Kultivator Jalan Surgawi

Kultivator Jalan Surgawi
CH-155 Bisa Diandalkan


__ADS_3

Tian Ying meminta maaf kepada Tang Qin dan menangis di pelukannya, hal itu membuat Lin Mei iri hingga menyuruh Tian Ying untuk menjaga jarak.


“Ternyata kamu sudah punya kekasih.” Tian Ying mengusap sisa air matanya, dia masih ingin menangis namun berusaha menahannya sebentar lebih lama.


Tang Qin sedikit keheranan, namun setelah melihat Lin Mei dia pun sadar akan maksudnya.


Lin Mei merasa senang dan mengejek Tian Ying dengan menjulurkan lidahnya. Tiba-tiba Rong Shi Zhi muncul dan menarik tangan Tang Qin ke suatu tempat.


Tian Ying masih bingung dengan apa yang terjadi, dia berpikir apakah Tang Qin memiliki kekasih lebih dari satu.


Kalau benar seperti itu, aku masih ada harapan. Tidak peduli apakah aku akan menjadi nomor dua atau tiga di hatinya, yang penting aku memiliki posisi di sana.

__ADS_1


Rong Shi Zhi ternyata menarik Tang Qin ke sebuah kedai mie pinggiran jalan. Dia ingin Tang Qin merasakan kenikmatan itu, yang baginya adalah makanan terenak.


Agar Rong Shi Zhi tidak rewel, Tang Qin pun memesan semangkok mie dan melahapnya sampai habis dalam waktu singkat. Rong Shi Zhi bertanya-tanya apakah Tang Qin suka makanan tersebut dan banyak pertanyaan lainnya.


Karena saat ini bukan waktu yang tepat untuk bersantai lebih lama, Tang Qin meninggalkannya untuk pergi ke ruang rapat dan membahas rencana penyerangan.


Rong Shi Zhi menghela nafas, kemudian mengajak Tian Ying dan Lin Mei yang baru saja tiba di sana untuk makan bersama.


“Yang makan paling banyak dia akan mendapatkan tuanku.” Rong Shi Zhi menyemangati agar Tian Ying dan Lin Mei berselera untuk makan.


Mangkok demi mangkok bertumpuk di pinggir Lin Mei dan Tian Ying, sampai saat ini mereka terus berusaha makan lebih banyak.

__ADS_1


Belasan hingga puluhan mangkok telah ditumpuk, keduanya masih belum menyerah dan ingin menambah porsi lagi.


Setelah 2 jam berlalu, mereka berdua mendapatkan hasil imbang 30:30 karena penjual mie itu kehabisan stoknya.


Untung saja habis stok, kalau tidak aku mungkin yang akan kalah. Gumam Lin Mei dalam hati.


Kultivasinya masih rendah, namun bisa makan sebanyak itu. Ternyata dia punya kemampuan juga, pantas saja Xiao Qin menyukainya. Eh, sekarang kata wanita itu namanya adalah Tang Qin. Jangan sampai lupa, aku harus mengingat kedua namanya.


Xiang Xiaolian mengenalkan Tang Qin kepada para petinggi asosiasi wanjian lainnya, mereka semua tak menyangka bahwa orang dibalik kesuksesan cabang asosiasi mereka di benua Yan adalah seorang pemuda. Mereka semua menyangka Tang Qin tidak memiliki kultivasi sama sekali, karena aura kehidupannya terlihat lemah.


Walaupun seperti itu tak ada satu pun petinggi yang meremehkan Tang Qin, mereka mendengarkan setiap perkataan yang Tang Qin katakan.

__ADS_1


Saat Tang Qin mengatakan dirinya berada di garda paling depan, beberapa petinggi menolaknya dengan keras dan memberikan beberapa saran yang lebih baik.


Tang Qin tersenyum, ternyata para petinggi di asosiasi Wanjian tidak hanya bisa menumpang nama saja. Mereka semua mengeluarkan ide yang masuk akal dan dapat meningkatkan presentase kemenangan. Mereka bahkan berani untuk menjelaskan kekurangan dan kelebihan dari saran yang diberikan oleh setiap orang dengan sopan.


__ADS_2