Kultivator Jalan Surgawi

Kultivator Jalan Surgawi
CH-42 Kakek tua


__ADS_3

Xiao Qin terengah-engah setelah berada di luar asosiasi dagang Wanjian dan menghentikan larinya, ia melihat seorang kakek tua yang hendak diusir oleh petugas ketertiban kota.


Kakek itu seorang kultivator di tingkat pembentukan pondasi, kenapa ia malah menjadi seorang pengemis?


Xiao Qin menghampiri para petugas ketertiban kota dan menyuruh mereka untuk berhenti.


“Bocah kecil minggirlah, kami tidak punya urusan denganmu!” Salah seorang penjaga ketertiban itu mendorong Xiao Qin sampai jatuh.


“Kalian tidak boleh kasar terhadap anak kecil, aku tidak akan segan kepada kalian jika mengganggunya lagi.” Ucap sang kakek.


Para petugas ketertiban itu tertawa, “memangnya apa yang bisa dilakukan oleh kakek tua renta sepertimu!?”


Dalam satu tarikan nafas, kakek tua itu memelintir kedua tangan petugas ketertiban tersebut hingga tangannya patah. Petugas itu mengerang kesakitan, di meminta temannya untuk menghajar dan membalas perbuatan si kakek.

__ADS_1


“Jangan sombong dulu kakek!” Seorang petugas ketertiban lainnya hendak memukul wajah sang kakek, hanya saja kakek itu mengadukan pukulan mereka hingga petugas ketertiban yang satu itu terpental ke depan pintu asosiasi Wanjian.


Para penjaga pintu asosiasi itu akhirnya tersadar bahwa bocah kecil yang memiliki token emas asosiasi sedang memiliki masalah dengan petugas ketertiban kota.


Dua dari empat penjaga pintu itu menghampiri Xiao Qin dan menanyakan masalahnya, para petugas ketertiban kota yang tersisa pun segera melarikan diri saat Xiao Qin menunjuk mereka.


“Untunglah tuan muda tidak kenapa-kenapa, terimakasih tuan ini telah menolong tuan muda kami.” Kedua penjaga itu menunduk hormat pada sang kakek.


“Kakek juga sangat kuat, kenapa kakek memilih untuk menjadi pengemis?” Tanya Xiao Qin.


“Tidak apa-apa, ini hanya hobiku. Jangan khawatir, jangan khawatir!” Kakek tua itu tertawa kecil.


“Apakah kakek mempunyai pekerjaan lain?” Xiao Qin mengganti pertanyaannya.

__ADS_1


Kakek itu mengelus jenggotnya, “memangnya kenapa jika aku memiliki pekerjaan lain?” Kakek tua itu seperti ingin menyembunyikan identitas dari Xiao Qin.


“Tidak apa-apa, aku hanya sedikit penasaran. Aku berterimakasih banyak pada kakek karena telah menolongku dari petugas kota yang berbuat seenaknya. Ku harap kakek akan mampir ke asosiasi Wanjian dan memilih hadiah yang diinginkan oleh kakek.”


Kakek itu tertawa lagi dan mengelus rambut Xiao Qin kedua kalinya, “kamu jangan terlalu baik pada orang asing. Niatmu memang baik, tapi maaf saja kakek tidak berniat menerimanya. Melihat senyum manismu itu saja sudah cukup bagi kakek, ku harap kamu bisa menjadi seorang pria yang tangguh dan hebat seperti kakek.” Tertawanya menjadi lebih lantang dan lepas, menarik perhatian beberapa orang yang berlalu lalang.


“Namaku Xiao Qin, apakah aku boleh mengetahui nama kakek?” Xiao Qin ingin mengorek sedikit lebih banyak tentang kakek ini, karena perilakunya cukup aneh.


Kakek tua itu nampaknya sedang berpikir beberapa kali, “panggil saja aku kakek tua.”


Xiao Qin mengerutkan kening mendengar nama samaran yang sangat simpel itu, membuat kakek tua itu merasa sedikit malu dengan pilihannya.


“Sekarang kakek mau pergi dulu ke suatu tempat, jaga dirimu baik-baik nak Xiao Qin.” Kakek tua itu mengambil tongkat cawannya sebelum pergi, kemudian melambaikan tangannya saat jarak diantara mereka sudah cukup jauh.

__ADS_1


__ADS_2