
Kaisar ternyata benar-benar memiliki niatan untuk menyerahkan tahtanya kepada Xiao Qin, yang mana tanpa sengaja Xiao Qin meneguk segelas tehnya sampai habis.
Xiao Qin berpikir sejenak, akhirnya dia sadar bahwa dirinya hanya akan dijadikan taruhan untuk meramaikan perebutan tahta.
“Yang mulia terlalu menganggap tinggi diriku, bahkan kultivasiku ini terlalu rendah dibandingkan puteri Tian Ying.” Xiao Qin berusaha menolak dengan kata-kata halus.
“Sepertinya tuan Xiao telah menyadari niatku, aku hanya bisa memohon pada tuan agar tahtaku di kemudian hari tidak akan kosong.”
Xiao Qin melakukan sedikit peregangan di lehernya, “bukan itu masalahnya, aku hanya takut tujuan Yang Mulia nantinya malah tidak akan tercapai.”
“Maksudnya, apakah kamu yakin bisa mengalahkan ketiga anakku?” Sorot mata kaisar Tian Zhi tampak begitu serius.
Xiao Qin tidak menjawab pertanyaannya lagi dan berdiri dari kursinya, “lebih baik Yang Mulia pikirkan saja sendiri jawabannya, yang pasti aku akan menerima tantangan jika Yang Mulia telah menyiapkan hati.”
__ADS_1
Di dalam hati, Xiao Qin berharap kaisar Tian Zhi terpancing. Jika dirinya benar-benar menjadi kaisar selanjutnya, akan lebih mudah memusnahkan sekte bulan sabit dan mencari orang yang tersisa dari sekte Hijau Daun.
Sepulangnya Xiao Qin, kaisar langsung mengirimkan pesan kepada kedua anaknya agar kembali ke istana kekaisaran dalam waktu dekat. Begitu pula dengan Tian Ying, dia terlebih dahulu diinterogasi oleh ayahnya tentang seberapa yakin dia mampu mengalahkan Xiao Qin.
Kaisar Tian Zhi tak percaya bahwa puterinya itu mengatakan bahwa dirinya tidak ada apa-apanya dibandingkan Xiao Qin dalam pertarungan, dan berterus terang tidak akan sanggup menerima serangan Xiao Qin lebih dari 3 kali.
Kaisar tidak tidur semalaman, berpikir tentang resiko dan kelebihan jika memberikan tahtanya kepada Xiao Qin. Dia menyuruh orang untuk mencari tahu latar belakang utama yang dimiliki oleh Xiao Qin, serta prestasi apa saja yang telah diperoleh sebelumnya.
3 bulan berlalu dengan kedamaian, Xiao Qin dan yang lain berjuang mati-matian untuk mengembangkan kemampuan mereka di dalam pagoda 9 galaksi.
Xiao Qin sendiri telah menerobos lingkaran ke-5, dan kini tengah mencoba kekuatannya dengan Cici yang telah menjadi hewan mistis tingkat ke-10.
Hewan mistis tingkat ke-10 kekuatannya setara dengan kultivator di tahap Yin Yang lingkaran kedua.
__ADS_1
Undangan dari kaisar kini datang lagi, dan tepat pada saatnya Xiao Qin baru ingin mengajak Cici jalan-jalan.
Dengan menaiki Singa mistis, Xiao Qin pergi seorang diri ke istana kekaisaran. Para pengawal yang ditugaskan untuk menjemput Xiao Qin malah tertinggal jauh.
Sesampainya di istana kekaisaran, sesuai dugaan bahwa putra pertama dan keduanya telah kembali dari medan perang. Mereka terlihat begitu angkuh, dan menatap Xiao Qin sebagai makhluk rendahan.
Tian Ying begitu terkejut melihat aura dari singa mistis yang nampak jauh lebih kuat dari sebelumnya, apakah ini hewan mistis yang kuberikan di balai pelelangan pada hari itu?
Xiao Qin turun dari punggung Cici, dia mengelus-ngelus bulunya Cici terlebih dahulu sebelum menyapa kaisar.
Kaisar kemudian memperkenalkan kedua anaknya yang lain, namanya Tian Zhao dan Tian Ling. Tian Zhao adalah anak pertama kaisar, yang seharusnya dialah pangeran mahkota saat ini. Tian Ling juga memiliki bakat yang tak jauh berbeda dengan Tian Zhao, keduanya sering disebut monster kembar di medan perang.
Kultivasi mereka berdua telah mencapai ranah Yin Yang lingkaran ke-6, yang tentu saja jauh lebih kuat daripada Tian Ying yang hanya berada di lingkaran ketiga.
__ADS_1
Xiao Qin menyembunyikan auranya kali ini, agar kedua putra kaisar itu tidak terlalu mewaspadainya. Lagi pula sangat merepotkan, jika kedua orang itu menghalalkan segala cara demi mengalahkan dirinya.