Lahirnya Kaisar Langit

Lahirnya Kaisar Langit
Nasib Malang Bai Kecil


__ADS_3

setelah kembali ke sekte,keeseokan harinya,Lin Tian ikut pertemuan yang di adakan untuk membahas pertarungan di tepi pantai dekat kota laut itu.


Lin Tian menjelaskan semuanya kepada mereka dari awal Bai kecil melawan monster bermata tiga itu beserta array teleport yang di hancurkan oleh Bai kecil.


"hmm..An'er maksud mu merekapun tidak tau arah dari tempat mereka muncul itu?" tanya Lou Lu.


"iya paman," ucap Lin Tian


"hm..itu bagus jadi mereka akan kebingungan mencari dimana pasukan mereka hilang,hahahaha" Bing Yang tertawa puas .


"lalu tentang kerajaan laut itu,apa kita akan membantu?" tanya Lin Hou.


"ayah,paman biar aku saja yang kesana" ucap Lin Tian.


dia telah memutuskan agar pergi sendiri kesana,karena cukup dengan dia saja untuk pergi,karena sekte langit sedang sibuk untuk menyelenggarakan acara satu tahun lagi.


"tapi nak..!"


"tidak apa-apa paman ,aku sudah kuat sekarang dan juga aku membawa Feng'er dan Bai kecil bersama ku" balas Lin Tian.


"baiklah,kalau begitu paman tidak akan banyak bicara,berhati-hatilah." ucap Bing Yang.


"iya paman" balas Lin Tian sembari memberi hormat.


sekarang Lin Tian tidak menggunakan topeng wajah nya lagi,jadi dia tampil degan wajah aslinya,yang bisa menarik seluruh wanita kepada dirinya.


ngomong-ngomong nak,kucing di kepalamu biarkan paman ini membakarnya selama tiga hari" ucap tetua kelima yang kesal.


"sialan kau orang tua,apa maksud mu dengan membakar ku! aku ini kucing yang baik hati" teriak Bai kecil yang marah,dia langsung berdiri di kepala Lin Tian sambil berteriak ke arah tetua kelima.


tentu mereka semua tidak kaget dengan Bai kecil yang bisa berbicara karena mereka tau akan empat binatang suci itu,tapi hanya di kalangan mereka lah yang mengetahuinya di antara tetua lain dan murid-murid disana tidak ada yang mengetahuinya.


"apa kau katakan? baik hati! sialan kamu hanya bisa membuat masalah! jika kamu baik hati kenapa kamu mengambil ternak orang di kota laut" teriak tetua kelima dengan kesal.


yang lain melihat tetua kelima dan Bai kecil berdebat saling memarahi hanya bisa menggelengkan kepalanya,karena dia tau bahwa tetua kelima memiliki keluhan dengan Bai kecil ,karena ikan di kolam nya selalu hilang setiap hari selama Bai kecil di sekte itu.


"sialan orang tua,apa keluhan mu denganku,aku hanya mengambil sedikit ikan mu saja,kenapa kamu marah begitu!" teriak Bai kecil dengan kesal..

__ADS_1


"apa? sedikit bukan kah ikan ku hampir habis di kolam jika kau masih di sekte saat itu" bala tetua kelima.


"cih,aku ini kucing baik hati mana mungkin mencuri punya orang" ucap Bai kecil.


"pihh..kucing baik hati,kalau begitu berikan cincin special di leher Mu padaku" ucap tetua kelima lagi.


mendengar itu Bai kecil tertegun sejenak dan ada sedikit gelisah di wajahnya,Lin Tian tau Bai kecil pasti menyembunyikan curian nya di cincin yang di berikan Lin Tian dulu,cincin itu mampu menampung banyak barang bahkan hewan sekaligus.


"sialan,jika aku mencuri bagaimana caraku mencuri ternak yang besar itu" ucap Bai kecil mencari alasan.


"itu..." tetua kelima langsung bingung,bagaimana harimau yang pura-pura menjadi kucing ini mengambil nya,jika dia menggunakan wujud aslinya pasti akan ketauan oleh para penjaga dan orang-orang disana.


