
Pangeran Zhao terpental hingga keluar dari formasi, banyak orang yang memperhatikannya dan mulai gelisah.
Para penjaga restoran Xiefeng pun segera menenangkan para pelanggan, kemudian menghampiri sumber keributan.
“Bawa dia ke ruangan, aku masih ingin membicarakan sesuatu dengannya.” Ucap Xiao Qin.
Pangeran Zhou ingin bersuara, namun Xiao Qin menusukkan sebuah jarum ke arah leher pangeran Zhou hingga dirinya tak dapat bersuara.
Shi Yi mendekat ke arah Xiao Qin, dia ingin bilang kepadanya untuk melepaskan pangeran Zhou, tapi ternyata tidak semudah yang dipikirkannya.
Alhasil, pangeran Zhou berhasil dibawa ke sebuah ruangan khusus yang telah dipasang beberapa macam array supaya pangeran ini tidak bisa membuat masalah. Sementara itu, Shi Yi tidak dibolehkan masuk oleh Xiao Qin jadi hanya bisa menunggu di luar saja.
__ADS_1
“Pangeran Zhou, emosimu itu memang sangat wajar bagi seorang manusia, bahkan makhluk hidup lain seperti hewan pun ada yang memilikinya. Tapi apakah kau sadar, dengan emosimu ini kau akan lebih mudah dikendalikan oleh seseorang dan tertindas.” Jelas Xiao Qin.
“Apa maksudmu? Apakah aku harus merelakan mereka mati begitu saja dan melupakan kejadian tragis yang menimpa mereka semua? Aku pangeran Zhou Ming Guo, tidak bisa menerimanya!”
Xiao Qin menghela nafas, “kamu ini sudah begitu dewasa tapi tidak paham hal semacam ini saja, aku jadi malas untuk memberimu kesempatan menjadi seorang pemimpin di masa depan.”
“Kau sudah tidak mau mengobati racunku, aku tidak peduli. Sia-sia saja berhubungan dengan orang tak berperasaan sepertimu!”
“Jalan seorang pemimpin tidaklah mudah, bodoh! Jika terpuruk hanya karena beberapa kematian saja kau sama sekali tidak layak, harusnya kau memikirkan masa depan dan semua rakyatmu yang masih hidup. Mereka semua akan tersiksa jika memiliki pemimpin lemah sepertimu, kehancuran yang akan menunggu jika kau berpikiran pendek seperti itu.” Ucap Xiao Qin sembari memukuli wajah pangeran Zhou hingga babak belur.
Apakah dia akan sadar dengan cara kasar seperti ini? Cara lembut sudah tidak akan berpengaruh baginya.
__ADS_1
Pangeran Zhou menyeka darah yang ada di bibirnya, “lalu apa yang harus aku lakukan?”
“Jadilah lebih kuat sampai tak ada yang berani menyentuh orang-orang berhargamu lagi, jika kamu sudah memiliki tekad itu kembalilah padaku!” Xiao Qin menendang pangeran Zhou hingga keluar ruangan, Shi Yi yang menunggu di luar pun begitu panik melihat pangeran Zhou yang terluka.
“Huh, seorang pemimpin ideal sangat sulit untuk dicari. Zhou Ming Guo ini, meskipun baik terhadap bawahannya tapi masih kekuatan hatinya masih begitu lemah. Di lain waktu, sepertinya aku akan melatih hatinya dengan teknik Zixuan.”
Selang beberapa menit, Xiao Qin keluar dari ruangan tersebut dan kembali ke meja makannya. Melihat Shi Yi dan pangeran Zhou sudah tidak ada lagi, dia terpaksa menghabiskan semua makanan yang sudah berada di atas meja.
“Padahal aku juga ingin membuatnya terkejut dengan ki yang ada di dalam makanan ini. Menyelesaikan banyak masalah dalam satu waktu itu benar-benar merepotkan.” Ujarnya.
Setelah membawa pangeran Zhou ke tabib untuk pengobatan, keduanya lekas pergi ke istana naga untuk pemulihan yang lebih baik. Pukulan Xiao Qin tadi ternyata lebih keras dari yang dibayangkan, bahkan 2 bagian tulang rusuk pangeran Zhou retak. Di sepanjang perjalanan pangeran Zhou terus terngiang-ngiang dengan perkataan Xiao Qin, namun tetap masih belum terima dengan sikapnya yang tak berperasaan.
__ADS_1