
Xiao Qin berdiri setelah merasa tubuhnya cukup mendapat perawatan, dan duduk di samping Xiao Mei yang masih belum sadarkan diri.
“Sebaiknya kamu jangan banyak bergerak, luka dalam mu itu masih belum sembuh.” Jelas Tabib Luan.
Xiao Qin mengangguk, “iya kak, terimakasih sudah mengobatiku. Akan tetapi, aku tak bisa membiarkan kakak ku ini menahan rasa sakitnya lebih lama.”
Kenapa dia lebih memikirkan kakaknya? Padahal luka yang dialami nya lebih parah di banding kakaknya. Lagipula, kenapa dia bisa mendapatkan luka dalam itu? Apakah dia diserang oleh pemilik ilmu khusus?
“Sebenarnya kenapa kalian bisa terluka seperti ini?” Tanya tabib Luan.
Xiao Qin menghiraukannya dan menekan titik akupuntur Xiao Mei, setelah itu ia baru melirik ke arah tabib Luan dan mengarang cerita.
“Saat itu kami diserang oleh sekelompok bandit, jika bandit biasa mungkin kakak ku bisa mengatasi mereka. Akan tetapi, para bandit itu memiliki kultivasi yang setara dengan kakak ku, bahkan pemimpin mereka jauh lebih kuat. Kakak ku sangat kerepotan dan pada akhinya mengalami luka dalam yang cukup serius, oleh karena itu aku....” Xiao Qin tidak meneruskan perkataannya karena Xiao Mei sudah siuman.
Sepertinya anak kecil ini bukan orang biasa, kakaknya berhasil dikalahkan oleh sekumpulan bandit yang kultivasinya jauh lebih tinggi. Seharusnya kemungkinan mereka untuk melepaskan diri tidak lebih dari nol. Jika ada orang yang membantu mereka, kenapa mereka berdua ada di tempat seperti ini?
Xiao Qin tersenyum, rencana nya untuk mengelabui tabib Luan berjalan dengan sukses.
Dengan begini, dia akan percaya dengan penjelasan ku yang belum jelas itu. Saat ini dia pasti kebingungan dan ingin mencari tahu, akan tetapi orang luar sepertinya takkan ikut campur terlalu dalam dengan urusan orang lain.
__ADS_1
“Kak, apakah kakak tidak merasakan sakit sekarang?”
Xiao Mei kemudian duduk, dia masih merasa agak pusing dan membiarkan tubuhnya pulih.
“Aku sekarang merasa jauh lebih baik.”
“Syukurlah!” Walaupun Xiao Qin berakting untuk mengelabui tabib Luan, tapi rasa khawatirnya itu adalah nyata.
Wanzhou juga merasa lega. Saat dia melihat seseorang menderita dihadapannya, dia selalu merasa tidak nyaman dan gelisah.
Liefeng yang sedari tadi berdiam diri di luar, akhirnya masuk ke dalam.
“Permisi!”
“Xiao Qin, Liefeng lah yang membawa tabib ini kemari.” Jelas Wanzhou.
Xiao Qin pun tersenyum, “terimakasih!”
Liefeng terlihat agak tersipu, “sama-sama!”
__ADS_1
“Lalu, apa yang kamu inginkan dariku? Aku tahu, kamu tidak akan berkunjung kesini jika tidak ada kepentingan.”
Liefeng terkejut Xiao Qin bisa memprediksinya, dia pun melirik ke arah Wanzhou.
“Liefeng ingin belajar ilmu pedang dari mu, Xiao Qin.”
Xiao Mei tidak terkejut sama sekali, karena dia sudah melihat dengan kepalanya sendiri kemampuan mengerikannya. Sedangkan tabib Luan semakin curiga, dia pernah menyaksikan ilmu pedangnya Liefeng sekali. Ia pikir, ilmu berpedangnya sudah cukup bagus dikalangan anak seumurannya.
“Xiao Qin dan Xiao Mei, maaf kalau lancang. Tapi bolehkah aku tahu kalian berasal dari mana?” Tanya tabib Luan.
Xiao Qin tampak sedang berpikir, saat ini dia masih belum tahu dimana dia berada. Xiao Mei kemudian mengambil inisiatif, “sebenarnya kita ada dimana, sepertinya aku kehilangan beberapa ingatan sebelumnya.”
Wanzhou pun menjawab, “desa Chi."
“Desa Chi?” Xiao Mei belum pernah mendengar nama ini sebelumnya.
Sepertinya tabib ini lebih merepotkan dari yang ku bayangkan, batin Xiao Qin.
Xiao Qin dan tabib Luan saling bertatap muka, Liefeng yang merasa atmosfernya menjadi lebih berat memutuskan untuk mencairkan suasana.
__ADS_1
“Tabib Luan, sebaiknya anda jangan terlalu mendesaknya. Xiao Qin pasti punya alasan tersendiri menyembunyikan latar belakangnya.”
Akhirnya tabib Luan pun berpikir demikian. Jika mereka dikejar oleh sekelompok orang berbahaya, menyembunyikan informasi terkait dirinya adalah hal biasa.