
Malam itu, siluman roh kembali beraksi. Kali ini, targetnya merupakan kediaman salah seorang pejabat pemerintahan di kota Fu. Seisi rumah hancur berantakan, tak ada seorangpun yang selamat dari tragedi itu.
Walikota semakin geram, dia memerintahkan seluruh penjaga kota untuk memperketat pengawasan.
“Siluman ini sangat merepotkan, kita harus segera menghabisinya!”
Walikota Fu kemudian mengumumkan, bahwa barang siapa yang berhasil menangkap siluman itu hidup maupun mati akan diberi sebuah pedang pusaka.
Informasi itu sampai ke kota lain di dekatnya, banyak para kultivator atau orang yang memiliki nyali datang ke kota Fu untuk memburu siluman tersebut.
__ADS_1
Xiao Qin berdiam diri di penginapan selama beberapa hari. Saking fokusnya, dia bahkan lupa untuk makan dan minum serta tidur. Xiao Mei terpaksa mengambil cincin penyimpanan Xiao Qin untuk membeli makanan. Wanzhou pun berkultivasi di kamarnya, gadis berambut putih itu masih menginap di sana dan sesekali memperhatikan Wanzhou yang tengah fokus.
Karena tak ingin ketinggalan, Xiao Mei pun ikut berkultivasi. Sayangnya dia tak bisa berkultivasi selama Xiao Qin. Saat perutnya menggerutu dan kedua matanya merasa kantuk, dia tak berusaha untuk memaksakan diri. Karena Xiao Qin juga berpesan padanya supaya menjaga pola makan dan tidur sehat agar bisa berkultivasi dengan baik.
“Dia mengatakan hal itu, tapi dia sendiri tak memikirkan hal itu sama sekali.” Xiao Mei menggerutu, dia sangat ingin mencubit pipi adiknya yang menggemaskan itu.
Pikiran Xiao Qin saat ini berada di ruangan yang dipenuhi oleh buku. Ruangan tersebut dinamakan perpustakaan galaksi. Sebelum bereinkarnasi, Xiao Qin menghabiskan ratusan ribu tahun untuk membaca buku di tempat ini. Jumlah buku di tempat ini terasa tak terbatas, bahkan kini terlihat lebih banyak dari sebelumnya.
Setelah membaca seluruh isi buku, Xiao Qin tiba-tiba tertarik keluar dari perpustakaan.
__ADS_1
Xiao Qin membuka matanya, dia tengah duduk tegap dengan kedua tangannya di atas paha.
“Xiao Qin, kau sudah terbangun?” Xiao Mei mendekat dengan tatapan bosan.
Xiao Qin mengangguk, dia kemudian melihat cincin penyimpanannya yang kini berada di jari manis Xiao Mei.
“Sekarang hari apa?” Xiao Qin memegang perutnya yang menggerutu karena terlalu lama tidak diisi.
“Tunggu sebentar, aku akan memesan makanan untukmu.” Xiao Mei bergegas pergi meninggalkan Xiao Qin. Beberapa lama kemudian, dia kembali bersama Wanzhou dan seorang gadis berambut putih.
__ADS_1
“Siapa?” Xiao Qin terheran karena dia merasa tak pernah berjumpa dengan gadis berambut putih tersebut.
Gadis itu pun memperkenalkan diri, “Jia Mingyue dari sekte bukit awan.” Gadis itu tersenyum, sepertinya dia bisa melihat bakat yang dimiliki oleh Xiao Qin. Xiao Qin pun ikut memperkenalkan diri, dia tak bertanya lebih jauh karena belum mengenal sekte tersebut.