Kultivator Jalan Surgawi

Kultivator Jalan Surgawi
CH-111 Menjadi Teman


__ADS_3

Mendengar penjelasan dari ayahnya, Yin Xiehua tak percaya. Seharusnya kerajaan memiliki kekuatan untuk mempertemukannya lagi dengan ibunya, tapi kalau memang begitu mungkin sikap raja Yin Shang takkan begitu keras kepadanya.


“Jika kerajaan tidak bisa, bukan berarti tuan ini tidak bisa.” Yin Xiehua memegang lengan Xiao Qin lagi.


“Tapi itu adalah hukum semesta, bahkan kaisar sekalipun takkan mampu.” Yin Shang memberitahu.


Tapi Yin Xiehua tetap tidak percaya, dia terus merangkul Xiao Qin dan menjauhi ayahnya.


“Bukan berarti tidak mungkin sih, tapi hal itu memang mendekati kata mustahil.” Ungkap Xiao Qin.


“Tuh kan, tuan Xiao ini memang hebat. Wlee!” Yin Xiehua menjulurkan lidahnya dengan kedua tangan di atas telinga.


Yin Shang kemudian bersujud , mengagetkan Xiao Qin dan Yin Xiehua.


“Berdirilah, kamu adalah raja.”


Yin Shang tetap bersujud, “mohon bantulah aku untuk menemui istriku lagi. Tak peduli berapa bayarannya, aku akan menyanggupinya.”


Xiao Qin berpikir beberapa kali, memang bukan hal mustahil baginya tapi teknik yang harus digunakannya adalah sebuah teknik terlarang.

__ADS_1


Di tengah pertimbangannya itu, terdengar suara ketukan beberapa kali dan seorang pelayan masuk untuk mengantarkan pesan.


Dia segera meminta maaf dan bersujud karena telah melihat apa yang tak seharusnya dilihatnya, dia bahkan rela dihukum mati sekalipun asalkan keluarganya tak ikut terlibat.


Raja Yin Shang masih tak peduli dan terus bersujud, sampai pada akhirnya Xiao Qin menjanjikan hal yang diinginkan sang raja.


Xiao Qin kemudian bertanya kepada seorang pelayan yang masuk ke dalam ruangan tentang hal apa yang ingin disampaikannya.


“Klan phoenix, klan racun, dan klan pemburu monster meminta untuk bertemu dengan Yang Mulia dan tuan Xiao.” Jelasnya.


“Bagaimana tuan Xiao, apakah anda ingin menemui mereka?” Tanya sang raja.


“Kamu dengar itu?” Raja Yin Shang melirik ke arah pelayan tadi.


“I-Iya Yang mulia, akan segera saya sampaikan dan persiapkan.” Pelayan itu akhirnya berdiri dan pamit undur diri.


Beberapa waktu berlalu, Xiao Qin akhirnya berjumpa lagi dengan orang-orang dari ketiga klan besar. Semua orang yang terlibat pada hari itu tiba, kemudian ada beberapa orang lagi yang tidak ia kenal dari ketiga klan.


Mereka semua berbasa-basi terlebih dahulu untuk menyenangkan sang raja dan juga Xiao Qin, puteri kecil juga ikut tersorot karena terus mengikuti Xiao Qin.

__ADS_1


“Kalau boleh tahu puteri kecil itu siapa? Apakah saudari dari tuan Xiao?” Tanya kepala klan racun.


Wajah raja Yin Shang menjadi masam, membuat kepala klan racun dan anggotanya berkeringat dingin.


“Xiehua, perkenalkan dirimu.” Ujar Xiao Qin.


Kepala klan racun merasakan hal yang tidak enak, hingga menelan salivanya.


“Namaku Yin Xiehua, puteri dari raja Yin Shang.” Ungkapnya malu-malu.


Seakan tersambar petir, kepala klan racun segera meminta maaf pada sang raja dan juga puteri Xiehua.


Raja pun bersikap normal lagi, dan tertawa kecil.


“Tidak apa-apa, lagi pula puteri kecilku ini memang jarang keluar istana. Sekarang tuan Xiao menjadi temannya, dia begitu menempel hingga membuat kalian salah paham.”


Ketiga klan besar begitu terkejut, kemudian mengucapkan selamat karena tuan puteri telah memiliki teman baru yang sangat hebat.


Yin Xiehua pun merasa senang, dia berharap bisa menjadi lebih dekat lagi dengan Xiao Qin di kemudian hari.

__ADS_1


__ADS_2