Kultivator Jalan Surgawi

Kultivator Jalan Surgawi
CH-142 Tidak Bisa Diremehkan


__ADS_3

Di dalam gazebo tempat biasa kaisar minum teh, Tian Zhao tampak sedang menjelaskan alasan adik pertama dan kedua begitu marah kepada ayahnya. Tian Zhi pun menyesal karena sebelumnya tidak mengetahui permasalahan Tian Ying yang jatuh cinta, mungkin saja perkara ini bisa dihadapi dengan lebih mudah.


“Tian Ying sangat pemilih terhadap pria, dia bisa jatuh cinta kepada Xiao Qin bukanlah hal yang mudah.” Ujar Tian Zhao.


Kaisar menghela nafas, “Xiao Qin bukanlah orang sembarangan, dia memiliki begitu banyak siasat dan latar belakang yang tak bisa kuselidiki. Jika pun dia benar-benar bisa mengembangkan kekaisaran ke tahap yang lebih tinggi, aku hanya takut bahwa ada pihak lain yang tidak suka dan mengincar kekaisaran kita.”


Tian Zhao juga paham, ditambah lagi Xiao Qin bersedia menjadi seorang kaisar berarti ada tujuan yang ingin dicapainya dengan bantuan kekaisaran. Belum tentu memberikan tahta kepada Xiao Qin adalah pilihan terbaik.


Tian Ying datang menemui ayah dan kakaknya dengan memakai caping yang dilengkapi cadar setengah tembus pandang, dia juga ikut duduk di samping kakaknya dan menuangkan teh untuk dirinya sendiri.


“Tian Ying, ayah benar-benar ....”


“Nasi sudah menjadi bubur, kesalahan yang telah ayah perbuat tidak bisa diperbaiki hanya dengan perkataan maaf.” Tian Ying menyela.

__ADS_1


“Lalu apa yang harus ayah lakukan?” Kaisar Tian Zhi tak tahu harus bagaimana dia menebus kesalahannya. Apalagi dia tak mengirim mata-mata untuk mencari tahu keberadaan Xiao Qin.


Tian Ying meneguk tehnya, “Xiao Qin memiliki hubungan yang erat dengan asosiasi Wanjian, mungkin meminta bantuan salah satu petinggi dari asosiasi itu adalah hal terbaik yang bisa kita lakukan saat ini.”


Kaisar percaya dengan perkataan putrinya itu, dia segera memanggil seorang kasim namun dihentikan oleh Tian Ying.


“Lebih baik kita yang mengunjungi petinggi asosiasi itu, karena saat ini kita yang membutuhkan bantuan dari mereka.” Ujar Tian Ying.


“Adik, kupikir masalah ini lebih sulit dari yang aku bayangkan. Bisakah adik menjelaskannya padaku?”


Kaisar juga berpikir demikian, lagi pula dia mengakui kehebatan putrinya yang mana jauh lebih ahli hal politik dibanding dirinya.


Tian Ying tersenyum di balik cadar, dia memegang gelas tehnya hingga retak.

__ADS_1


“akan sulit bila menjelaskannya tanpa contoh. Ayah, apakah kamu memperhatikan kekuatan 8 keluarga besar akhir-akhir ini?” Tanya Tian Ying.


“Iya, ayah menjadi lebih sibuk akhir-akhir ini karena harus mengstabilkan perekonomian mereka.” Jawab kaisar berterus terang.


“Apakah ayah tahu alasan mengapa perekonomian mereka menjadi tidak stabil? Padahal sebelumnya selalu ada peningkatan atau setidaknya tak pernah menurun.”


“Jangan-jangan?” Kaisar Tian Zhi begitu terkejut, dia tak menyangka bahwa Xiao Qin adalah seorang pendendam.


Tian Zhao tidak begitu memahami, tapi setidaknya dia paham bahwa kemerosotan 8 keluarga besar terkait Xiao Qin.


“Mungkin kakak tidak tahu, sebelumnya di balai pelelanganku terjadi suatu hal yang tak terduga. Seorang nona muda dari keluarga Jing membuat masalah dengan Xiao Qin dan 7 keluarga lain yang menyaksikan hal tersebut tampak tak peduli dan menjadikan hal tersebut sebagai tontonan menarik. Alhasil seluruh penjaga yang dibawa oleh nona muda keluarga Jing itu dibantai dan balai pelelanganku pun terancam hancur jika aku tidak segera bertindak. Hanya karena melihat logo kekaisaran di pakaianku barulah Xiao Qin memberikan muka untuk melepaskan nona muda itu, kemudian mengharuskanku untuk membayar harga yang cukup mahal untuk melepaskan nona muda tersebut.”


Tian Zhao pun akhirnya paham dengan maksud Tian Ying, orang yang membuat masalah dengan Xiao Qin hanya memiliki akhir yang menyedihkan. Bahkan 8 kekuatan terbesar di kekaisaran pun tak dapat menakutinya, begitu pun dengan kekaisaran yang hanya memiliki orang dan harta lebih banyak dari kedelapan keluarga besar.

__ADS_1


__ADS_2