Kultivator Jalan Surgawi

Kultivator Jalan Surgawi
CH-16 Ramuan Pembangkit Bakat


__ADS_3

Xiao Qin mengetuk pintu, “nona tabib, tuan Ginbei, apa yang sedang kalian lakukan didalam? Pintunya terkunci lho. Apakah aku harus melaporkannya pada istri tuan Ginbei?”


Di dalam, Ginbei panik dan meminta Tabib Luan untuk membukakan pintu.


“Tanpa disuruh pun aku akan melakukannya!” Tegasnya. Dia langsung kembali dan membukakan pintu.


“Cepat sekali kalian melakukannya!?” Xiao Qin menutup mulutnya sambil tertawa kecil.


“Kau ini!” Tabib Luan hendak memukul Xiao Qin, akan tetapi dia mengurungkannya. Karena dia pikir, Xiao Qin akan melakukan hal yang lebih parah jika dia memukulnya.


Tabib Luan menghela nafas, “apa yang kau inginkan?”


Xiao Qin pun tersenyum, “aku hanya ingin meracik obat sendiri.”


Tabib Luan akhirnya menuruti permintaannya, dia tak ingin dicemooh lagi oleh anak berusia 6 tahun. Mereka berdua masuk ke dalam.


“Tolong jangan laporkan aku pada istriku, tuan Xiao!” Ginbei memohon.


Tabib Luan menamparnya, “apa yang harus dilaporkan? Lagi pula, tidak terjadi apa-apa.” Jelasnya.

__ADS_1


Xiao Qin sebenarnya ingin menjahili tabib Luan lagi, akan tetapi dia tak ingin Tabib Luan berubah pikiran lagi dan benar-benar mengusirnya.


Ternyata menjahili seseorang itu sangat menyenangkan, tapi aku tidak boleh melakukannya dengan berlebihan.


Tabib Luan memasukkan kembali semua obat-obatan yang ia taruh diatas meja ke dalam cincin penyimpanannya dan mengeluarkan beberapa peralatan untuk meracik ramuan ke atas meja.


Xiao Qin mengambil bahan-bahan yang sama dengan sebelumnya dan langsung meraciknya sendiri. Dia menumbuk sehelai daun pohon vampir dan sebuah batang kayu wangi putih secara bersamaan. Aroma dari kayu wangi itu memenuhi ruangan, dan hasil tumbukannya berwarna merah darah. Dia kemudian memasukkan 5 tetes air danau jingga dan warna racikannya berubah menjadi merah muda. Wanginya pun menjadi lebih harum, serta asap putih mengepul kecil diatas racikannya. Xiao Qin lanjut memotong-motong akar biru hingga halus, lalu memasukkannya ke dalam tungku pembakaran. Xiao Qin menyalakan tungku tersebut, dan membiarkan akar tersebut selama beberapa menit.


Tabib Luan memperhatikannya secara seksama, ternyata keahlian anak kecil ini tidak buruk.


Tak lama setelah itu, Xiao Qin melemparkan sepotong bambu air ke atas dan memotongnya dengan sangat cepat, memisahkan semua serat dari batangnya.


Tabib Luan kali ini cukup terkagum, dirinya sendiri bahkan tidak bisa meniru hal yang barusan ia lakukan.


Sepuluh menit berlalu, Xiao Qin akhirnya menyelesaikan ramuan miliknya. Berbeda dengan pembuatan pil, meracik ramuan tidak perlu menggunakan tenaga dalan untuk menyelesaikannya.


“Akhirnya selesai!” Ramuan berwarna biru itu dimasukkan ke dalam sebuah botol kaca.


“Kalau boleh tahu, ramuan apa yang kau racik itu Xiao Qin?” Tabib Luan penasaran. Dari ribuan resep ramuan yang ia ketahui, dia tak menemukan resep yang sama dengan yang dibuat oleh Xiao Qin.

__ADS_1


“Ini dinamakan minuman pembangkit bakat, jika meminumnya akan memperkuat lautan jiwa dan memperlancar aliran darah. Hal ini hanya berlaku bagi orang yang belum memiliki basis kultivasi atau tingkat kultivasinya masih rendah.” Jelas Xiao Qin.


Mendengar itu, Tabib Luan sangat tertarik untuk membuat ramuan yang dibuat oleh Xiao Qin. Dia mulai membayangkan proses pembuatan ramuan tersebut di dalam kepalanya.


Xiao Qin melirik ke arah Ginbei, akan tetapi Ginbei tak paham dengan isyarat darinya. Xiao Qin menghela nafas dan mengatakan langsung padanya, “aku sudah memiliki ramuan untuk anak mu, dan bahan-bahannya disediakan oleh Nona tabib.” Jelasnya.


Dengan penjelasan itu, akhirnya Ginbei paham.


“Nona Luan, berapa harga bahan-bahan ini?” Tanyanya.


Tabib Luan masih termenung, Ginbei pun mengulangi pertanyaannya.


“Tidak usah, aku akan memberikannya secara gratis.” Tutur nya.


GInbei merasa tidak enak dengan hal itu dan menanyakan harga bahan-bahan ramuan tersebut.


“Baiklah, aku akan menghitungnya. Lagi pula beberapa bahan yang diambil oleh Xiao Qin cukup mahal.” Tabib Luan mengingat kembali bahan-bahan yang diambil Xiao Qin, “ Sehelai daun pohon Vampir seharga 50 keping emas.”


Ginbei merasa merinding dengan harga yang diberikannya, tabib Luan melanjutkan ucapannya.

__ADS_1


“Batang kayu wangi seharga 20 keping emas, bambu air 5 keping emas, air danau jingga 7 keping emas per tetes, Xiao Qin mengambil 5 tetes menjadi 35 keping emas. Akar biru seharga 35 keping emas dan rumput api seharga 3 keping emas, jadi total semuanya adalah 98 keping emas.”


Mendengar jumlah itu, Ginbei sampai terduduk. Dia tak menyangka beberapa bahan itu bisa menyaingi pendapatannya selama 5 tahun.


__ADS_2