
Keesokan harinya, Xiao Qin, Xiao Mei, dan juga Wanzhou pergi ke paviliun alkemis untuk pamit, kemudian ke asosiasi Wanjian untuk sekalian mencari kendaraan.
Xiang Xiaolian sudah menduga hal tersebut dan telah menyiapkan satu kereta kuda berkualitas tinggi sekaligus kusirnya, karena hal itu pun Xiao Qin memberikannya apresiasi dengan sebuah resep pil tingkat ke tiga.
Setelah dirasa cukup, Xiao Qin dan yang lain mulai memasuki kereta untuk memulai perjalanan.
“Sampai jumpa, semoga kita bisa bertemu lagi di lain hari.” Xiang Xiaolian tersenyum pada Xiao Qin yang hendak masuk terakhir ke dalam kereta.
“Aku juga berharap seperti itu, semoga saja takdir menemukan kita kembali.”
Kereta kuda melaju kencang sesaat setelah Xiao Qin duduk di kursinya, meninggalkan Xiang Xiaolian dan kota Fu yang kedepannya hanya akan menjadi kenangan.
Dalam perjalanan kali ini, Xiao Qin dan Xiao Mei menghabiskan waktunya dengan canda tawa, karena mereka tidak akan berjumpa dalam kurun waktu yang cukup lama. Sedangkan Wanzhou hanya fokus untuk berkultivasi supaya tidak mengganggu mereka, lagi pula dirinya tidak memiliki keinginan khusus untuk ikut-ikutan melakukan acara perpisahan seperti yang dilakukan kedua adik kakak ini.
__ADS_1
Perjalanan menuju sekte Yin Yang ternyata membutuhkan waktu lebih dari satu minggu, dan selama itu Xiao Qin dan Xiao Mei sama sekali tidak berusaha meningkatkan kultivasi mereka, sedangkan Wanzhou sudah menembus jiwa spiritual tingkat ke-3.
Setelah mempelajari sebagian formula kultivasi yang diberikan Xiao Qin, kecepatan kultivasiku meningkat drastis. Selain itu, aku merasa tubuhku menjadi lebih kuat. Apakah ini karena kultivasiku yang meningkat? Tapi sebelumnya tidak merasa sekuat ini peningkatannya, yang lebih penting aku harus bisa mencapai tingkat yang lebih tinggi lagi.
“Wanzhou, kita tiba.” Satu sentuhan Xiao Qin berhasil membangunkan Wanzhou, membuatnya terkejut karena tertarik dari lautan jiwanya sendiri.
Apakah ini juga kemampuan khusus Xiao Qin? Gumam Wanzhou dalam hati sambil turun dari kereta kuda.
Huruf O terbentuk dari mulut Wanzhou saat melihat ribuan pulau beterbangan di atas langit, “luar biasa!” Ungkapnya.
“Saya hanya bisa mengantar sampai sini saja. Untuk tuan Xiao Qin, apakah anda ingin berkunjung ke sekte ini terlebih dahulu atau langsung pergi ke kota Humminaria?” Tanya sang kusir.
“Aku ingin memastikan mereka berdua diterima terlebih dahulu, setelah itu aku akan langsung pergi ke kota Humminaria.” Jelas Xiao Qin.
__ADS_1
“Baiklah kalau seperti itu, saya akan menunggu tuan di sini.”
Xiao Qin dan yang lain mulai berjalan di atas jembatan kayu untuk sampai di pulau utama, hal itu cukup mengerikan bagi Wanzhou dan Xiao Mei karena di bawah jembatan itu hanya ada jurang yang dalamnya mungkin mencapai ribuan meter. Semakin ke atas maka jurangnya akan semakin terlihat curam, hingga pada akhirnya mereka bisa sampai ke puncak berkat bantuan Xiao Qin yang sengaja menerapkan teknik biografi tingkat rendah untuk meringankan rasa takut mereka.
Saat sampai di pulau utama, tampaknya ada dua orang murid senior yang bertugas untuk menerima murid baru. Tanpa menunggu lama lagi, Xiao Qin mengajak Xiao Mei dan Wanzhou untuk segera mendaftarkan diri.
“Apakah kalian ingin menjadi murid baru?” Tanya salah seorang murid senior tersebut.
Xiao Qin memberi hormat dan salam pada kedua senior itu, “kedua saudaraku ini ingin mendaftar menjadi murid di sekte ini. Apakah ada persyaratan khusus?”
Kedua senior itu tampaknya meremehkan Xiao Qin, apalagi dia hanya seorang anak kecil yang sok-sokan bersikap dewasa.
“Kalian berasal dari keluarga mana?” Pandangan senior itu tertuju pada Xiao Mei yang berdiri di belakang Xiao Qin.
__ADS_1
Xiao Mei pun terkejut mendengar hal itu, dia belum menyiapkan jawaban dan alasan khusus karena harus menutupi identitasnya.