"lihat,bahkan kau tidak bisa menjawab nyakan" ucap Bai kecil dengan rasa kemenangan.


"kalau begitu beritahu aku bagaimana kamu mencurinya" ucap suara Feng'er yangm uncul di belakang Lin Tian.


Lin Tian langsung berbalik dan menatap Feng'er,kemarin Feng'er langsung menyembuhkan dirinya dari pertempuran itu.


Bai kecil yang melihat wanita di depan nya agak merasaka takut dan kecemasan di hatinya.


"itu..itu berarti aku tidak mencurinya jika mereka tidak tau bagaimana aku mengambilnya." ucap Bai kecil.


"iya..tentu,aku kucing yang baik" balas Bai kecil.


"oh,kakak apa boneka mu sebelumnya di berikan kepada Bai kecil?" tanya Feng'er.


"hm..iya tentu dia dulu pernah memintak salah satu boneka ku ,jadi tanpa fikir aku memberikannya kepada Bai kecil" balas Lin Tian.


lalu setelah berfikir-fikir semua orang disana baru tau bagaimana kucing ini mengambil ternak dan bahan-bahan lainnya.


"sialan kau menggunakan boneka yang kuat untuk mencuri,apa kamu kucing sialan" teriak tetua kelima.


yang lain menggelengkan kepalanya juga setelah mengerti tentang itu semua,Lin Tian juga sedikit mendesah,boneka yang dia berikan dan kembangkan untuk pertempuran menjadi boneka pencuri di tangan Bai kecil.


"bagus..bagus...kucing baik kan? ayo ikut denganku,aku akan memberikan hadia padamu" ucap Feng'er kepada Bai kecil.


"itu..itu..istriku ,aku salah maafkan kau sekali ini," ucap Bai kecil mencoba menenangkan Feng'er.

__ADS_1


"siapa istrimu! sekarang ikut dengan ku untuk menerima hukuman mu" ucap Feng'er sambil menangkap kucinh itu yang bersiap melarikan diri.


"tidak..tidak..kakak tolong aku" ucap Bai kecil.


Lin Tian hanya menggelengkan kepalanya saat Bai kecil berada di tangan Feng'er,lalu Feng'er menghadap ke yang lain sembari memintak maaf dengan kelakuan Bai kecil.


"tidak,itu bukan salah mu itu kesalahan kucing itu,bawa dia dan hukum dia sedikit,hahaha" ucap tetua kelima sambil tertawa puas.


"sialan kau orang tua,kau orang jahat" ucap Bai kecil.


"diam lah" ucap Feng'er dengan mengetuk kepala Bai kecil yang ada di tangan kanan Feng'er.


"aduh..baik" ucap Bai kecil walau sedikit mengeluh.


di dalam hati Bai kecil dia berkata"wanita sungguh mengerikan jika marah,dan juga kenapa wanita selalu berfikir dia benar" ucap Bai kecil di dalam hatinya.


"kak,paman semua aku pamit" ucap Feng'er.


"iya"


lalu Feng'er masuk kembali kedalam kalung Lin Tian,setelah itu tetua kelima dan yang lainnya merasa puas melihat kucing kecil yang tampak menyedihkan itu berada di tangan Feng'er.


"hahaha..kucing itu akan menderita sekarang" ucap tetua kelima.


"iya,itu sudah wajar jika Feng'er sudah marah" balas Lin Tian.


lalu mereka semua tersenyum,dan setelah beberapa lama mereka membahas tentang kapan Lin Tian pergi,mereka semua bubar dan kembali ke tempat masing-masing.


dan Lin Tian telah memutuskan untuk berangkat setelah adiknya bangun,jadi setelah memastikan adiknya bangun maka Lin Tian akan langsung pergi setelah itu.


setelah tiga hari setelah kejadian itu,di tempat tidur di rumah Lin Hou yang telah di renovasi,Lin Jia Li masih tertidur dengan manis disana.


di situ pun ada Lin Tian dan Lin qi'er yang menunggu Lin Jia Li bangun dari tidurnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...

__ADS_1


...****************...


__ADS_2