
Dalam waktu singkat, Xiao Qin terkepung dari segala arah oleh belasan kultivator tingkat langit. Dia berpura-pura ketakutan dan tak berdaya di hadapan orang-orang itu, yang kini memaksanya untuk menyerahkan pusaka tingkat langit.
“Kakak ada banyak orang, kalian semua sangat menakutkan. Tapi jika aku memberikan pusaka ini ke salah satu diantara kalian, pastinya aku akan dibunuh oleh kakak yang lain.”
“Serahkan saja padaku, kedua sekte sampah itu takkan berani macam-macam denganku.” Jelas ketua klan pemburu monster.
“Benarkah?” Xiao Qin melirik ke arah pria berbaju merah dan perempuan berpakaian ungu secara bergiliran.
“Siapa yang bilang klan phoenix kami sampah?” Seorang pria yang terlihat seperti umur 40 tahunan namun semua rambutnya telah putih.
Orang-orang klan phoenix lainnya sangat gembira dengan kedatangan pria tersebut, yang tak lain adalah seorang tetua di klan tersebut.
“Tetua Jing telah datang, pusaka tingkat tinggi itu akan menjadi milik kita.”
__ADS_1
Orang-orang itu bersorak ria, sementara itu wajah ketua klan pemburu monster tampak memburuk.
Orang ini memang yang terkuat di sini sekarang, tapi masih ada 1 monster lagi yang akan segera datang kemari. Sepertinya aku harus segera masuk ke dalam pagoda 9 glakasi setelah memicu pertempuran diantara mereka.
“Ku dengar bahwa klan pemburu monster telah merendahkan klan racunku, apakah kalian semua ingin merasakan racun nerakaku?” Nenek tua bongkok berjalan dengan tongkat ke arah sekumpulan orang itu. Meskipun kultivasinya hanya di tahap langit tingkat ke-2, tapi aura racun di dalam tubuhnya sangat mengerikan.
Xiao Qin berpura-pura menangis dengan keras, padahal aslinya dia hanya menggunakan blood line airnya untuk membasahi wajah dan telapak tangannya.
“Orang kuatnya semakin banyak, aku tidak mau mati. Huhuhuhuhu!”
Xiao Qin menyeka air di dekat matanya, “benarkah?” Tanyanya.
Nenek itu mengangguk.
__ADS_1
“Kalau begitu coba buktikan, tadi kakak itu menakutiku.” Tunjuk Xiao Qin kepada kepala klan pemburu monster.
“Berikan dulu pusaka itu padaku, baru nenek akan membantumu memberikan pelajaran padanya.” Nenek tua itu semakin mendekat.
“Tidak, tidak mau!” Xiao Qin berjalan mundur menjauhi nenek tersebut, “harus menolongku dulu baru aku memberikannya.”
“Lancang!” Nenek tua itu mengarahkan tongkat kepada Xiao Qin dan melancarkan sebuah serangan, namun ditangkis oleh tetua dari klan phoenix.
“Bocah kecil, berikan saja pusaka itu padaku. Aku sudah menolongmu satu kali, jika kamu tidak memberikan pusaka itu padaku maka jangan salahkan aku karena tidak akan menolong untuk yang kedua kalinya.
Xiao Qin tersenyum tipis, “kalian semua benar-benar jahat, dan sangat licik. Awalnya aku ingin mengadu domba kalian, tapi sayangnya sangat sulit sekali meski telah berdrama selama beberapa waktu.” Jelasnya terus terang.
“Bocah ingusan, apa yang baru saja kau katakan?” Tetua dari klan phoenix merasa ada yang ganjal, sebelum akhirnya merasakan tekanan luar biasa hingga tak dapat terus melayang di langit.
__ADS_1
Para kultivator lainnya pun merasakan tekanan luar biasa tersebut, yang ternyata adalah hawa membunuh yang dikeluarkan oleh Xiao Qin.
“Qin Jing, berani membuatku bermusuhan dengan 3 klan besar, matilah!” Telunjuk yang diarahkan oleh Xiao Qin tiba-tiba melepaskan kekuatan pembunuh yang begitu kuat, hingga menembus kepala dari salah satu palu dewa.