Kultivator Jalan Surgawi

Kultivator Jalan Surgawi
CH-153 Apresiasi


__ADS_3

Di tengah hutan, Wei Qi berulang kali melirik belakangnya dan takut diketahui oleh orang-orang dari sekte bulan sabit karena akan menemui Tang Qin secara diam-diam.


“Tak kusangka kau benar-benar kembali, sepertinya kau sangat memedulikan adikmu.” Ujar Tang Qin yang baru saja menghentikan meditasinya.


“Kau punya benda yang bisa menyembuhkan adikku atau tidak?” Tanya Wei Qi tanpa berbasa-basi.


Tang Qin tersenyum tipis, “aku yang melukai adikmu, kenapa kamu tidak marah dulu lalu meminta pil yang bisa menyembuhkan kakinya setelah itu?”


“Berikan saja jika kau punya, kalau tidak aku akan segera pergi sekarang juga!” Tatapan Wei Qi tajam, tak ada keraguan sedikit pun. Dia sudah siap mati ditangan Tang Qin, namun tetap akan berusaha selagi masih ada kesempatan.


“Baiklah, pil ini seharusnya mampu untuk menyembuhkan kaki adikmu!” Tang Qin melemparkan sebuah botol kecil ke arah Wei Qi, dan isinya benar-benar pil penyembuh.


Wei Qi tak percaya Tang Qin akan memberikan pil tersebut dengan begitu mudah, awalnya dia berpikir harus melakukan sesuatu yang diinginkannya dulu.

__ADS_1


“Apakah obat ini benar-benar mujarab?” Wei Qi merasa ragu, takutnya pil itu memiliki efek buruk.


“Tentu saja, aku baru mengetahui masa lalu kalian kemarin. Ternyata tidak sepenuhnya buruk, hanya terbawa oleh lingkungan yang buruk. Waktu itu aku hanya ingin menghukum adikmu yang tidak setia kawan dan mengambil jalan yang berbeda dengan si bayangan iblis. Akan tetapi, melihat keberanianmu aku ingin memberi apresiasi sekalian berbincang-bincang.”


Wei Qi mengepalkan tangannya, “apakah kau benar-benar bocah kecil yang 5 tahun lalu itu? Kenapa kau sampai memiliki kemampuan seperti ini? Pertumbuhan dan kultivasimu meningkat terlalu cepat dibanding orang lain.”


“Bukan urusanmu aku bisa menjadi seperti sekarang hanya dalam 5 tahun, yang pasti orang yang kau maksud itu memanglah aku.”


Wei Qi ingin segera memberikan pil pemberian Tang Qin kepada adiknya, tapi dia merasa sungkan karena pil itu benar-benar didapatkannya dengan gratis.


“Kalau begitu jangan ikut dalam peperangan antara sekte Hijau Daun dan sekte Bulan sabit. Ini semua demi kebaikanmu, bahkan aku bersedia menampung kau dan adikmu setelah peperangan berakhir.”


Karena Tang Qin tahu Wei Qi masih merasa sungkan untuk pergi, dia mendahuluinya dan terbang menuju kediaman sektenya.

__ADS_1


Wei Qi menemui adiknya dengan berbunga-bunga, dia memberikan pil pemberian Tang Qin kepada Wei Rong dan menyuruhnya untuk segera mengonsumsi pil tersebut.


“Apakah pil ini pemberian dari ketua sekte? Tumben sekali dia sangat murah hati mencarikan pil yang bisa menyembuhkan kakiku.”


“Sudahlah, cepat makan! Aku ingin segera melihat khasiat dari pil ini.”


“Baik, baik!” Wei Rong langsung menelan pil tersebut.


Beberapa waktu berlalu, Wei Rong membuka matanya kembali dan merasa begitu sumringah karena kakinya sudah bisa digerakkan lagi dengan normal.


“Kau harus menyembunyikan hal ini dari yang lain dulu, agar tidak perlu ikut serta dalam peperangan nanti.” Ujar Wei Qi.


“Tidak boleh seperti itu, kepala sekte sudah memberikanku obat mujarab pasti dia ingin aku melakukan sesuatu untuknya. Kau juga sangat tahu akan hal itu, atau jangan-jangan ....”

__ADS_1


Wei Qi menghela nafas, dia kemudian mengelus rambut Wei Rong dengan lembut.


“Kau memang adikku, bisa menyadarinya begitu cepat. Pil ini kudapatkan dari orang yang melukaimu waktu itu, dan aku sudah menyanggupi permintaannya untuk tidak ikut perang.”


__ADS_2