Kultivator Jalan Surgawi

Kultivator Jalan Surgawi
CH-91 Diusir & Diremehkan


__ADS_3

Turnamen refiner kota Humminaria hampir dimulai, tapi Xiao Qin sama sekali belum menunjukkan batang hidungnya. Guru Wang kelihatan begitu gelisah, karena dialah satu-satunya harapan yang bisa membalikkan takdir para refiner di kotanya.


Xian Lie Lie sudah pergi ke lapangan bersama para peserta lain, membuat punggung guru Wang dibasahi oleh keringat dingin.


Ke mana kau dasar bocah sialan!?


Beberapa guru dari akademi lain menghampiri guru Wang, mereka semua menyombongkan murid-murid andalan dari masing-masing akademi.


“Meskipun begitu, akademi Jinchuan yang akan mewakili kota Humminaria tahun ini.” Guru Wang mengelus-ngelus jenggotnya, dia berusaha menyembunyikan rasa gelisahnya karena Xiao Qin masih belum tiba.


“Hmph! Nona Xian mu itu memang berbakat, tapi dibandingkan Jin Yu dia masih satu langkah di belakang.” Sahut salah seorang guru di akademi lain.

__ADS_1


“Kata siapa murid andalanku saat ini adalah dia, masih ada seorang monster lagi yang bakatnya tidak mungkin kalian bisa bayangkan.” Guru Wang mulai bisa tersenyum karena bocah yang ditunggu-tunggunya itu akhirnya datang.


“Guru Wang, maaf aku tidak datang lebih awal karena ketiduran. Jika senior Jing tidak membangunkanku, mungkin aku benar-benar akan ketinggalan kompetisi ini bahkan melewatkannya.” Jelas Xiao Qin berpura-pura merasa bersalah.


Jing Gao, sepulang ini aku akan mentraktirmu arak sepuasnya. Batin guru Wang.


“Wang Zi, sepertinya penglihatanmu akhir-akhir ini semakin tidak baik. Bocah kecil ini mau kau ikut sertakan turnamen refining? Mengangkat palu saja dia pasti akan kesusahan.”


“Benar, jika ingin melawak jangan di tempat seperti ini. Kalau walikota tahu akan hal ini, dia pasti akan menutup akademi Jinchuan.”


Para penjaga hendak membawa Xiao Qin pergi, “anak kecil tidak boleh bermain-main dengan api.” Ucap salah seorang penjaga.

__ADS_1


“Hahahahaha, sudah kubilang bocah itu tidak pantas ikut kompetisi ini.”


“Bahkan dia diusir oleh para penjaga, sungguh lucu sekali akademi Jinchuan ini.”


Perbincangan itu terdengar ke beberapa orang, hingga merambat ke seluruh orang yang hadir. Guru Wang sangat geram, tapi dia tak berani lagi bersuara karena ucapannya sudah dianggap bualan dan tak ingin menambah masalah lagi. Dia hanya berharap pada Xiao Qin bisa memperlihatkan bakat yang luar biasanya itu sehingga walikota percaya.


Tak disangka, para penjaga yang hendak membawa pergi Xiao Qin itu tak bisa membuatnya bergerak satu inchi pun. Padahal mereka semua telah mengerahkan kekuatan yang tidak sedikit dan makin kesusahan, hingga akhirnya para penjaga itu pun menyerah dengan cara kasar.


“Adik kecil, kakak akan memberimu seratus permen jika kamu mau pergi dari sini. Tolong jangan ganggu kompetisi penting ini. Jika kamu tidak lekas pergi, kakak akan kehilangan pekerjaan dan dihukum berat oleh walikota.” Ucapnya penuh harap. Dia sama sekali tidak memikirkan tentang kenapa dia tidak bisa menggusur Xiao Qin, karena harga dirinya saat ini begitu terancam.


Xian Lie Lie yang sedari tadi fokus memikirkan kompetisi akhirnya melihat semua itu dan membelanya.

__ADS_1


“Dia adalah murid dari akademi Jinchuan dan merupakan salah satu peserta kompetisi ini, kenapa kalian malah mengusirnya?”


Orang-orang yang melihat itu langsung tersontak, jika yang mengatakan hal tersebut itu adalah orang lain mungkin saja akan dianggap gila.


__ADS_2