
Makanan yang dipesan oleh Xiao Qin dan Ning Xia akhirnya tiba, “maaf menunggu lama. Silakan menu spesial restoran ini, seafood spesial mutiara dalam.” Ucap sang koki sambil menaruh piring di atas meja dan membuka tutup pancinya.
“Ini...”
Aroma dari makanan yang ada di hadapannya begitu menggoda dan memberikan kesan relaks padanya. Tanpa basa-basi lagi Xiao Qin langsung mencobanya.
Saat Xiao Qin menggigit dan merasakan tekstur udang yang ia makan, ia merasa ada semacam energi khusus yang masuk ke dalam tubuhnya.
Ini bukan chi, tapi aku merasa energi ini menyatu dengan chi ku dan menjadikan chi ku menjadi lebih kuat.
Xiao Qin memakan menu spesial restoran Xiefeng dengan begitu lahap, membuat sang koki dan Ning Xia merasa senang.
“Hei, mana pesananku!” Ning Xia memukul meja karena sudah kesal, nafsu makannya meningkat setelah melihat Xiao Qin yang begitu lahap.
“Eh, aku tidak tahu.” Koki itu tampak begitu terkejut, “apa pesanannya? Biar aku masak sekarang juga.” Ucapnya dengan tangan gemetar, dia masih trauma dengan kejadian yang menimpa 2 penjaga tadi.
__ADS_1
“Maaf nona, aku menyuruh koki lain untuk memasaknya karena aku melihat kepala koki begitu serius untuk membuatkan menu spesial restoran kita.” Ucap pelayan tadi sambil membawa sepiring makanan yang masih ditutupi.
Pelayan itu segera menaruhnya di atas meja dan membuka tutup sajinya.
“Cepatlah, sebelum Xiao Qin menghabiskan makanannya!” Ning Xia melirik ke arah piring Xiao Qin yang sudah hampir kosong.
“Tuan koki, bisakah anda membuat lebih banyak makanan? Sepertinya nafsu makanku saat ini sedang meningkat, jadi bawakan 10 porsi menu lain yang menjadi andalan restoran ini juga dan menu spesial ini lagi satu porsi sebagai hidangan penutup. Apakah bisa?”
Kepala koki yang mendengar hal itu merasa tak percaya bahwa Xiao Qin akan mampu menghabiskannya, akan tetapi dia segera membuatkannya karena nona kecil telah menyuruhnya.
“Sangat enak, restoran ini benar-benar luar biasa.” Ungkap Xiao Qin.
“Xiao Qin lagi, a...”
Ning Xia menyuapi Xiao Qin berulang kali, hingga ikan tuna kesukaan Ning Xia pun habis.
__ADS_1
“Pelayan, pesankan 1 lagi ikan tuna kesukaanku!” Ucap Ning Xia pada seorang pelayan yang bersiaga di dekatnya.
“Baik nona!” Pelayan itu bergegas pergi.
“Maaf Ning Xia, aku malah kebablasan dan menghabiskan makananmu.” Xiao Qin menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
“Tidak apa-apa, asalkan kau menyukainya. Lagi pula aku senang bisa menyuapimu seperti ini, kalau kamu mau aku juga ingin menyuapimu menu lain yang kamu pesan.”
“Eh, tapi bukankah itu seperti ....” Xiao Qin ragu untuk menyuapkannya.
Ning Xia yang sepertinya salah paham pipinya memerah, “apa salahnya jika aku menyuapi temanku? Apakah harus seorang istri atau pacar baru boleh saling menyuapi?”
Xiao Qin sangat ingin tertawa tapi menahannya, dia membalikkan badannya sebentar karena takut Ning Xia melihatnya dan menjadi sangat marah. Jika hal itu terjadi, mungkin saja dia diusir dari restoran Xiefeng sebelum dia memakan semua pesanannya.
Yang aku pikirkan itu seorang pelayan, bukan pacar ataupun istri. Anak zaman swkarang memang lebih mengenal tentang cinta, bahkan diumur yang sangat dini seperti ini.
__ADS_1