Kultivator Jalan Surgawi

Kultivator Jalan Surgawi
CH-69 Energi Asing


__ADS_3

2 jam berlalu, perut Xiao Qin kini sudah tidak muat lagi dimasuki oleh satu permen pun setelah menghabiskan 15 porsi makanan di restoran Xiefeng. Dia merasakan energi yang meluap-luap pada dirinya dan ingin segera berkultivasi.


“Berapa harganya?” Tanya Xiao Qin.


“Totalnya tiga puluh enam ribu keping emas.” Jawab si pelayan.


“Ternyata cukup mahal juga, tapi memang sesuai dengan kualitasnya.” Xiao Qin mengeluarkan sekantong koin emas dan memberikannya kepada si pelayan.


“Aku juga tak menyangka harganya akan semahal itu, bahkan lebih banyak daripada uang jajanku selama 6 bulan.” Ungkap Ning Xia, “jika restoran ini memiliki pendapatan yang begitu besar, kenapa ayah hanya memberikan aku uang jajan lima keping emas tiap bulan padaku!? Aku tidak mau tahu, aku akan meminta ayah untuk menaikkan uang jajanku.”


“Ku pikir lima ribu keping emas perbulan saja sudah begitu besar dibandingkan anak lain yang hanya mendapatkan beberapa kepingan perak setiap bulannya.” Pikir Xiao Qin.

__ADS_1


“Kau tidak bisa membandingkanku dengan anak-anak dari kalangan bawah. Lagi pula jika uang jajanku terhitung besar, bagaimana denganmu yang menghabiskan lebih dari tiga puluh ribu keping emas dalam sekali makan?” Tanya Ning Xia.


“Ah, soal itu. Aku tidak terlalu boros sepertimu, jadi uang jajanku terkumpul sebanyak itu.” Xiao Qin tertawa kecil, dia berharap Ning Xia dapat memercayai alasan asal-asalannya.


“Ngomong-ngomong Ning Xia, apakah di sini ada ruangan khusus yang tertutup untuk seperti para tamu khusus? Aku ingin mengistirahatkan tubuhku di tempat yang lebih sepi.” Ungkapnya yang sudah tak sabar ingin memurnikan energi yang bergejolak di dalam tubuhnya.


“Sepertinya memang ada, kalau tak salah di lantai 2. Benarkan pelayan?” Tanya Ning Xia tiba-tiba.


Xiao Qin dan Ning Xia pergi ke lantai dua untuk mencari ruangan tertutup, dan benar saja banyak ruangan tertutup di sepanjang lantai kemudian memasuki ruangan yang masih kosong.


Setelah masuk, Xiao Qin langsung menutup pintu gesernya.

__ADS_1


“Sepertinya aku akan istirahat cukup lama di sini. Apakah kamu tidak akan bosan menemaniku?” Tanya Xiao Qin.


“Selama ada kamu, aku tidak keberatan sama sekali. Aku juga cukup kelelahan setelah tadi dikejar-kejar oleh paman koki dan sekarang cukup mengantuk.”


“Baiklah kalau seperti itu.”


Xiao Qin kemudian duduk di atas bantalan dan mulai memejamkan matanya, Ning Xia yang tidak tahu apa yang sedang dilakukan Xiao Qin pun keheranan dan menyangka bahwa Xiao Qin benar-benar tidur dengan keadaan terduduk.


“Tidur pun harus duduk, tapi hebat juga dia bisa mempertahankan keseimbangannya.” Ungkap Ning Xia. Dia kemudian mengambil bantalan lain dan tidur di pangkuan Xiao Qin, sementara bantalan lain itu digunakan Ning Xia untuk mengganjal kakinya supaya terasa lebih nyaman. Gadis kecil itu terlelap dalam waktu yang singkat, sepertinya dia benar-benar nyamab dengan Xiao Qin.


Xiao Qin melihat api biru dan blood line airnya mulai bersatu, padahal keduanya saling bertolak belakang dan biasanya saling menghancurkan. Meski pengendalian Xiao Qin sangatlah tinggi, tetap saja dia tidak bisa menggabungkan keduanya dalam saat bersamaan.

__ADS_1


“Sepertinya ini efek dari energi baru itu, hebat sekali. Chi ku berubah dan blood line ku bisa menyatu, sebenarnya energi apa ini?”


__ADS_2