
Xiao Qin merasa iba kepada Yin Xiehua, meskipun masih memiliki orang tua tapi tak pernah merasakan kasih sayangnya. Kisahnya tak jauh berbeda dengan Xiao Qin sebelum reinkarnasi, yang mana dia hanya memiliki seorang kakek angkat yang mengajarinya berkultivasi.
“Yang mulia, sepertinya anda sibuk beberapa tahun ini.” Ungkap Xiao Qin berbasa-basi sambil menanamkan sihir pikiran agar sang raja lebih terbuka.
Yin Shang tertawa kecil, dia sudah mabuk setelah meminum beberapa botol anggur.
“Anda benar tuan Xiao, sangat jarang bagiku untuk bisa santai seperti saat ini. Sejak kematian istriku, kerajaan menjadi kacau. Oleh karena itu aku terus bekerja keras setiap hari untuk mengstabilkan kondisi kerajaan. Puteriku satu-satunya selalu berbuat nakal, sehingga stres yang kualami berlipat ganda.” Yin Shang meminum lagi anggur merahnya.
Dia tak sadar bahwa puterinya itu sedang mendengarkan di belakang, dan terus memperhatikan cerita ayahnya yang berterus terang kepada Xiao Qin hingga pada akhirnya dia menangis dengan begitu keras sambil memukul ayahnya.
“Kenapa ayah seperti itu? Aku benci ayah, aku benci!”
Raja Yin Shang yang masih mabuk itu memaki-maki Yin Xiehua lagi, dan hampir saja mengayunkan tangannya ke arah puterinya itu.
__ADS_1
Xiao Qin dengan sigap membatalkan sihir pikirannya dan menotok beberapa titik agar sang raja segera tersadar.
YIn Xiehua hendak berlari lagi, namun Xiao Qin menahannya.
“Yin Shang, aku sungguh kecewa dengan sifatmu. Kamu memang bisa diandalkan sebagai raja, tapi sama sekali tak berguna sebagai ayah.” Tegas Xiao Qin.
Raja Yin Shang sadar akan hal itu, tapi dia pikir lebih baik mengorbankan seorang anak daripada sebuah negara.
“Xiehua, apakah kamu tahu seperti apa sosok ibumu?” Tanya Xiao Qin.
“Kalau begitu biar kuperlihatkan, sosok yang telah melahirkan dirimu.” Xiao Qin menyentuh kening Yin Xiehua dengan telunjuknya, dan memperlihatkan kejadian-kejadian di masa lampau saat ibunya masih hidup.
Di dalam mimpi, Yin Xiehua menangis dan terus memanggil nama ibu. Yin Shang yang melihat hal tersebut pun merasakan sakit di dada, dan hal itu membuatnya begitu menderita sampai meneteskan air mata.
__ADS_1
“Perlihatkan padaku juga!” Pinta raja Yin Shang.
Xiao Qin tersenyum sinis, “apakah kamu yakin masih berani bertemu dengannya setelah menelantarkan anak yang dia titipkan padamu?”
Keinginan raja Yin Shang pun menciut, setelah dipikir-pikir dia memang tak memiliki muka untuk bertemu istrinya lagi. Dia mulai menyesali apa yang telah diperbuat selama ini, dan bersumpah dalam hati takkan mengulanginya lagi.
Xiao Qin menyentuh kening Yin Xiehua lagi, mimpi gadis kecil itu telah berakhir.
“Di mana ibuku? Di mana dia? Kembalikan aku padanya! Aku masih ingin bertemu dengannya.” Yin Xiehua memegangi lengan Xiao Qin dengan wajah memelas, namun Xiao Qin hanya membalasnya dengan satu gelengan kepala.
“Kenapa?” Yin Xiehua merasa kecewa dan sangat sedih, dia sekarang benar-benar rindu padanya.
“Meskipun wujudnya itu nyata, tapi dia tetaplah ilusi yang kuciptakan. Dirinya takkan pernah hidup lagi di kenyataan, kecuali dia bereinkarnasi dan kembali lahir dalam sosok lain.” Jelas Xiao Qin.
__ADS_1
Yin Xiehua mengepalkan tangan, “tak peduli apakah dia ilusi atau tidak, aku hanya ingin berjumpa dengannya. Jika benar dia bereinkarnasi, aku juga ingin bertemu secara langsung.” Lanjutnya.
Xiao Qin melirik ke arah Yin Shang, mengisyaratkan kepadanya agar menjelaskan permasalahan tersebut kepada Yin Xiehua.