
Dengan berat hati, Ginbei menyepakati harga tersebut. Tangannya gemetaran saat mengambil koin emas dii dalam pakaiannya.
Xiao Qin tersenyum kecil, “tuan Ginbei tidak perlu membayarnya. Lagi pula, nona tabib telah mendapatkan bayaran yang lebih dari kata cukup.”
Tabib Luan juga ikut tersenyum, “iya tuan Ginbei, tadi aku hanya bercanda.”
Ginbei menghela nafas lega, meskipun begitu lengannya masih gemetar.
“Kurasa bayaranmu terlalu tinggi, jadi aku ingin membuat kesepakatan.” Jelas Xiao Qin.
“Kesepakatan? Emm..., baiklah aku sudah paham.” Ucap Tabib Luan. Dia sepertinya sudah tahu kesepakatan yang di maksud Xiao Qin. “Kamu ingin aku menjual ramuan ini pada tuan Ginbei kan?”
Xiao Qin pun mengangguk, Ginbei yang masih belum paham seratus persen hanya bisa memikirkan hal buruk.
“Tenang saja tuan Ginbei, kamu tidak perlu mengkhawatirkan soal keuntungan. Bagaimana kalau kita bagi rata 50%?”
Ginbei terkejut, akhirnya dia memahami pokok pembicaraannya.
__ADS_1
“Apakah itu tidak terlalu besar?” Tanyanya.
“Ah, apakah tuan Ginbei ingin keuntungan yang lebih besar? Kalau begitu bagaimana-“ sebelum Tabib Luan meneruskan kata-kata nya, Ginbei menyanggah.
“Tidak-tidak, aku setuju dengan bagi hasil 50%.” Tutur Ginbei.
Xiao Qin menggeleng, Orang sepertinya akan mudah ditipu. Apakah aku harus mempercayakan hal ini padanya? Ku harap saat Liefeng dewasa nanti, dia bisa membenarkan usaha ayahnya.
“Nona tabib, jika anda ingin mengetes kemanjuran ramuan ini masukkan saja garam murni ke dalamnya. Jika berhasil, warnanya akan menjadi putih seperti susu dan yang cacat akan berwarna ke merah-merahan. Meskipun begitu, tingkat keberhasilan 30% saja sudah cukup.” Jelasnya.
Tabib Luan mengangguk, “maaf kalau lancang tuan Xiao, aku ingin tahu tingkat keberhasilan ramuan yang anda buat.”
“Dan kalau boleh, jangan panggil aku tabib luan lagi. Ku harap tuan bisa memanggilku Luan atau Beili.” Jelasnya.
“Baiklah, untuk ke depannya aku akan memanggilmu nona Luan.”
Tabib Luan tampak senang akan hal itu.
__ADS_1
Xiao Qin kemudian mengambil 5% dari ramuannya sebagai percobaan, seberapa persen dia berhasil membuat ramuan tersebut.
Tabib Luan sangat penasaran, dia melihat ramuan itu berubah menjadi warna putih bersinar.
“Apakah tingkat keberhasilan ramuan ini 100%?” Tabib Luan yakin, bahwa ramuan yang dibuat oleh Xiao Qin ini sempurna.
“Lebih baik dari harapanku. Jika ramuannya bersinar seperti ini, maka tingkat keberhasilannya sudah pasti 200%.”
Tabib Luan terkejut, walaupun begitu dia tak mengira bahwa membuat ramuan ini sangat mudah. Xiao Qin ini sekarang bagi nya adalah sosok misterius yang tidak boleh dijadikan lawan.
“Tapi perlu diketahui, ramuan yang sudah dicampur garam murni tidak akan bisa digunakan lagi. Jadi gunakan itu sebagai sampel saja.”
Setelah berbincang sedikit tentang kerja sama, Xiao Qin pamit undur diri. Akan tetapi, tabib Luan ingin ikut pergi melihat efek ramuan buatan Xiao Qin.
***
Di lapangan itu, Liefeng dan Wanzhou sedang berlatih bersama. Mereka tampak kelelahan tapi tidak berani untuk menghentikan latihannya.
__ADS_1
“Liefeng, Wanzhou, saatnya istirahat.”
Xiao Qin kemudian memberikan masing-masing segelas minuman pembangkit bakat, Liefeng dan Wanzhou awalnya agak heran dan khawatir dengan warna minumannya. Namun setelah mencium wangi nya yang harum, Wanzhou memberanikan diri untuk meneguknya. Liefeng pun ikut meneguknya sambil menutup mata.