
Di kekaisaran Liuyu, tepatnya kerajaan Xia, Tang Wu yang dulunya menjadi ketua sekte hijau daun kini menjadi salah satu komandan perang kerajaan Qia. Dia tidak memiliki pilihan lain, apalagi sektenya telah benar-benar lenyap beserta semua orang yang dikenalnya.
Meskipun begitu, Tang Wu masih berharap bahwa Tang Qin masih hidup.
“Dia adalah satu-satunya cucu yang paling kusayangi, kedua orang tuanya telah dinyatakan meninggal dalam peperangan bukit salju 5 tahun lalu.” Ungkapnya pada seorang pria berzirah emas yang merupakan bawahannya yang menduduki pangkat kapten.
“Sangat disayangkan, sekte bulan sabit ini benar-benar menyebalkan. Mereka juga yang bertanggung jawab atas kematian istriku, kita harus melenyapkan mereka suatu hari nanti.” Timpal kapten Yu Gao Shi.
__ADS_1
“Benar. Meski Tang Qin ku tidak dapat dihidupkan kembali, aku akan membalaskan dendamnya supaya dia bisa tenang di alam sana.” Tang Wu mengepalkan tangannya, dia meminum segelas anggur yang telah dituangkan oleh kapten Yu Gao Shi.
Sekte bulan sabit kini telah benar-benar menjadi pembunuh bayaran, mereka berhasil merekrut banyak bandit dan penjahat-penjahat lainnya untuk bergabung.
Nama sekte bulan sabit ini kini disamarkan menjadi 5 nama, dan masing-masing nama itu mewakili 1 kerajaan yang telah mereka kuasai. Sekte bulan sabit ini sengaja menyamarkan hal ini supaya kehadirannya tidak terlalu memancing banyak perhatian. Apalagi jika kaisar Liuyu mengetahui hal ini, sekte bulan sabit bisa saja benar-benar musnah dari permukaan.
Para pilar adalah orang yang paling mempengaruhi kekuatan sekte bulan sabit selain Lin Fei, karena mereka semua telah mencapai ranah surgawi. Meskipun semuanya hanya berhasil membuka gerbang pertama, kekuatannya terlampaui jauh dibanding kultivator di ranah Yin Yang lingkaran ke 20.
__ADS_1
Berhasil membuka ranah surgawi berarti kekuatannya telah diakui oleh langit, sehingga dapat menyerap esensi surga dan neraka dengan sesuka hati.
Di benua Yuxia, kultivator yang telah mencapai ranah surgawi tidak lebih dari seribu orang. Selain itu, kebanyakan hanya berhasil membuka gerbang pertama dan kedua. Ada juga yang telah berhasil membuka gerbang ketiga dan keempat, namun itu sangat jarang.
Namun hal ini bisa dibilang jauh lebih baik daripada disaat masa kejayaan Ling Tian. Waktu itu kultivator di masa Ling Tian jumlahnya jauh lebih banyak, akan tetapi sumber daya untuk meningkatkan kultivasi tidaklah mencukupi. Sedangkan di masa ini, jumlah kultivator jauh lebih sedikit namun diberkahi sumber daya yang melimpah. Sampai saat ini, Xiao Qin pun merasakan keberkahan itu dengan tidak sengaja menemukan bunga melati suci saat beristirahat menuju kota Humminaria. Karena warnanya tak jauh berbeda dengan bunga melati biasa, tak sembarang orang yang bisa mengetahui keistimewaan bunga melati ini.
“Alam menyediakan lebih banyak sumber daya di masa ini, akan tetapi pengetahuan di masa lalu jauh lebih baik. Sepertinya semua ini hanya bisa kumanfaatkan, supaya bisa kembali ke puncak dan ....” Tekad Xiao Qin goyah, dia tidak ingin kembali menjadi dirinya di masa lalu.
__ADS_1
Walaupun kuat, apa gunanya bila kesepian. Meskipun bisa menundukkan apapun, tidak lebih baik daripada kebersamaan. Jika saja aku tidak memiliki dendam, mungkin aku tidak akan mau menempuh jalur bela diri lagi yang dipenuhi tumpah darah ini. Lebih baik menjadi orang biasa, dan hidup tentram bersama yang lainnya.