Kultivator Jalan Surgawi

Kultivator Jalan Surgawi
CH-29 Aula Blood Line


__ADS_3

Aula Blood Line merupakan tempat dimana orang biasa ingin mulai mengawali hidupnya sebagai kultivator. Tanpa mengaktifkan blood line, seseorang takkan bisa mengumpulkan tenaga dalam karena lautan jiwanya masih tersegel. Blood line terbagi beberapa macam, bahkan tingkatannya juga beragam.


Kali itu, Xiao Qin, Xiao Mei, Wanzhou dan tabib Luan pergi ke Aula blood line. Tabib Luan kemudian mengingat ucapan gurunya, dia ingin bertanya pada Xiao Qin namun ragu-ragu. Saat mereka sampai di aula blood line tersebut, mereka disapa dengan baik oleh orang-orang di paviliun blood line kecuali Xiao Qin. Mereka mengabaikan Xiao Qin karena pakaiannya agak lusuh, dia belum mengganti pakaiannya saat berbelanja di toko pakaian.


Tabib Luan memelototi beberapa orang yang mengabaikan Xiao Qin, orang-orang itu tidak menyadari kesalahannya dan hanya menunduk.


“Aku membutuhkan sebuah ruangan kosong, sebelum mengaktifkan blood line aku ingin melakukan sesuatu dulu.” Xiao Qin melirik ke arah tabib Luan. Tabib Luan memesankan sebuah ruangan kosong yang biasanya digunakan untuk berkultivasi setelah mengaktifkan blood line.


Xiao Qin menyuruh tabib Luan dan Wanzhou menunggu di luar, “sambil menunggu aku selesai, lebih baik nona tabib mendaftarkan kami dalam upacara kebangkitan blood line.”

__ADS_1


Tabib Luan mengangguk, dia bersama Wanzhou pergi untuk mendaftar.


Sementara itu, Xiao Qin mengeluarkan beberapa jarum perak yang ia beli dari serikat refiner. Xiao Mei duduk tegak seperti yang diintruksikan Xiao Qin. Beberapa jarum itu pun melayang ke beberapa titik di sekitar perut, pundak, punggung dan telapak kaki. Saat Xiao Mei menjerit kesakitan, Xiao Qin menusukkan sebuah jarum ke di daerah lehernya sehingga jeritan Xiao Mei tak terdengar.


“Kakak, rilekskan tubuhmu. Jangan lawan rasa sakit ini, jika melawan maka rasa sakitnya akan semakin bertambah. Rasakan lautan jiwamu yang hancur dan kumpulkan tenaga dalam untuk memperbaikinya.”


Sisanya tergantung kekuatan tekad yang dimilikinya, aku juga harus segera memperbaiki lautan jiwaku.


Xiao Qin pun menusukkan beberapa jarum di tubuhnya, dia pun merasakan sakit yang luar biasa saat jarum yang ia tusukkan mengenai lautan jiwa nya. Lautan jiwa nya yang rusak itu hancur lebur dan berubah menjadi sel-sel biasa. Xiao Qin muntah darah, luka sebelumnya membuat kondisi Xiao Qin lebih buruk. Tulang-tulangnya terasa remuk, bahkan organ dalam lainnya pun seperti sedang berputar di dalam tubuhnya.

__ADS_1


Xiao Qin muntah darah hingga belasan kali, dia merasa kesulitan menjaga kesadarannya karena darah yang keluar dari mulutnya itu cukup banyak.


2 jam pun berlalu, tabib Luan memeriksa keadaan Xiao Qin dan Xiao Mei karena upacara kebangkitan blood line akan segera di mulai dalam 15 menit.


Dia terkejut saat melihat Xiao Qin dan Xiao Mei, beberapa jarum tertusuk di tubuh mereka. Bahkan yang paling parah, di depan Xiao Qin terdapat gumpalan darah yang cukup banyak. Dia segera menghampiri Xiao Qin dan menyeka darah yang ada di bibir nya. Dia berniat mencabut jarum-jarum itu, akan tetapi Xiao Qin membuka mata dan menghentikannya.


“Biar aku saja yang melakukannya.” Ujar Xiao Qin.


XIao Qin mencabut jarum-jarum itu dengan sangat cepat. Tak ada setetes darah pun yang menempel pada jarum perak tersebut, bahkan bekas tusukkan pada tubuhnya pun menghilang.

__ADS_1


__ADS_2