
Ledakan energi terus terjadi saat palu Xiao Qin beradu dengan logam yang ia tempa, membuat guru Wang dan yang lain harus menahan tubuhnya jika masih ingin tinggal untuk melihat Xiao Qin menempa. Tentu saja mereka tak ingin melewatkan momen luar biasa seperti itu yang belum tentu dapat mereka lihat lagi di waktu lain.
Xiao Qin sendiri sebenarnya tak menyangka dia sudah bisa menggunakan teknik legendaris tersebut dengan kultivasinya yang sekarang.
Aku baru mencapai ranah jiwa spiritual tingkat kedua, tapi sudah bisa mengeluarkan 20% dari kekuatan sesungguhnya teknik guntur surgawi. Bahkan di masa kejayaanku dulu, hanya mampu mengeluarkan 50% potensinya. Semua ini berkat chi tingkat tinggi, jika aku bisa mengubahnya menjadi ki mungkin saja bisa mengeluarkan 100% potensinya saat membuka gerbang surgawi.
Satu jam berlalu, akhirnya pedang yang ditempa oleh Xiao Qin telah jadi. Karena ia menggunakan teknik legendaris itu, kekuatannya terkuras banyak dan kini bermeditasi sebentar untuk memulihkan staminanya.
Guru Wang tak berani menyentuh pedang yang berkilauan di atas meja penempaan, dia hanya melihatinya dari jarak dekat bersama yang lain.
__ADS_1
“Apakah yang aku lihat ini bukan mimpi?” Tanya si pria berambut cokelat.
“Lihat kemari!” Ucap si pria berambut merah, dia langsung menampar si rambut cokelat hingga tersungkur dan menanyainya apakah dia merasakan sakit atau tidak.
“Tentu saja sakit, kamu menamparku dengan begitu keras.” Ucapnya sambil memegangi pipinya yang merah.
“Berarti yang kita lihat ini bukan mimpi.” Timpalnya lega.
“Untuk apa aku memukul wajahku sendiri, wajahmu juga masih ada.”
__ADS_1
“Kau!”
“Sudah-sudah, jangan ribut dan mengganggu meditasi Xiao Qin. Dalam bermeditasi, kita butuh ketenangan dan suasana yang sepi.” Guru Wang mengingatkan.
Pedang yang dia buat kali ini terlihat ratusan bahkan ribuan kali lebih kuat dari pisau yang dia berikan untukku. Aku sepertinya memang tidak se spesial itu di matanya, tidak mungkin dia langsung mengakuiku sebagai orang berharga baginya. Xiao Qin memiliki terlalu banyak misteri dan rahasia, kemampuannya juga berada di luar nalar. Entah seperti apa latar belakang yang dia miliki, tidak seharusnya memilih kota Humminaria yang selalu kalah dalam kompetisi 5 tahun. Kota Bing, Yue, dan Dandelion selalu menjadi 3 besar dalam kompetisi itu, seharusnya bakat Xiao Qin lebih dari kata cukup untuk masuk ke dalam 3 akademi tersebut. Xian Lie Lie melirik ke arah Xiao Qin, dia benar-benar ingin tahu dengan apa yang dipikirkan olehnya hingga bersedia masuk ke akademi Jinchuan.
Tak disangka, dalam waktu singkat itu Xiao Qin berhasil menerobos jiwa spiritual tingkat ketiga. Sekarang kekuatan fisiknya menjadi 3 kali lebih kuat, serta stamina yang ia miliki bisa bertahan lebih lama.
Xiao Qin membuka matanya sesaat setelah dirinya telah menerobos, kembali berdiri untuk mengambil pedang yang baru ia tempa.
__ADS_1
“Ini pedang yang kujanjikan pada guru Wang, belum diberi nama olehku. Guru Wang juga bisa membuat kontrak darah dengan pedang ini, yang nantinya akan memberikan keuntungan lebih jika guru Wang memakainya.” Jelas Xiao Qin, dia juga memberikan sarung pedang yang baru saja jadi dan didinginkan olehnya.
Guru Wang mengambil pedang itu dengan gemetar, bahkan sulit bernafas. Dia juga benar-benar tak memiliki keberanian untuk menamai pedang tersebut apalagi membuat kontrak darah dengannya.