Kultivator Jalan Surgawi

Kultivator Jalan Surgawi
CH-18 Makan Malam


__ADS_3

Liefeng dan Wanzhou merasakan hal yang beda pada dirinya, tubuh mereka terasa jauh lebih kuat dan ringan.


Liefeng juga merasakan tenaga dalamnya meningkat drastis, dia kemudian mencoba pukulan besi nya sampai batasnya. Pukulannya kali ini menjadi jauh lebih kuat, dan yang asalnya hanya bisa 3 kali kini menjadi 5 kali.


“Ramuan apa ini? Efeknya sangat hebat.” Ujar Liefeng.


“Tubuhku terasa jauh lebih ringan, dan aku merasa seperti bisa melakukan lebih banyak hal.” Wanzhou kemudian memukul angin, dan hembusannya pun sampai terasa oleh Xiao Qin dan yang lainnya.


Tabib Luan tertakjub melihat hal itu, dia melirik ke arah Xiao Qin betapa hebatnya dia bisa membuat ramuan seperti ini.


Disisi lain, Xiao Mei tertidur pulas di bawah pohon. Entah karena lelah atau bosan, namun dia nampak sangat menikmati tidur siangnya.


Xiao Qin hanya melirik ke arahnya, dia tak ingin mengganggu tidur pulas kakaknya. Lagi pula, dia tak punya sesuatu untuknya.


Wanzhou dan Liefeng kembali berlatih, kali ini mereka disuruh untuk berdiri dengan satu kaki dengan kedua tangannya memegang ember air. Keduanya tampak kesusahan, dalam kurun waktu 20 menit mereka berdua mencapai batasnya.


Walaupun Liefeng memiliki basis kultivasi, akan tetapi Wanzhou bisa menyainginya hanya dengan kekuatan murni. Pikir Xiao Qin.

__ADS_1


Setelah istirahat selama beberapa saat, Wanzhou dan Liefeng melakukan hal itu lagi berulang kali sampai matahari terbenam.


Setelah menyuruh Liefeng dan Wanzhou mengakhiri latihannya, Xiao Qin menghampiri Xiao Mei yang masih tertidur dan membangunkannya.


Tabib Luan dan Wanzhou diajak oleh Xiao Qin untuk makan malam, mereka langsung menerimanya dan penghuni rumah pun mengizinkannya.


“Sebelum makan malam, sebaiknya kamu mandi terlebih dahulu.” Xiao Qin melihat ke arah pakaian yang dipakai oleh Wanzhou telah basah oleh keringat.


Sementara itu, Xiao Qin dan tabib Luan mengobrol di ruang makan. Sambil menunggu makanan siap dan yang lainnya. Xiao Mei ikut mendengarkan apa yang mereka bicarakan.


“Sayang sekali kita hanya berjumpa sebentar, tapi sepertinya aku juga akan pergi minggu depan untuk menemui guru ku. Bagaimana kalau kita berangkat bersama?” Tanya Tabib Luan.


Xiao Qin melirik ke arah Xiao Mei, perempuan umur 15 tahun itu mengangguk dan memperbolehkan dia ikut bersama mereka.


Sebenarnya Xiao Qin tidak terlalu ingin hal itu terjadi, karena dia ingin menyembunyikan tentang lautan jiwanya yang hancur. Namun, melihat tabib Luan yang kelihatan senang membuat Xiao Qin tidak keberatan memperbolehkannya ikut.


“Tuan Xiao, apakah nanti kamu akan mampir ke paviliun alkemis?” Tanya tabib Luan.

__ADS_1


“Aku memang berniat ke sana.” Jawabnya.


“Apakah tuan Xiao tertarik untuk menjadi seorang alkemis?”


Xiao Qin mengangguk, dia memang lebih tertarik pada alkemis dan refining dibanding kultivasi dan beladiri.


Sesaat sebelum makan malam dihidangkan, Wanzhou dan Liefeng datang dengan pakaian yang serupa.


“Kalian terlihat seperti saudara sekarang.” Ujar Xiao Qin.


“Liefeng meminjamkannya padaku, karena....” Liefeng menepuk pundak Wanzhou.


“Kapan aku meminjamkannya padamu, aku memberikan baju itu padamu.” Jelasnya.


XIao Qin tersenyum, jiwa persaudaraan Liefeng dan Wanzhou mulai terbentuk. Xiao Mei dan tabib Luan juga memperhatikan hal itu, mereka tersenyum melihat Liefeng dan Wanzhou tampak akrab.


Selesai makan, tabib Luan pulang ke kediamannya. Sedangkan Wanzhou yang asalnya ingin kembali ke gubuknya di larang oleh Xiao Qin dan menginap di kediaman Ginbei.

__ADS_1


__ADS_2