Kultivator Jalan Surgawi

Kultivator Jalan Surgawi
CH-139 Resiko


__ADS_3

Para anggota klan hybrid semakin mewaspadai Xiao Qin, tapi mereka tak berani bertindak karena kepala klan mereka tidak memberi perintah untuk melakukannya.


Xiao Qin mengucapkan selamat tinggal kepada Xia Xia dan bergegas pergi ke pinggiran lembah neraka. Ia merasa sedikit heran kepada dirinya sendiri yang terbilang jauh lebih lembut kepada orang lain, padahal belum tentu orang yang ditolongnya bisa bersikap baik di masa depan.


Entah kenapa dalam pikiranku terus terbayang tentang kesetaraan makhluk hidup yang memiliki akal, kenapa ini bisa terjadi?


Xiao Qin merasa kepalanya agak pusing saat dirinya memikirkan lebih jauh tentang apa yang ada dipikirannya, seakan-akan hal itu sengaja ditanamkan di kepalanya.


Beberapa waktu berlalu, Tian Ying merasa gelisah dengan tingkah laku Xiao Qin yang menjadi aneh setelah bertarung dengan golem lava. Dia tak dapat memikirkan alasan kenapa Xiao Qin mencari beberapa mayat monster dan langsung kembali ke dalam lembah neraka tanpa satu patah kata pun.

__ADS_1


Tian Ying merasa lega saat dirinya bisa melihat Xiao Qin lagi, dia segera menghampirinya dan memegang kedua telapak tangannya.


“Kamu tidak apa-apa ‘kan?” Wajah Tian Ying menjelaskan seberapa banyak kegelisahannya.


Tian Zhao menggelengkan kepala, sedangkan Tian Ling malah menghampiri dan sengaja berdehem berulang kali.


Tian Ying langsung tersipu dan menjaga jarak dari Xiao Qin, dia memukul kakak keduanya cukup keras hingga meminta ampun.


Tian Zhao memerhatikan Xiao Qin, dia menghela nafas panjang karena adiknya harus berusaha lebih keras jika benar-benar ingin menaklukkan hati Xiao Qin. Dia juga sebenarnya ingin mendukung hubungan Tian Ying dan Xiao Qin, tapi dirinya tidak bisa membantu banyak karena belum berpengalaman juga.

__ADS_1


Setelah semuanya berlalu, Xiao Qin meminta agar perburuan monster ini segera berakhir lebih awal. Dia tak menjelaskan alasannya dan membuat ketiga saudara itu ragu, namun pada akhirnya tetap mendengarkan ucapannya.


Beberapa hari itu, seluruh prajurit dilarang untuk memasuki lembah neraka. Mereka semua mengeluh, terutama dari kelompok Xiao Qin yang telah mendapatkan banyak prestasi dan hadiah.


Kapal terbang pun akhirnya tiba untuk menjemput, kaisar sendiri bahkan datang untuk melihat hasil dari pertandingan. Dia sengaja memilih tempat ini untuk menghitung poinnya demi menghindari hasil terburuk, agar bisa menahan informasi dengan lebih mudah sehingga nama baik putra putrinya tidak tercoreng.


Kaisar Tian Zhi terkejut mendengar ketiga anaknya menyerah dalam pertandingan ini, dan menjadikan perburuan ini sebagai latihan bersama tanpa mempeributkan poin. Tian Ying juga berbisik pada kaisar, bahwa mereka bertiga telah setuju menjadikan Xiao Qin sebagai penerus selanjutnya kekaisaran.


Kaisar sangat bimbang, dia tidak begitu memahami kondisi saat ini. Dia juga kebingungan saat melihat sepertiga prajurit memakai set pusaka tingkat rendah, yang mana biasanya hanya dimiliki oleh pasukan khusus.

__ADS_1


Apakah dia yang memberikan pusaka-pusaka ini kepada prajurit?


Kaisar merenungkan hal tersebut terlebih dahulu, bagaimana pun dia terlalu terkejut dengan hasil yang dibuat oleh Xiao Qin. Jika kekaisaran berkembang terlalu pesat di tangan Xiao Qin, akan ada 2 hasil yang menanti. Pertama, kekaisaran Fei akan menjadi paling disegani di benua Yan. Kedua, kekaisaran Fei akan ditarget oleh kekaisaran lain dan memicu peperangan tiada akhir.


__ADS_2