di ranah surgawi. Lagi pula pihak kerajaan sangat memaksa ingin menempatkan pasukannya di garda paling depan, yang niat awalnya sebagai pencitraan. Karena pasukan kerajaan yang hampir musnah di awal peperangan, malah membuat nama mereka tercoreng di medan perang besar ini.


Cici dan beberapa orang dari klan hybrid membantu para kultivator asosiasi Wanjian untuk melawan puluhan orang di ranah surgawi itu. Kedua pihak bertarung sangat sengit, walaupun jumlah kultivator tahap surgawi dari sekte bulan sabit jauh lebih banyak.


Walaupun Cici hanya berada di ranah Yin Yang kelima, setidaknya dia masih mampu melawan kultivator surgawi yang baru memasuki gerbang pertama.


Orang-orang dari sekte bulan sabit lainnya ikut menyerang, mereka semua penuh percaya diri karena formasi pasukan lawan mereka telah tercerai-berai di bagian garda depannya.


Meskipun saat ini belasan ribu orang dari pihak Tang Qin telah meninggal dunia, para pasukan tidak goyah dan terus bertarung sekuat tenaga hingga titik darah penghabisan.


Lin Mei dijaga ketat oleh Wanzhou, mereka juga ikut bertarung melawan orang-orang dari sekte bulan sabit yang kiranya bisa dikalahkan.

__ADS_1


Tian Ying mengawasi mereka berdua atas permintaan Tang Qin yang saat ini tengah bersiap menghancurkan lawan dari dalam.


Tak lama berselang, garda paling belakang sekte bulan sabit mengalami kekacauan. Belasan orang mengobrak-abrik persediaan makanan dan senjata, serta membunuh para tabib yang bertugas mengobati pasukan.


Lin Fei sangat marah dan membawa beberapa orang di ranah surgawi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Hanya saja pergerakannya sedikit terlambat, semua tabib dan persediaan yang ada telah lenyap terbakar.


Tang Qin maju ke hadapan Lin Fei, dia mengeluarkan ‘Xing Wuxi’ yang saat ini berbentuk pedang.


“Apa kabar?” Tanya Tang Qin.


“Sangat tidak baik!” Lin Fei mengeluarkan cambuk nerakanya yang diselimuti api panas. Senjata itu merupakan pusaka tingkat kaisar. Benda seperti itu hanya ada beberapa di kekaisaran Liuyu, dan harganya pun mungkin akan dihargai puluhan milyar koin emas.

__ADS_1


Para pendekar lain dari pihak Lin Fei juga ikut mengeluarkan pusakanya. Walaupun tak sebanding dengan cambuk neraka, tapi pusaka tingkat raja juga merupakan pusaka yang bisa dibilang langka.


__ADS_2