
Para tetua kini tak tinggal diam lagi, mereka menyuruh semua murid suci untuk bergabung dan menyerang Xiao Qin. Kedua belas tetua pun turun tangan demi menghadapi masalah di luar dugaan.
“Sudah kubilang aku tak ingin bertarung dengan kalian, kenapa malah mengerahkan lebih banyak orang untuk menghadapiku?”
Salah seorang tetua menghunuskan pedangnya, “tentu saja karena kau berani menerobos ke sekte ini?”
Xiao Qin menghela nafas, dia melemparkan token emas asosiasi Wanjian ke arah tetua tersebut dan membuatnya terdiam seribu bahasa.
Tentu saja dia terdiam, karena saat ini asosiasi Wanjian adalah organisasi terkuat di kerajaan Linwu. Selain kerajaan, tidak ada satu pun yang berani mencari gara-gara dengannya. Para tetua lain pun ikut terkejut, mereka saling tatap sebelum akhirnya membuang senjata mereka dan berlutut di hadapan Xiao Qin.
Setahuku token emas itu sangat berharga, dan tidak sembarang orang dapat memilikinya. Seorang pria yang memiliki token itu dan mengenal kami berdua tak lain adalah ....
“Xiao Qin!” Xiao Mei berlari ke arah pria remaja berpakaian hitam yang sedang tersenyum ke arahnya.
“Xiao Qin!?” Wanzhou merasa tak percaya, tapi karena Xiao Mei adalah kakaknya Xiao Qin, dia pikir bahwa Xiao Mei takkan salah.
__ADS_1
Xiao Qin dan Xiao Mei berpelukan, membuat orang-orang terharu dan cemburu kepada mereka berdua.
Karena tinggi badan Xiao Qin hampir setara dengan Xiao Mei, semua orang selain Wanzhou berpikir bahwa mereka adalah kekasih yang telah lama tak saling berjumpa.
“Apakah kakak betah di sini?” Tanya Xiao Qin.
“Iya, semua orang di sini ramah. Aku belajar pembuatan pil setiap hari dengan seorang ahli, dan sekarang aku telah mampu membuat pil tingkat ke-3 dengan kualitas sempurna. Walaupun tidak setiap pil yang kuciptakan memiliki kualitas sempurna, hanya satu dari lima pil saja.” Ungkap Xiao Mei.
Xiao Qin mengelus rambut Xiao Mei, “baguslah kalau memang seperti itu.”
Xiao Qin melepaskan pelukannya, kemudian dia berjalan ke arah Wanzhou dan menyentil jidatnya.
“Aku tak punya cara untuk membuktikan bahwa aku memang Xiao Qin, tapi aku memang Xiao Qin yang kamu maksud.” Jelasnya.
Wanzhou memegangi jidatnya yang sakit, “iya, iya, kamu Xiao Qin. Aku yakin bahwa kak Xiao Mei takkan salah mengenalimu, tapi tak perlu sampai memukulku juga ‘kan?”
__ADS_1
“Salah kamu sendiri tidak percaya.”
Wanzhou masih memegangi jidatnya yang sakit, “terus apa alasanmu datang ke sini sekarang? Bukankah dalam perjanjian kita akan bertemu dalam 3 tahun?”
Xiao Qin menghela nafas, “walaupun perkembangan kalian di sini bisa dibilang lumayan, tapi jika ikut denganku kalian akan bisa berkembang dengan lebih cepat.”
Wanzhou tak meragukannya sama sekali, lagi pula berkat gulungan kultivasi yang diberikan Xiao Qin sebelumnya dia bisa berkembang lebih cepat daripada orang lain di perguruan.
Xiao Qin melirik ke arah Xiao Mei, “kak, masih ada waktu sampai besok jika kakak ingin berpamitan dengan yang lain.”
Xiao Mei mengangguk, “aku hanya ingin berpamitan dengan guruku dan seorang teman yang selalu membantuku sejak awal.” Jelasnya.
“Baiklah, sekalian aku akan memberikan beberapa hadiah kepada mereka.”
Xiao Qin, Xiao Mei, dan Wanzhou pun kembali bersama. Mereka langsung berangkat ke sebuah puncak di mana guru Xiao Mei berada.
__ADS_1