
Gadis yang menolong Xiao Qin barusan ternyata adalah salah satu murid berprestasi di akademi Jinchuan, namanya Xian Lie Lie. Dia sudah menjadi refiner level 4 saat ini dan keahliannya sedikit di atas Wu Jian Li.
“Wu Jian Li, apakah seperti ini kelakuanmu terhadap anak kecil yang tersesat?” Xian Lie Lie mengeluarkan pedangnya secara perlahan.
Anak yang tersesat? Xiao Qin ingin sekali memberi tahu gadis itu bahwa ucapannya tidak benar, tapi ia pikir untuk menunda hal itu sampai dia berhasil mengusir Wu Jian Li dan anak buahnya.
“Dia bukan anak ter–“ Saat Wu Jian Li ingin membenarkan kata-kata Xian Lie Lie, perempuan itu langsung memotongnya tanpa mendengarkan sedikit pun perkataan Wu Jian Li.
“Jika kau ingin mengusiknya, jangan salahkan aku jika salah satu bagian tubuhmu lepas dari tempatnya!” Xian Lie Lie menghunuskan pedang, dia mengeluarkan hawa membunuh yang membuat bulu kuduk Wu Jian Li langsung berdiri.
Sial, keahlian berpedangnya lebih ahli dariku. Aku tidak mungkin bisa mengalahkannya. Meskipun ini sedikit menjengkelkan, aku harus kembali ke kantor wali kota untuk memberi perhitungan pada perempuan ini!
“Bao Yu, kita pergi sekarang!”
“Baik, kakak pertama!”
__ADS_1
Setelah kedua orang itu pergi, perempuan bernama Xian Lie Lie ini menyapa Xiao Qin.
“Apakah kau tidak apa-apa?” Tanya gadis itu.
Xiao Qin menggeleng, “aku bukan anak tersesat.” Ungkapnya.
“Eh?” Xian Lie Lie merasa tak percaya, “siapa namamu? Dimana orang tuamu?”
“Namaku Xiao Qin, aku ingin menjadi seorang refiner.” Jelasnya singkat.
“Eh...?” Xian Lie Lie menyuruh Xiao Qin mengulang perkataannya, dan Xiao Qin pun menurutinya.
Xiao Qin mengangguk, “tolong antarkan aku ke sana!”
Tiba-tiba, dua belah tangan memegang dan memainkan pipi Xiao Qin. Gadis itu merasa gemas dengan kelakuannya Xiao Qin yang imut, serta ekspresi dinginnya yang membuat Xian Lie Lie semakin suka.
__ADS_1
“Mari kita ke sana!” Xian Lie Lie menarik tangan Xiao Qin dan berlari dengan temponya, dia tak sadar bahwa Xiao Qin berhasil mengikutinya tanpa kesusahan.
“Senior Jing Gao, aku kembali!” Sapa Xian Lie Lie sambil terengah-engah.
“Oh, cepat sekali. Apakah kau sudah membawakan mineral yang aku minta?” Tanya pria kekar yang sedang memukul-mukul pedang setengah jadi dengan palu.
“Ah, aku lupa!” Xian Lie Lie mengetuk kepalanya sambil menjulurkan lidah, “aku akan pergi lagi untuk membawanya, tapi tolong jaga anak kecil ini sebentar ya!”
“Siap! Eh, anak kecil?” Jing Gao melirik ke arah Xiao Qin yang secara tiba-tiba ditinggalkan oleh Xian Lie Lie.
Karena tertarik, Xiao Qin mendekat ke arah perapian dan mengecek kualitas pedang yang ditempa oleh Jing Gao.
“Jangan dipegang, itu panas!” Jing Gao memperingatkan, dia hendak menarik lengan Xiao Qin namun pada akhirnya tidak kena.
Hal itu malah membuat senior Jing Gao tersungkur, dan wajahnya hampir mengenai pedang panas yang ia sedang tempa. Untung saja Xiao Qin mengambil pedang tersebut dan senior Jing Gao hanya mendapatkan luka ringan.
__ADS_1
Xiao Qin memperhatikan pedang itu dengan seksama, kemudian membakar pedangnya dengan api rubah.
“Hei, apa yang kau lakukan?” Tanya Jing Gao sambil memegangi pipinya yang sakit, matanya melotot saat melihat pedang setengah jadinya sedang melayang dan diselimuti api berwarna biru.