
Raja sangat murka pada anaknya, dia bahkan hampir menampar anak gadisnya karena perbuatan tak masuk akalnya itu. Xiao Qin dalam sekejap berpindah ke hadapan sang raja dan menahan lengannya, sehingga raja sempat menenangkan diri dan meminta maaf.
Gadis kecil yang bernama Yin Xiehua itu hampir meneteskan air mata, dan Xiao Qin dengan santai mengelus-ngelus rambutnya hingga puteri kecil itu tidak jadi menangis.
“Tidak apa-apa, sudah tidak apa-apa.” Jelasnya.
Yin Xiehua melirik ke arah wajah Xiao Qin. Melihat noda tomat yang masih belum dibersihkan, dia merasa sangat malu dan berlari tanpa arah.
Sang raja langsung meminta maaf atas kelakuan anaknya dan dirinya sendiri yang bertindak dengan ceroboh.
“Anak adalah cerminan dari orang tua, oleh karena itu berikanlah contoh yang baik agar dirinya juga bisa seperti itu.” Jelas Xiao Qin.
__ADS_1
Meskipun terdengar lancang, raja tak berani membantahnya. Para menteri yang memperhatikan sangat takjub dengan keberanian Xiao Qin yang berkata terus terang kepada raja. Jika itu orang lain, mungkin saja akan langsung ditampar oleh sang raja dan memasukkannya ke dalam kandang buaya.
Seorang refiner tingkat tinggi yang mampu menciptakan pusaka tingkat tinggi dalam waktu singkat dan dapat membunuh kultivator tingkat langit dalam satu gerakan bukanlah orang yang sembarangan. Setidaknya orang tersebut harus berada di tahapan yang lebih tinggi dan memiliki teknik pembunuh yang hebat.
Ditambah lagi Xiao Qin saat ini masihlah seorang anak kecil, menandakan bahwa di belakangnya memiliki latar belakang luar biasa.
Setelah situasi mereda, raja dengan hormat mengajaknya masuk ke perjamuan yang telah ia siapkan. Berbagai makanan telah disediakan olehnya, dan semuanya terlihat begitu lezat. Akan tetapi, Xiao Qin menyayangkan karena tidak ada satu pun makanan yang mengandung energi ki.
“Lumayan.” Jelas Xiao Qin Singkat. Padahal dirinya terlihat tidak begitu nafsu makan dan hanya memakan sedikit.
Orang ini bahkan terlihat tidak puas dengan makanan terbaik di istana, sepertinya dia hidup di dunia yang jauh lebih mewah daripada kerajaanku. Gumam sang raja dalam hati.
__ADS_1
Sang raja itu bernama Yin Shang, dia dulunya adalah seorang manusia kalangan rendah yang disukai oleh ratu di masa lampau.
Ratu itu berdiri sendiri, yang pada akhirnya menarik Yin Shang dan membuat pria tersebut mengganti marganya dengan Yin. Memang perbuatan sang ratu tidak masuk akal, bahkan banyak menteri dan para pejabat lain yang mencela perbuatannya.
Karena tidak ingin merasa diremehkan dan direndahkan, Yin Shang belajar banyak hal dan berkontribusi dengan membabi buta kepada kerajaan. Hingga beberapa waktu berlalu, sang raja tak lagi mendengar gosip buruk tentangnya.
Di saat sang ratu melahirkan Yin Xiehua, dia mengalami pendarahan hingga akhirnya meninggal dunia. Kerajaan kala itu mengalami kegusaran dan sang raja harus begadang setiap malam untuk mengurusi setumpuk masalah yang mendorong kerajaan ke ujung tanduk.
Bertahun-tahun berlalu, sang raja fokus mengembangkan kerajaan dan mengurusi berbagai hal berkaitan dengan kerajaannya. Puteri Xiehua yang merupakan anaknya sendiri tidak pernah diperhatikan, akhirnya memiliki sifat egois dan sangat sombong. Dia sering kali menjahili para pelayannya dan tak tanggung-tanggung menghancurkan benda-benda berharga di istana, hanya agar raja menemuinya dan memarahinya.
Sang raja yang tidak memahami perasaan anaknya tersebut merasa pusing dan jengkel dengan tingkah lakunya, hingga sifat jahatnya terbentuk dan memukuli Yin Xiehua setiap kali gadis kecil itu membuat masalah.
__ADS_1