
Di sebuah kamar author...
Author terlihat sedag berbaring dengan pipi kanan sedikit bengkak, dia hanya berbaring sambil menahan beberapa hal.
"Ha...! apa lah dayaku, semoga aku bisa cepat sembuh" ucap Author dengan wajah sedih itu pun dia berbicara dengan suara yang sangat kecil.
BOOMM..
"Uhuk!" author yang sedang berbaring kejatuhan sesuatu yang membuat perut nya menjadi sakit.
"Oi! ayo makan" ucap suara dari Bai kecil yang ternyata jatuh di perut author.
"Aku masih sakit" ucap author pelan.
"Ha? apa katamu? kenapa dengan mu?" ucap Bai kecil yang kurang mendengar suara Author.
Author hanya dapat menghela nafas lalu dia menunjuk pipi kanan nya kepada Bai kecil, melihat pipi kanan author Baru lah Bai kecil mengerti kenapa Author terlihat lemah begitu.
"Ayolah, baru saja cuman satu di cabut!" ucap Bai kecil menepuk pundak author.
"Haa... iya satu tapi kan harus di jaga dulu karena masih belum kering dan sembuh" ucap Author.
Author menjelaskan apa yang terjadi padanya kepada Bai kecil, Bai kecil yang mendengar itu hanya mengangguk mengerti.
__ADS_1
"Kalau begitu kamu tidak bisa makan ini donk!" ucap Bai kecil mengeluarkan daging panggang.
Melihat daging panggang itu wajah author berubah seperti orang kelaparan, dia ingin mengambil nya dan memakan daging bakar itu.
Karena aroma wangi nya membuat dia menjadi sangat ingin mencoba sedikit tapi dia sadar dan mencoba bertahan.
"Jangan begitu, aku sudah membiarkan mu muncul di beberapa chap dan bahkan membuat yang bagus untuk mu" ucap author.
"Cih! aku tahu itu tapi kenapa kamu harus menceritakan ibuku juga?" ucap Bai kecil.
Dia tentu paling takut dengan ibunya, jika ibunya tahu apa yang dia lakukan pasti dirinya akan di pukuli habis-habisan.
"Hei.. dia itu ibu harimau Lin Tian tentu aku harus mencoba menghidupkan nya lagi, kamu tahu betapa sulitnya aku menulis dengan keadaan ku sekarang?" ucap Author kesal dengan Bai kecil.
Bai kecil yang melihat wajah sedih author akhirnya melembut dan menemani nya di sana sambil minun sendiri.
"Iya, menurutku lebih bagus begitu karena kamu memiliki banyak penggemar dan juga meskipun itu hanyalah gambar hasil cari google tapi tak jauh dari apa yang ku bayangkan tentang mu" ucap Author.
"Iya! aku tahu, haa... baru sebulan sejak kita di gantung oleh Dewi bunga, aku harap tidak terjadi lagi" ucap Bai kecil.
"Iya, aku lelah di hukum terus kapan kita mendapatkan hidup baik?" ucap author.
"Haaa..!" keduanya pun terlihat menghela nafas bersama, entah kenapa mereka terlihat lemah saat memikirkan beberapa penderitaan mereka sebelumnya.
__ADS_1
Tok...tok..tok...
"Hm? siapa itu?" ucap Author heran ada yang mengetok pintunya.
"Aku tidak tahu," ucap Bai kecil.
"Apa mungkin naga kecil?" tanya author.
Seketika keduanya berdiri, jika benar maka mereka pasti akan meberi pelajaran kepada naga kecil karena telah beberapa kali mereka menderita karena dia.
"Siap?"
"Siap!" balas Bai kecil.
Krekkk...
Pintu terbuka Author dan Bai kecil kaget dengan apa yang dia lihat, wajah mereka berubah menjadi tercengang tapi perlahan author dan Bai kecil tersenyum saat melihat siapa yang muncul di depan mereka.
Mereka langsung mengubah sikap mereka menjadi tiga ratus enam puluh derajat, yang tadi marah malah terlihat sok keren sekarang.
#Hanya penghibur 🙏🙏🙏
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
...----------------...
...****************...