
3 hari berlalu, kompetisi refiner antar kota akan segera dimulai. Semua perwakilan dari tiga kota sudah berkumpul, bahkan keempat palu dewa akan menjadi pengawas telah bersiap siaga.
Ah sial, kenapa aku harus bertemu dengan iblis kecil ini lagi? Gumam Wuji Shu dalam hati.
Bocah sialan, waktu itu kamu mempermalukanku dan merendahkan pusaka yang kubuat. Lihat saja, jika kemampuan refiningmu lebih rendah dari yang lain, aku takkan ragu! Qin Jing mengepalkan tangannya.
Ming Chen dan Dong Po yang merupakan 2 palu dewa lainnya memperhatikan Wuji Shu dan Qin Jing yang sama-sama bersikap aneh hari ini, terutama Qin Jing yang terus menatap seorang anak kecil dengan tatapan kesal.
“Apakah anak itu gila? Dia malah ikut turnamen refining antar kota.”
“Dia sepertinya perwakilan dari kota Humminaria, yang beberapa tahun ini selalu mendapatkan peringkat terakhir.”
__ADS_1
“Sepertinya para refiner di kota itu sudah gila, bahkan membiarkan anak kecil sebagai tumbal karena tak berani memunculkan batang hidungnya lagi di turnamen ini.”
“Semuanya diam!” Pembawa acara berteriak dengan begitu keras, membuat orang-orang yang menggosipi Xiao Qin langsung terdiam seketika.
“Nah, begini lebih nyaman.” Gumam Xiao Qin pelan.
Xian Lie Lie tertawa tanpa suara, Xiao Qin juga ikut tersenyum sambil bertatapan dengan gadis yang ada di sampingnya itu.
Pembawa acara kemudian menjelaskan tentang semua peraturan yang ada selama turnamen, dia juga tak luput menyindir Xiao Qin dan kota Humminaria dengan kata-kata yang halus namun sangat tajam.
Saking kesalnya, Xiao Qin memasukkan semua logam dan mineral yang disediakan oleh panitia ke dalam tungkunya. Dia langsung membakar semua bahan itu dengan suhu lebih dari 10 ribu derajat hingga semua orang di dalam ruangan itu merasa seakan-akan dirinya berada di dekat kawah gunung merapi yang aktif.
__ADS_1
Terdengar suara gemuruh yang begitu keras dari luar ruangan, beberapa saat berlalu tiba-tiba petir menyambar dan menembus langit-langit ruangan turnamen tersebut. Ternyata petir tersebut merupakan hukum langit yang ditarik oleh pedang buatan Xiao Qin. Hal itu dikarenakan pedang yang dibuat oleh Xiao Qin adalah pusaka tingkat tinggi, ditambah lagi Xiao Qin hanya memerlukan waktu kurang dari 10 menit untuk menempa pusaka tingkat tinggi tersebut.
“Apa itu hukum langit!?” Ming Chen tak percaya bahwa selama masa hidupnya dia bisa melihat sebuah petir hukum langit, ditambah lagi kekuatan penghancurnya begitu besar dan terus bertambah.
Wuji Shu dan 2 palu dewa juga ikut tertegun, terutama Qin Jing yang meremehkan kemampuan refining Xiao Qin. Akan tetapi mereka juga ikut khawatir, karena banyak sekali kejadian para jenius refiner yang hancur karena gagal menahan sambaran dari petir hukum langit.
Konsentrasi para peserta lain buyar seketika, bahkan mereka semua harus melindungi diri supaya tidak tertimpa reruntuhan bangunan yang mulai berjatuhan.
Semua orang segera dievakuasi. Selain Xiao Qin dan 4 palu dewa, semua orang kini telah meninggalkan gedung turnamen.
“Kita harus membantunya!” Ming Chen langsung terbang ke arah Xiao Qin dengan cepat dan membantunya membuat perisai jiwa.
__ADS_1
“Benar, sayang sekali jika bakat semengerikan ini musnah oleh hukum langit.” Lanjut Dong Po yang segera mengikuti Ming Chen dari belakang.
Qin Jing dan Wuji Shu tak memiliki pilihan lain. Jika Xiao Qin berhasil menaklukkan hukum langit tersebut, maka mereka akan kesulitan membuat relasi dengan jenius itu di masa depan.