Kultivator Jalan Surgawi

Kultivator Jalan Surgawi
CH-83 Mengorbankan Rekan


__ADS_3

Trang!


Sebuah pedang muncul dari dalam lukisan. Gagangnya berwarna emas dan membentuk kepala naga, Xiao Qin menariknya secara perlahan untuk mengeluarkan pedang itu sepenuhnya.


Si pria berpakaian hitam itu berusaha membelah lukisan, tapi dia malah terpentalkan oleh serangan balik lukisan tersebut.


“Sudah begitu lama aku tidak melihatmu, sepertinya kau jadi jauh lebih tumpul.” Xiao Qin mengusap pedang tersebut, cahaya emas mulai berkumpul dan mengelilingi pedang yang dipegangnya.


“Serang dia! Jangan biarkan bocah kecil itu menguasai gulungannya!”


Beberapa orang berpakaian hitam itu menyerang secara bersamaan, gerakan mereka tidak terorganisir jadi dapat dengan mudah ditangkis oleh Xiao Qin.


Gadis remaja yang hanya bisa tersimpuh itu terkejut dengan kemampuan Xiao Qin berpedang, padahal tingginya tidak sampai menyamai pedang yang tengah diayunkan oleh bocah 7 tahun itu.


“Teknik pedang naga surgawi bentuk ke-5, naga seribu ekor!”


Jumlah pedang yang dimiliki Xiao Qin tiba-tiba bertambah, terus berlipat ganda mengelilingi tubuh Xiao Qin.

__ADS_1


Para pembunuh berpakaian hitam itu pun menjaga jarak karena takut dengan pedang-pedang yang melayang di sekitar Xiao Qin.


“Itu semua hanyalah ilusi, bantai saja!”


Meskipun ragu, para pembunuh itu mengikuti intruksi dari atasannya. Akan tetapi ternyata spekulasi atasannya itu ternyata salah, meskipun hanya ilusi pedang-pedang itu dapat melukai tubuh secara langsung.


Jantung salah seorang pembunuh itu pun tertusuk, hidupnya berakhir di sana tanpa sempat mengatakan kata-kata terakhir.


Para pembunuh lain yang tersisa segera menjaga jarak, mereka tak mau mati konyol seperti rekannya yang baru saja mati.


Karena para pembunuh itu tak mau mendekat, Xiao Qin berinisiatif untuk menyerang mereka. Dia juga tak berniat melepaskan salah satu pembunuh pun karena akan merepotkan jika organisasi atau sekte dibalik orang-orang ini balas dendam padanya.


Orang-orang berpakaian hitam itu pun membentuk sebuah formasi berbentuk kubus, sebagai upaya perlindungan diri sementara waktu sambil mencari cara menghadapi ribuan pedang yang bisa melayang.


“Teknik pedang naga surgawi bentuk ke-3, hukuman langit!” Xiao Qin mengalirkan ki cukup banyak ke dalam pedang, semua pedang yang sebelumnya melayang di sekitarnya menyatu dan menjadi energi essensial pedang.


Tak lama setelah itu, dari balik awan muncul sebuah pedang emas raksasa. Tekanannya sangat kuat, formasi pelindung yang diciptakan oleh para pembunuh itu mulai retak hanya dengan kekuatan tekanannya.

__ADS_1


“Bagaimana ini? Habislah kita, ternyata bocah kecil itu adalah monster. Kekuatannya berada di luar nalar.”


“Ssst, diam. Perkuat saja formasi kalian, yakinlah formasi tingkat ke-4 ini tak mungkin bisa hancur dengan mudah. Bocah kecil itu sangat ahli dalam ilusi, menakuti kita dan menusuk saat hati kita lengah.”


Para pembunuh itu percaya saja dengan ucapan tanpa bukti dari atasannya yang kemudian malah menusuk mereka dari belakang.


“Ketua, kenapa kamu?”


“Maaf, aku melakukan ini supaya bisa bertahan hidup.”


Roh tertarik dari orang-orang yang dibunuh, semuanya masuk ke dalam pedang yang dipegang oleh pembunuh yang tersisa.


“Sekarang aku bisa mengatasinya, ayo datanglah kemari!”


Aura hitam membuat bentuk pedang raksasa di langit tertahan, gerakannya terhenti namun tetap berusaha melawan.


“Pedang itu cukup bagus untuk sekelas pedang pusaka, tapi jika dibandingkan dengan pedangku ini itu hanyalah sampah!” Ujar Xiao Qin.

__ADS_1


“Hmmph, pedang penghisap nyawaku ini adalah pedang pusaka tingkat raja. Mari kita lihat, bagaimana pedang tumpul itu melawannya!”


__ADS_2