
Puluhan orang berzirah nampak sedang berlatih teknik berpedang, mereka semua melakukan gerakan yang sama sesuai aba-aba dari instruktur.
“Paman Jiao!” Teriak Xian Lie Lie sambil berlari ke arah seorang pria berzirah yang warna zirahnya sedikit lebih gelap dibanding yang lain.
Pria itu melirik ke arah Xian Lie Lie dan membuka helmnya, kemudian tampak seorang pria dewasa berambut perak dengan mata biru seperti langit.
“Lanjutkan latihannya!” Teriak paman Jiao, yang memiliki nama lengkap Jiao Ling.
Orang-orang berzirah tadi yang gerakannya terhenti sejenak pun melanjutkan gerakannya tanpa menunggu aba-aba lagi dari Jiao Ling sebagai instruktur mereka.
“Ada apa Lie Lie?” Tanya paman Jiao.
“Aku ingin mencoba senjata baruku, ini sangat hebat lho!” Wajah Xian Lie Lie nampak begitu berseri.
Jiao Ling tersenyum tipis, “senjata seperti apa yang sekarang kau buat?” Tanyanya.
“Senjata ini bukan buatanku, tapi ini ....” Xiao Qin tiba-tiba menggigit lengan Xian Lie Lie cukup keras, membuatnya mengaduh dan tak jadi melanjutkan perkataannya.
__ADS_1
“Ada apa Xiao Qin?” Tanya Xian Lie Lie sambil melihat bekas gigitan Xiao Qin di lengannya.
Xiao Qin menggeleng, dia berharap Xian Lie Lie paham akan maksudnya.
“Siapa dia?” Tanya paman Jiao.
“Oh dia, namanya Xiao Qin. Dia adalah murid baru di akademi Jinchuan.” Xian Lie Lie langsung memperkenalkannya, “dia juga yang ... aduh-aduh-aduh-aduh-aduh. Kenapa sih?” Xian Lie Lie sedikit kesal karena Xiao Qin lagi-lagi menggigit lengannya.
“Aku hanya sedikit lapar.” Jelasnya.
Ah, terserah dia saja. Jika ada orang yang menggangguku, tinggal ku basmi saja. Dengan kemampuanku saat ini, bisa membunuh semua pasukan di kediaman ini dalam satu jam. Ditambah lagi orang-orang di kota ini rata-rata tidak memiliki basis kultivasi, tidak ada yang bisa mengancam nyawaku.
Melihat Xian Lie Lie memamerkan pisaunya dengan sumringah, Xiao Qin pergi secara diam-diam dan berkeliling kediaman tersebut untuk mencari hal yang menarik.
“Bagaimana kalau kita langsung mencobanya saja?” Saran Jiao Ling yang sudah bosan mendengarkan ocehan Xian Lie Lie sedari tadi.
“Baiklah!” Timpal Xian Lie Lie begitu semangat.
__ADS_1
Jiao Ling pun mengeluarkan pedangnya dan menghunuskan ke arah Xian Lie Lie, “serang aku!” Ucapnya.
Tanpa menunggu lagi, Xian Lie Lie melancarkan serangan ke arah Jiao Ling yang langsung ditangkis dengan pedangnya. Meskipun tertahan, akan tetapi pedangnya tiba-tiba retak dan patah seketika. Membuat Xian Lie Lie dan Jiao Ling sama-sama menahan nafasnya.
Pisau apa itu? Kenapa begitu tajam? Pedang seharga seratus ribu keping emasku pun langsung patah dalam seketika.
“Gajiku selama setahun.” Jiao Ling merasa lemas, dia menghela nafas panjang sebelum akhirnya pergi meninggalkan Xian Lie Lie.
Xian Lie Lie pun merasa bersalah dan mengejar pamannya yang sedang pundung.
“Paman, aku benar-benar tidak tahu pedangmu akan benar-benar patah. Ku kira hanya akan ada sedikit goresan, maafkan aku ya!” Xian Lie Lie memelas.
Jiao Ling masih belum merespon, dia masih merasa tidak terima bahwa pedang seharga seratua ribu keping emasnya hancur.
“Nanti aku akan menggantinya ya, biar kumintai Xiao Qin supaya dia mau membuatkannya untukmu ya!” Xian Lie Lie terus membujuknya.
Jiao Ling terus berjalan tanpa memedulikan Xian Lie Lie, dan ternyata dia hendak pergi ke ruang harta untuk mengambil pedang kebanggaannya.
__ADS_1