Kultivator Jalan Surgawi

Kultivator Jalan Surgawi
CH-65 Restoran Xiefeng


__ADS_3

Jiao Ling menantang kembali Xian Lie Lie dengan sebuah pedang berwarna emas yang ditempatkan di atas tatakan dan tempat paling mencolok.


“Paman yakin? Bukankah pedang itu sangat berharga sampai-sampai paman tak mau menggunakannya?”


“Pedang yang kalah dengan pisau adalah pedang yang tak berharga, jika patah dalam satu serangan lagi berarti pedang ini tidak cocok disimpan di gudang harta.” Jelas Jiao Ling. Dia menyuruh Xian Lie Lie untuk menyerangnya kembali, akan tetapi Xian Lie Lie menolaknya.


“Jika kamu tidak mau, maka aku terpaksa melakukan ini!” Jiao Ling mengangkat pedangnya dan melancarkan sebuah serangan ke arah wajah Xian Lie Lie.


Xian Lie Lie dengan spontan menangkis serangan tersebut, dan Jiao Ling tertawa kecil saat mengetahui pedangnya tidak hancur lagi.


“Memang layak untuk menjadi pedang pusaka seharga satu juta emas, tak sia-sia aku menghabiskan gajiku untuk membeli pedang pusaka ini. Bagaimana dengan pisau milikmu, Lie Lie?”

__ADS_1


Xian Lie Lie meneteskan air mata, pisaunya retak akibat beradu dengan pedang milik Jiao Ling tadi.


“Ah, maafkan aku. Nanti paman ganti dengan pisau yang baru.” Ucapnya sambil menggaruk kepala.


“Tidak usah, lagi pula aku yang ingin menguji kekuatan pisauku ini.” Xian Lie Lie berlari meninggalkan Jiao Ling sambil menangis tersedu-sedu, dia masih mengingat jelas saat-saat Xiao Qin membuat pisau ini dengan susah payah dan memberikannya secara cuma-cuma.


Jiao Ling ingin mengejar Xian Lie Lie, namun ia tak sanggup melakukannya setelah melihat ekspresi Xian Lie Lie yang begitu sedih seperti tadi.


Di sebuah restoran terkemuka, nampak Xiao Qin yang sedang dihadang oleh dua orang penjaga.


“Kamu dari keluarga mana? Apakah sudah memesan meja sebelumnya?” Tanya penjaga tersebut.

__ADS_1


“Memangnya harus, apakah semua orang yang datang kemari perlu memesan meja terlebih dahulu sebelum masuk?” Xiao Qin meminta kepastian.


“Tentu saja, tidak sembarang orang yang dapat makan di restoran Xiefeng. Hanya orang-orang penting dan memiliki banyak uang yang diperbolehkan makan di tempat ini. Jika ingin datang kemari, bawalah orang tuamu. Kamu saat ini mungkin tidak memiliki uang yang cukup untuk makan di restoran ini, dan itu akan sangat merepotkan kami.” Jelas salah seorang penjaga.


Xiao Qin berusaha untuk sabar, dia mengeluarkan sekantong koin emas dari cincin penyimpanannya dan memperlihatkan hal tersebut pada kedua penjaga.


Kedua penjaga itu pun terkejut dan membungkuk hormat, “tolong maafkan kelancangan kami barusan. Bisakah sebutkan marga dan nama tuan? Kami akan segera menyiapkan meja untuk anda.” Ungkapnya.


Xiao Qin semakin sebal dengan rentetan pertanyaan tersebut, kemudian menghajar kedua penjaga hingga pingsan.


Dengan santai, Xiao Qin masuk ke dalam bangunan mewah tersebut yang dipenuhi oleh orang-orang berpakaian mewah. Semuanya terlihat berwibawa dan makan layaknya bangsawan kelas atas, makanannya juga nampak begitu elegan dan berkualitas tinggi. Xiao Qin juga merasakan bahwa semua makanan yang ada di sini begitu spesial, bahkan bisa meningkatkan kultivasi bagi para kultivator yang sudah membuka blood line.

__ADS_1


Tak menyangka, di kota yang terkenal dengan guild refinernya ternyata terdapat restoran sebagus ini. Jika bukan karena pengaruh guild refiner, mungkin saja tempat ini akan menjadi begitu terkenal dan digandrungi oleh banyak kultivator. Dampak buruknya, restoran ini mungkin akan menjadi bahan perebutan hingga pertumpahan darah.


__ADS_2