Kultivator Jalan Surgawi

Kultivator Jalan Surgawi
CH-8 Pembunuh Bayaran


__ADS_3

Setelah Wanzhou pergi, Tang Qin menghampiri Lin Mei dan menekan beberapa titik sarafnya. Sehingga rasa sakit luar biasa yang dirasakan Lin Mei tiba-tiba hilang seketika.


“Tang Qin, kita ada dimana?” Tanyanya.


“Biar aku jelaskan secara singkat kak, mohon dengarkan baik-baik!”


Kemudian Tang Qin menjelaskan kenapa mereka bisa ada di hutan belantara tersebut, penyebab rasa sakit luar biasa yang mereka alami dan nama samaran yang kini harus mereka gunakan.


“Saat ini aku tidak tahu kita dimana, akan tetapi sekte Bulan Sabit tidak akan tinggal diam. Lebih baik kita menyamarkan diri sebagai Xiao mei dan Xiao Qin. Kita adalah adik kakak yang berkelana ke berbagai tempat.”


Lin Mei menghela nafas, “baiklah, aku akan menuruti saran mu.”


Tang Qin, kau begitu misterius. Ada berapa banyak lagi rahasia yang kau miliki?


Beberapa saat kemudian Wanzhou tiba dengan membawa beberapa beri ungu serta daunnya.


“Kak Xiao Mei sudah baikan?” Wanzhou sangat heran melihat Xiao Mei yang kini tengah duduk biasa tanpa kelihatan sakit sedikit pun. Sebelumnya ia bahkan menangis kesakitan.


“Aku sudah menekan beberapa titik sarafnya, jadi kini rasa sakit kak Xiao Mei menjadi lebih ringan.” Jelas Xiao Qin.


Wanzhou menyerahkan beberapa buah beri dan daun tersebut pada Xiao Qin, kemudian Xiao Qin membersihkannya dengan air dan langsung memberikan daun dan buah beri itu pada Xiao Mei.


Xiao Mei awalnya enggan, akan tetapi akhirnya dia menuruti perkataan Xiao Qin.

__ADS_1


“Pahit!” Ucapnya setelah mencoba memakan daun dari pohon beri ungu tersebut.


“Makan satu lagi kak, biar obatnya semakin manjur.”


Xiao Mei kemudian memaksakan diri untuk mengkonsumsi daun tersebut.


“Ah, sangat pahit. Aku tidak mau memakan daun ini lagi!” Xiao Mei langsung merampas sebotol air yang ada di tangan Xiao Qin dan meminumnya sampai habis.


“Bagaimana kak, sudah lebih baik?” Tanya Xiao Qin.


Xiao Mei meraba beberapa bagian tubuh yang awalnya masih merasa sakit dan nyeri, dan kini rasa sakitnya telah sepenuhnya hilang.


“Jika kalian sudah merasa lebih baik, bagaimana kalau kalian ikut aku ke desa. Ku lihat barang-barang kalian sepertinya tertinggal atau diambil bandit-bandit itu.”


***


Di sebuah ruangan, terlihat Lin Fei duduk di tahta nya dengan penuh amarah. Kelima jari sujud hormat saat tiba disana.


“Apakah mereka sudah ketemu?”


Da Zi si jari ketiga membuka mulut, “maaf tuan, mereka berhasil melarikan diri. Kami sudah mencari ke seluruh tempat, tapi tetap saja tidak menemukan jejak mereka sama sekali.”


“Anak itu sungguh menyebalkan, lupakan saja soal anak itu sekarang. Kita harus mencari tahu, siapa alkemis tingkat tinggi yang saat ini naik daun. Jika dia bekerja sama dengan sekte besar, dia akan menjadi sosok yang sangat merepotkan. Jika tidak bisa membuatnya bekerja sama dengan kita, maka bunuh!”

__ADS_1


“Sosoknya sangat misterius, kami tidak berhasil menemukan informasi tentangnya. Semua tahanan yang kami tangkap di sekte hijau daun itu tidak ada yang bisa memberikan informasi khusus terkait dirinya. Hanya saja ada beberapa orang di sekte yang merupakan keluarga bangsawan, mungkin kita bisa memanfaatkan mereka.” Jelas Wei Rong.


“Baiklah, setidaknya kita bisa memanfaatkan orang-orang itu. Sisanya, jika mereka tak bisa memberikan sesuatu yang berguna, bunuh saja. Aku tidak membutuhkan orang-orang tak berguna itu.”


“Baik, tuan!”


“Lalu, menurut rencana kita akan membuka cabang di kekaisaran Ming. Kita harus merekrut lebih banyak anggota, hanya saja saat ini kita kekurangan suntikan dana. Jika saja alkemis itu bergabung, permasalahan ini akan selesai.” Lin Fei menekuk jidat dan menyenderkan kepala di tangan kiri nya.


“Tuan, hamba memiliki saran. Meskipun aku tidak yakin tuan menyukai nya.” Ujar Da Zi.


“Apa itu, katakan!” Lin Fei membenarkan posisi duduknya.


“Menurut hamba, bagaimana jika kita menjadi pembunuh bayaran?”


“Hmm..., kelihatannya menarik. Jelaskan rincinya!”


“Jadi, kita akan menjadi pembunuh bayaran yang menerima permintaan dari segala pihak. Kerajaan, sekte aliran putih, tidak mungkin tidak ada perselisihan sama sekali. Selain mendapatkan dana, kita juga mengurangi musuh.”


Lin Fei tertawa, “bagus, saran mu aku terima. Kalau begitu, aku akan membicarakan ini dengan 4 pilar. Da Zi, ikut dengan ku!”


“Baik, tuan!”


Mereka berdua pun pergi dari ruangan tersebut. Lin Fei terlihat sangat senang, dia merasa selangkah lebih maju menuju tujuannya.

__ADS_1


__ADS_2