
Hari itu Xiao Qin dan Xiao Mei pergi ke paviliun alkemis untuk daftar menjadi seorang alkemis. Sementara itu, Wanzhou melanjutkan kultivasinya di penginapan. Xiao Qin telah memberikan sebuah teknik berkultivasi padanya, yang sangat efektif bagi pemilik blood line cahaya seperti Wanzhou.
Seorang resepsionis wanita terheran, dan menolak formulir pendaftaran Xiao Qin.
“Adik kecil, tempat ini bukan untuk main-main. Kakaknya juga, kenapa anda membiarkannya mendaftar? Kalau anda masih saya perbolehkan, sedangkan adik kecil ini tidak mungkin mengerti tentang alkimia. Lagi pula, meskipun mengerti alkimia belum berarti bisa menjadi alkemis. Kualifikasi menjadi alkemis sangat tinggi, bahkan ada yang berpuluh-puluh kali mencoba dan tidak pernah berhasil.” Jelasnya.
Xiao Mei juga kebingungan, dia bahkan tidak tahu seberapa banyak yang diketahui Xiao Qin dan dari mana ia mengetahui semua itu.
Karena resepsionis itu menolak formulirnya, ia berniat untuk menemui murid kesayangan Guo Zi. Sebelum ia pergi dari tempat tersebut, Guo Zi datang dan terkejut dengan apa yang dilihatnya.
“Kamu!?” Guo Zi menunjuk ke arah Xiao Qin. Dia terkejut karena lautan jiwa Xiao Qin saat ini pulih kembali, “bagaimana bisa?”
Xiao Qin tersenyum, “guru besar, saya ingin mendaftar menjadi seorang alkemis. Sayangnya resepsionis ini tidak mau menerima formulir pendaftaran saya.”
Guo Zi menghela nafas, “Yinyi, biarkan dia ikut ujian alkemis.”
__ADS_1
Resepsionis itu terpatung sejenak, ia kemudian melirik ke arah Xiao Qin dan menerima formulirnya.
Anak ini, pantas saja Luan sangat segan padanya. Dia bisa memulihkan lautan jiwa yang sudah hancur, dan membuatnya lebih kuat dari sebelumnya.
Resepsionis itu kemudian mengantar Xiao Qin dan Xiao Mei ke tempat ujian. Di sana, belasan orang dari berbagai kalangan tengah menunggu waktu pelaksanaan ujian. Saat Xiao Qin dan Xiao Mei tiba, perhatian mereka tertuju pada Xiao Qin. Mereka saling berbisik, dan membicarakan Xiao Qin.
“Kenapa anak itu ada disini?”
“Apakah dia juga akan ikut ujian?”
Xiao Qin dan Xiao Mei duduk bersampingan, orang-orang itu masih membicarakan Xiao Qin sampai ketua paviliun tiba.
Nona Luan juga tiba, dia terkejut saat menemui Xiao Qin berada di sana untuk mengikuti ujian. Nona Luan kemudian duduk disamping Guo Zi.
“Guru, kenapa kamu tidak memberitahuku bahwa tuan Xiao Qin ikut ujian?” Bisik Luan.
__ADS_1
“Memangnya kenapa?”
“Aku ingin mengganti ujiannya, supaya bisa melihat kemampuan tuan Xiao yang sebenarnya.”
Guo Zi tertawa kecil, “tenang saja, aku akan menaikkan tingkat kesulitan ujian kali ini.” Jelasnya. Suara itu terdengar samar-samar oleh para peserta termasuk Xiao Qin.
Sebenarnya dia tak peduli, tapi dia merasa kasihan pada orang yang kemampuannya pas-pas an.
Xiao Qin mengedipkan mata beberapa kali ke arah Nona Luan. Saat Nona Luan meliriknya, dia menggelengkan kepala supaya Guo Zi tidak menaikkan kualifikasi ujian.
“Tuan Xiao bilang dia tidak ingin tingkat kesulitannya di naikkan.” Nona Luan tampak kecewa.
“Aku tidak peduli dengan permintaannya. Jika kamu ingin tingkat kesulitan ujiannya di naikkan, maka aku akan tetap menaikkannya.”
Nona Luan menggeleng, “aku tidak mau membuat masalah dengan tuan Xiao, jangan naikkan kesulitannya!”
__ADS_1
Guo Zi mengangguk, dia kemudian menyuruh para pengawas untuk memulai ujian. Belasan tungku kecil dikeluarkan, dan di taruh di depan masing-masing peserta.