Kultivator Jalan Surgawi

Kultivator Jalan Surgawi
CH-107 Memperkokoh Pondasi


__ADS_3

Semua orang yang melihat Xiao Qin membunuh salah satu dari palu dewa merasa tak percaya, karena bagi mereka pun seharusnya tidak semudah itu membunuh kultivator di tahap langit ke-6.


“Sebaiknya kalian jangan pernah bertemu denganku lagi, apalagi menyentuh orang-orangku. Jika tidak, ku pastikan seluruh anggota klan kalian akan mati ditanganku.” Xiao Qin segera masuk ke dalam pagoda 9 galaksi setelah mengucapkan hal tersebut. Sementara itu, orang-orang 3 klan besar di kota Qinhai masih tercengang dan tak percaya dengan apa yang dilihatnya.


Bocah itu ternyata lebih kuat dariku. Jika dia benar-benar marah dan ingin menghabisiku, pasti sekarang aku hanya tinggal tersisa nama. Tetua klan phoenix segera pergi dari tempat tersebut dengan rasa takut.


Sial, aku telah menyinggung bocah iblis itu. Jika bertemu lagi dengannya, sudah pasti aku akan dibunuh. Sepertinya aku harus mengurung diri selama beberapa tahun. Gumam nenek tua dari klan racun, yang kemudian segera bergegas pergi juga.


Sisanya mulai bubar secara bertahap, dan tempat tersebut pun menjadi hening dalam seketika.


3 palu dewa yang menyaksikan salah satu rekannya terbunuh secara mengenaskan merasa tak percaya, mereka bertiga berduka cita dan membawanya untuk disemayamkan.

__ADS_1


Di dalam pagoda 9 galaksi, Xiao Qin memulihkan kekuatan jiwanya dan meracik beberapa pil untuk berkultivasi untuk sementara waktu.


“Tuan, sepertinya anda terluka cukup parah.” Rong Shi Zhi mendekat ke arah Xiao Qin, dia menyalurkan energinya untuk membantu penyembuhan tuannya.


“Terima kasih!” Ujar Xiao Qin singkat, dia lanjut berkultivasi untuk memperkokoh pondasinya.


Tahap pembentukan pondasi adalah salah satu tingkatan yang paling penting untuk melanjutkan kultivasi ke depannya. Keuntungan lainnya di dalam tingkatan ini ialah bisa memperkuat meridian, 516 saraf utama, serta memurnikan tulang.


Xian Lie Lie yang merasa cemas pada Xiao Qin kembali ke gedung turnamen. Begitu tercengangnya dia, saat melihat seluruh gedung yang begitu kokoh terluluh lantakkan dalam waktu singkat. Dia lebih khawatir pada Xiao Qin, kemudian meneriakkan namanya berulang kali dengan sangat keras.


“Xiao Qin, Xiao Qin, kamu di mana?”

__ADS_1


Gedung ini pun hancur lebur oleh hukum langit, lalu bagaimana dengannya yang merupakan target dari hukum langit? Aku tak percaya jika dia mati. Kamu harus hidup Xiao Qin, masa depanmu masih panjang!


“Kak, aku ada di sini.” Ucap seorang bocah kecil yang tak lain adalah Xiao Qin.


Xian Lie Lie langsung berbalik dan memeluknya, dia menangis tersedu-sedu di pelukan Xiao Qin selama beberapa waktu.


“Aku tahu bakatmu luar biasa, sampai mengguncang hukum langit. Awalnya aku juga iri dan ingin sepertimu, tapi setelah melihat bencana ini aku pikir lebih baik menjadi orang biasa.”


Xiao Qin mengelus punggung Xian Lie Lie dengan lembut, dan setelah adegan itu berakhir mereka segera pergi ke penginapan yang telah disediakan.


Keesokan harinya, muncul berita bahwa salah satu dari palu dewa telah meninggal oleh seorang pembunuh yang ingin merebut pusaka tingkat langit yang diciptakan oleh Xiao Qin. Dia meninggal dengan terhormat karena melindungi pusaka tingkat langit itu dengan nyawanya, sehingga palu dewa yang tersisa di kerajaan Linwu tinggal tersisa 3.

__ADS_1


Xiao Qin dinyatakan sebagai pemenang dari kompetisi tersebut, dan sekarang raja mengundangnya untuk datang ke istana.


__ADS_2