
Mendengar itu Ling Xu'er mengepalkan tangan nya dengan erat, Dia tidak percaya kalau Hu Sia hanya untuk menang dari dirinya akan melakukan hal kotor seperti itu.
"Bagaimana? ini lah akibat nya karena merebut semua hal baik dari diriku dulu, akibat dari kesombongan mu" ucap Hu Sia dengan wajah puas.
Ling Xu'er hanya bisa mengepalkan tangan nya karena marah dan rasa pahit muncul di hatinya, dulu dia untuk membanggakan ibu nya dia pun masuk ke sekte Kuil suci lalu dalam beberapa tahun dia juga berhasil di angkat menjadi gadis suci.
Itu semua hanya untuk ibu dan ayahnya merasa bangsa kepada dirinya, mungkin di mata orang lain dia sombong tapi untuk mencapai gelar itu di sekte kuil suci dia terus berlatih tanpa lelah dan bahkan beberapa kali hampir mati karena ingin meningkatkan kekuatannya.
"Tenang selama ada aku tidak akan ada yang bisa menyakitimu!" tiba-tiba dia mengingat apa yang pernah di katakan Lin Tian padanya, walau hanya bersama untuk sementara waktu pria itu dengan tulus melindungi dirinya bahkan membunuh orang-orang yang telah menghinanya di saat berada di alam rahasia dulu.
"Maafkan aku!" ucap Ling Xu'er memandang langit dengan wajah sedih.
Di kursi tempat Ling Jun duduk wajah nya terlihat ketakutan karena Ling Xu'er tidak dapat bergerak sedikitpun.
"Xu'er...!" teriak Ling Jun dengan wajah cemas, tapi Ling Xu'er sudah terasa berat dia bahkan ingin mengatakan sesuatu pun tidak bisa matanya juga sudah mulai menutup karena kelelahan.
"Aku akan memberitahu satu hal lagi, aku lah yang merencanakan agar kamu kehilangan kesucian mu dulu" ucap Hu Sia dengan senyum mengejek.
Mendengar itu Ling Xu'er tidak marah dia hanya tersenyum, karena dari apa yang di lakukan oleh Hu Sia dia bisa menemukan pria yang tulut memberikan kasih sayang dan cintanya untuk dirinya.
Dan dia tahu sekarang pria itu demi untuk menepati janji nya, berkeliling dunia dewa bahkan mungkin sudah berapa kali dia melewati bahaya hanya untuk janji yang dia buat dulu.
"Baiklah, mari ku selesaikan matilah!" ucap Hu Sia mengayunkan pedangnya ke leher Ling Xu'er.
Saat itulah Ling Xu'er sudah pasrah dan dengan tenang menutup matanya sbil tersenyum, "Selamat tinggal ayah, ibu, adik dan Lin Tian" ucap Ling Xu'er.
__ADS_1
"Tidak... Xu'er...!" ucap Ling Jun dengan mata merah saat melihat pedang akan menebas leher anaknya.
"Berani?" sebuah suara marah muncul di sekitar arena itu membuat para petinggi sekte dan kerajaan disana berdiri.
BOOMM..
"Ugh!" Hu Sia terpental ke sisi formasi arena itu dengna keras, dengan wajah tidak percaya semua orang melihat Hu Sia terpental dari tempat dia yang dekat dengan Ling Xu'er tadi.
Bahkan Lin Diao dan Lin Jing berdiri juga setelah mendengar suara teriakan marah dari arena itu, tak lama debu di sekitar Ling Xu'er menghilang dari depan Ling Xu'er sebuah ruang yang seperti di robek oleh orang lain muncul.
Lalu tak lama dari dalam ruang yang robek itu sosok pemuda tampan dengan memakai pakaian serba putih muncul di hadapan semua orang yang ada disana, bahkan karena ketampanan nya itu banyak wanita yang ngiler akibat melihat wajahnya saja.
