
Guo Zi mengerutkan dahi setelah melihat keadaan Xiao Qin, dia menggeleng-gelengkan kepala.
“Ada apa guru?” Tabib Luan terheran dengan tingkah laku gurunya.
Guo Zi menghela nafas, “jika ucapanmu itu benar, sangat disayangkan. Anak kecil ini sudah kehilangan lautan jiwa nya, dia takkan bisa menjadi alkemis.” Jelasnya.
Tabib Luan sangat terkejut, Xiao Qin pun juga tak menyangka ketua paviliun alkemis kota Fu ini bisa menyadari hal itu dalam sekali lihat.
“Apakah itu benar, tuan Xiao?” Tabib Luan tak percaya, orang seberbakat dirinya ternyata cacat.
Wanzhou pun ikut tercengang. Walaupun dia baru dalam dunia kultivasi, dia tahu fungsi lautan jiwa.
Xiao Qin menghela nafas, dia tersenyum mengingat kecerobohannya.
Sudah berapa lama aku hidup dalam kedamaian, insting dan daya pikirku menjadi lebih tumpul dari sebelumnya. Sekarang, apa yang harus ku katakan padanya?
__ADS_1
Di tengah ketegangan itu, terdengar suara teriakan dari luar.
“Arrgh, tolong!”
Dalam sekejap, Xiao Qin langsung pergi ke sumber suara.
Aku yakin, itu pasti siluman!
“Ada apa guru?” Tabib Luan tampak gelisah, begitu pula dengan Guo Zi. Dia kemudian menjelaskan yang sebenarnya terjadi.
Xiao Mei berniat menyusul Xiao Qin, akan tetapi Guo Zi melarangnya karena sangat berbahaya. Xiao Mei sangat khawatir, tapi dia lebih khawatir jika kedatangannya malah menghambat Xiao Qin.
Di depan pintu masuk paviliun alkemis, seorang penjaga kelihatan seperti kerasukan sesuatu. Dia menjerit kesakitan sambil mencakar-cakar wajahnya sendiri. Rekannya sekalipun tampak ketakutan dan tak tahu apa yang terjadi, dia ingin meminta tolong tapi tak tahu harus kemana.
Penjaga yang kerasukan itu mulai menyerang kawannya, terpaksa kawannya itu harus melawan dengan sekuat tenaga. Ternyata kekuatan penjaga yang dirasuki itu meningkat berkali lipat, sehingga dia bisa menghempaskan rekannya dengan mudah.
__ADS_1
Tiba-tiba sesosok anak kecil muncul sambil membawa sebilah pedang, dia langsung menebas kepala penjaga yang kerasukan itu. Kemudian bayangan hitam keluar dari tubuhnya dan melarikan diri. Xiao Qin tidak mengejar bayangan itu karena terlalu cepat, lagi pula dia tak tahu apa yang sedang menanti jika dia mengejarnya.
Xiao Qin melirik ke arah penjaga yang masih tersadar, “anggap saja ini pekerjaanmu, aku tidak membantu apapun.” Jelasnya. Penjaga itu paham apa yang dimaksud Xiao Qin, dan langsung mengangguk beberapa kali.
Setelah merasa aman, Xiao Qin pun kembali ke dalam. Dia menaruh pedang yang ia pakak tadi ke tempat asalnya.
“Xiao Qin, kau tidak apa-apa?” Tanya Xiao Mei.
Xiao Qin menggeleng, “saat aku keluar tadi, semua kekacauannya sudah selesai.” Jelasnya.
Xiao Mei merasa tenang, begitu pula dengan tabib Luan. Guo Zi memperhatikan hubungan ketiganya.
Murid ku ini memanggil bocah kecil itu dengan panggilan tuan, sebenarnya siapa anak kecil ini sebenarnya?
Sepertinya orang ini sangat waspada terhadapku. Tapi selama wanita ini berada di pihakku, dia takkan berani melakukan hal buruk padaku.
__ADS_1
Xiao Qin kemudian meminta keterangan tentang kondisi kota Fu saat ini, dia tak menyangka bahwa ada siluman roh di kota ini. Dia bahkan sangat terkejut saat tahu korban dari siluman itu mencapai puluhan hanya dalam kurun waktu 3 minggu.