Kultivator Jalan Surgawi

Kultivator Jalan Surgawi
CH-93 Diam sejenak


__ADS_3

Para juri yang merupakan sekumpulan refiner dengan pangkat tertinggi di kota Humminaria itu berlarian ke tengah lapangan, demi melihat pusaka tingkat bawah yang baru tercipta.


“Hebat sekali, ini adalah pertama kalinya aku melihat pusaka tercipta dengan mata telanjang.” Ujar Grior yang merupakan refiner tingkat ke-8 dan salah seorang juri dari kompetisi kali ini.


“Konon katanya hanya refiner tingkat ke-11 ke atas yang mampu menciptakan pusaka.” Jelas Qin Bao, refiner tingkat ke-8.


“Hampir 1 abad aku mempelajari ilmu refining, tapi belum sampai di tahap ini.” Ucap Li Gang, satu-satunya refiner tingkat ke-10 di kota Humminaria.


Konsentrasi para kontestan lain tersita, mereka sangat ingin melihat senjata pusaka yang dimaksud para juri namun terkekang oleh pembuatan senjata mereka masing-masing. Alhasil, banyak yang gagal dan menyerah dari kompetisi itu ditambah lagi putus asa karena kuota untuk mengikuti kejuaraan refiner antar kota hanya ada 2.


“Bocah ke-, maksudku tuan Xiao, bolehkah saya tahu siapa guru anda?” Tanya Li Gang.

__ADS_1


“Apakah aku harus menjawab pertanyaanmu?” Xiao Qin menyipitkan matanya.


Dipikiran Li Gang dan dua juri lainnya, Xiao Qin ini mungkin menggunakan sebuah teknik untuk menjadi awet muda karena tidak mungkin seorang anak yang masih belum genap 7 tahun memiliki kemampuan refining yang tinggi. Tapi mereka bertiga tidak memiliki keberanian untuk mempertanyakan kebenaran tersebut, lagi pula Xiao Qin adalah satu-satunya harapan agar kota Humminaria bisa bangkit kembali.


Sepertinya mereka bertiga adalah para refiner terhebat kota ini, sangat disayangkan sekali. Ratusan ribu tahun telah berlalu, kemampuan orang-orang di zaman ini malah menurun drastis seperti ini. Kultivasi mereka pun sangat rendah, sangat mudah dimanfaatkan oleh orang kuat.


Setelah memberikan pusaka tingkat rendahnya pada Li Gang, Xiao Qin pergi menghampiri guru Wang yang sedang berusaha menenangkan diri saking terkejutnya dengan kemampuan yang dimiliki Xiao Qin.


Kamu pasti pemenangnya, sialan! Gumam guru Wang dalam hati.


“Ah, sepertinya kamu harus menunggu sedikit lama.” Guru Wang menggaruk kepalanya yang tak gatal.

__ADS_1


“Kenapa?” Xiao Qin terheran.


“Kali ini ada beberapa orang penting yang datang melihat kompetisi ini, selain itu katanya mereka ingin memberi hadiah khusus untuk juara pertama. Sebaiknya memberi muka pada mereka, bagaimana kalau mereka tidak jadi memberikan hadiah karena hal itu? Sangat disayangkan bukan?”


Xiao Qin menghela nafas, “baiklah.”


Bocah ini, jika tidak ada kata hadiah pasti tidak akan menghormati para tamu khusus itu. Meskipun salah seorang diantara mereka saling mengenal dengannya, tetap saja akan menjadi masalah jika yang lainnya tersinggung.


Waktu terus berlanjut, Xiao Qin memanfaatkan waktu yang ada untuk berkultivasi sambil menunggu para peserta lain.


Karena alat refining otomatisku sudah layak pakai, sepertinya aku harus segera membuat tungku pil. Sumber daya di masa ini sangat melimpah, sayang sekali jika aku tidak memanfaatkannya.

__ADS_1


Setelah beberapa waktu, akhirnya semua peserta yang tidak tereliminasi menyelesaikan tempaannya. Kali ini yang paling tersorot oleh orang-orang adalah senjata yang dibuat Wu Jian Li dan Xian Lie Lie, kemampuan keduanya bisa dibilang luar biasa jika tidak dibandingkan dengan Xiao Qin. Masing-masing diantara mereka membuat senjata tingkat menengah yang hampir menandingi senjata tingkat tinggi. Oleh karena itu, para juri agak sedikit kebingungan untuk menilai senjata siapa yang lebih baik.


__ADS_2