Lin Diao dan Lin Jing juga kaget karena pemuda yang datang itu adalah Lin Tian yang mereka kenal dengan Tian Lin saat mereka bertemu di kekaisaran Chu dulu.
"Racun?" ucap Lin Tian secara tiba-tiba melihat Ling Xu'er dengan wajah kaget, semua yang ada disana pun juga kaget dengan satu kata racun dari Lin Tian itu.
Pantas mereka merasa saat itu Ling Xu'er semakin melemah padahal dari segi kekuatan meski mereka di tingkat yang sama tapi jelas Ling Xu'er lebih unggul.
Lin Tian langsung mendekat ke arah Ling Xu'er dan membelai wajahnya dengan lembut, Lin Tian yang tadi nya sangat marah menjadi lembut setelah membelai wajah Ling Xu'er.
"Maafkan aku karena terlambat!" ucap Lin Tian kepada Ling Xu'er dengan rasa bersalah sambil membelai lembut wajahnya.
Mendengar suara yang dia kenal itu air mata jatuh dan membasahi Ling Xu'er, ini adalah suara yang selama ini di tunggu ini adalah orang yang sangat ingin dia ada disisinya.
"Telan lah, dengan ini semua racun mu pasti akan menghilang" ucap Lin Tian dengan lembut membantu Ling Xu'er menelan Pill yang dia berikan.
__ADS_1
Dengan itu Lin Tian sedikit menggunakan debu untuk menutupi wajah Ling Xu'er saat dia menelan Pill itu, jadi semua orang disana tidak bisa melihat wajah Ling Xu'er saat cadar nya di angkat, Setelah Pill di telan kepala Ling Xu'er serta matanya kembali normal, dan energinya tadi yang terasa di tekan juga sudah mulai lancar kembali.
Ling Xu'er memandang Lin Tian dengan mata nya yang masih merah, dan cadar yang telah penuh dengan darah masih di pakai oleh nya, tapi saat Lin Tian melihat wajah Ling Xu'er hatinya merasa sakit.
Dia menarik Ling Xu'er kedalam pelukan nya di depan semua orang ynag ada disana, bahkan Lin Diao dan Lin Jing juga kaget dengan keberanian Lin Tian itu tapi Lin Tian jelas tidak peduli dengan semua orang disana karena sekarang baginya Ling Xu'er adalah oarang penting dalam hidup nya dan hatinya akan sakit saat melihat orang yang dia sayangi ini menderita di depan matanya
"Tenang saja, selama ada aku disini tidak akan ada yang berani menggertak mu, jika ada meski dia adalah dewa tertinggi sekalipun aku akan melawannya untuk mu" ucap Lin Tian yang tidak keras maupun pelan, tapi jelas dapat di dengar oleh semua orang disana.
Pemuda yang tiba-tiba muncul itu dengan berani mengatakan hal seperti itu betapa luar biasanya dia? bahkan semua wanita disana sangat berharap jika pria nya dengan berani mengatakan hal seperti yang di lakukan Lin Tian di depan mereka.
Ling Xu'er tidak tahan dan hanya menangis di pelukan Lin Tian, dia benar sangat menderita selama ini dia ingin menangis tapi dia juga harus kuat di depan orang lain.
Dan hanya di saat bersama Lin Tian dia dapat menangis dan melupakan semua beban yang ada pada dirinya, karena dia yakin pemuda ini akan selalu berdiri bersamanya meski langit pun runtuh.
Hu Sia melihat dua orang yang berpelukan itu sangat marah, apalagi pria itu dengan berani mengatakan perasaan nya di depan semua orang yang ada disini.
"Kenapa? kenapa kamu selalu beruntung dariku!" ucap Hu Sia di dalam hatinya, dia mengambil pedangnya dan menyerang ke arah Lin Tian dan Ling Xu'er yang berpelukan itu.
"Awas!" teriak Ling Jun kepada mereka.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...****************...
__ADS_1