
Delapan peserta yang tersisa itu berusaha menyelesaikan tahap akhir. Dengan meneteskan darah ke atas permata yang diberikan oleh instruktur, blood line mereka bisa aktif. Semakin kuat blood line yang dimiliki, biasanya akan mendapat perlawanan yang jauh lebih kuat.
Xiao Qin terlihat sangat kesusahan mengendalikan blood line yang ia miliki.
Kekuatan blood line ini sangat kuat, aku harus mempertahankannya.
Tubuh Xiao Qin di penuhi keringat dingin, dia masih bertarung dengan blood line miliknya dengan sengit.
Sementara itu, Xiao Mei dan Wanzhou pun tampak kesulitan. Mereka juga berjuang sekuat tenaga untuk mengendalikan blood line yang tengah mengamuk dalam diri mereka.
Setelah kurang lebih 1 jam, Xiao Qin akhirnya menaklukkan blood line nya. Xiao Qin menghela nafas lega, akhirnya perjuangannya mendapatkan hasil yang memuaskan. Akan tetapi sesaat setelah itu, dia merasakan perlawanan lain dalam dirinya. Ternyata dia memiliki blood line ganda, dan masih harus berjuang kembali melawan kekuatan tersembunyi dalam dirinya.
__ADS_1
Karena telah mendapatkan blood line yang pertama, dia bisa menggunakannya untuk melawan kekuatan blood linenya yang kedua.
Instruktur Wei Tong terkejut sekaligus kecewa melihat Xiao Qin memiliki blood line api berwarna biru muda. Setahunya, blood line berwarna biru muda itu sangatlah jarang ditemui dan merupakan blood line cacat. Sementara itu, Wanzhou telah berhasil menaklukkan blood linenya yang ternyata berwarna emas.
“Blood line cahaya?!” Setelah melihat api biru, kali ini matanya di perlihatkan sesuatu yang lebih langka dan luar biasa. Blood line ini dapat meminjam kekuatan dewa secara langsung, di kehidupan sebelumnya pun Xiao Qin memiliki blood line ini.
Wanzhou merasa tubuhnya menjadi lebih kuat, bahkan dia merasa lebih percaya diri dari sebelumnya.
Wei Tong tak begitu tertarik dengan blood line api hijau yang dimiliki Xiao Mei. Lebih tepatnya, dia tak ingin berurusan dengan api tersebut.
Setelah 3 jam, akhirnya Xiao Qin berhasil mendapatkan blood line keduanya yang ternyata unsur air. Xiao Qin merasakan sebuah perlawanan lagi, tetapi agak berbeda dan jauh lebih kuat dari sebelumnya.
__ADS_1
Apa ini? Xiao Qin melihat rantai yang berbelit dalam pikirannya. Rantai itu mengunci sebuah sel yang di dalamnya terdapat seekor serigala berekor tiga. Serigala itu mengamuk berusaha menghancurkan sel yang mengurungnya. Saat Xiao Qin mendekat, dia langsung terpental jauh dari tempat tersebut dan kembali ke dunia nyata.
“Xiao Qin, apakah kau baik-baik saja?” Tanya Xiao Mei melihat keringat dingin yang dikeluarkan Xiao Qin lebih banyak.
“Tidak apa-apa, hanya saja perlawanan blood line ku tadi sangat ganas. Bagaimana dengan blood line kakak?”
Xiao Mei kemudian mengeluarkan api berwarna hijau dari telapak tangannya. Xiao Qin terkagum, blood line yang dimilikinya itu termasuk tingkat atas.
“Bagaimana dengan mu Wanzhou?”
Wanzhou mengeluarkan cahaya keemasan dari telapak tangannya, dia terlihat bangga dengan blood line nya sendiri.
__ADS_1
“Bukankah itu blood line cahaya?” Xiao Mei merasa tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Dari buku yang pernah ia baca, blood line cahaya itu sangat langka. Dari seratus ribu orang, yang memiliki blood line cahaya hanya ada 2 atau 3 orang. Selain itu, mengembangkan blood line tersebut sangat sulit dan latihan yang sangat keras.